19. Pasangan untuk perfom

510 24 0
                                        

Dira kesal, sangat. Bagaimana tidak karena kakinya itu dan keluarganya tau jika kakinya luka, Dira tidak dibolehkan untuk membawa motor kesekolah.

Jika ia bersama Levin ia tidak apalah, ini Levin bersama Ava. Dan dia? Entahlah Dira hanya bisa pasrah.

"trus gue kesekolah pakek apa woyy, terbang gitu apa pakek pintu ajaib doraemon?!" ketus Dira.

"nanti ada yang jemput lo kok, tungguin aja," jawab Levin santai.

"kalo bukan abang gue udah gue tebas lo,"

"ah masaa, yaudah gue pergi byee,"

"eh bego siapa yang nganterin gue Sukiem!" pekiknya tapi Levin sudah menjalankan motornya.

"nyeselin banget dia kayak nurul, kampret bener lagi ni kaki. Coba ga ngejar tu orang gue gabakal gini,"

"mana si orangnya, trus siapa? Astaga jangan jangan ojek depan lagi, levin awas lo," kesal Dira.

"udah ngumpatnya ngumpatnya?"

Dira terkejut lalu mencari sumber suara itu dan ternyata orang itu berdiri lumayan dekat dari dirinya. Tapi kapan ia datang? Kok Dira tidak tempe si.

"anjir, sejak kapan lo disini?" Tanya Dira.

"dari tadi."

"kok gue gatau si?"

"karna lo gatau."

"lo yang disuruh bang Levin dateng?"

"hm."

"kok lo mau si?!" protes Dira.

"kalo gue gamau, lo mau bolos sekolah?" dia menaiki satu alisnya.

"ck"

Dira berdiri berjalan mendekati orang itu dengan jalan yang masih sedkit picang itu. Orang itu tentu membantu Dira masuk ke dalam mobil yang ia bawa. Dia-pun menjalankan mobilnya.

Mobil itu berhenti di parkiran sekolah, Dira baru ingin membuka pintu lalu ia urungkan karena ia lupa mengucapkan sesuatu.

"thanks kak,"

Dia tak menjawab hanya keluar membukakan pintu mobil Dira, Dira sempat terkejut karena perilaku dia. Dira keluar dan mengucapkan terima kasih lagi, baru beberapa langkah tiba tiba Dira merasa ia melayang.

"eh—kak Reyy turunin woyy" panik Dira saat Rey mengendongnya ala bridal style, tapi kekuatannya kalah lagi dan lagi.

"gausah gerak nanti jatoh."

Rey mulai berjalan sambil mengendong Dira, Dira hanya menutup wajahnya dengan tangannya lalu mengadapkan wajahnya kearah tubuh Rey, agar tidak tersorot wajahnya.

Murid murid berbisik bisik melihat kejadian itu, banyak yang syok melihat hal itu. Dira hanya diam mendengarkan bisik bisik itu, dia sudah malu, sungguh.

Dira melirik wajah Rey yang datar itu lalu turun kearah leher, Dira melihat sesuatu yang aneh di balik baju Rey disekitar bahunya. Sekilas tapi itu seperti luka goresan?

"aww," ringkis anak lelaki saat sebuah pisau mengenai kulitnya, darah segar bercucuran di baju lelaki itu, awalnya berwarna biru muda sudah berubah warna.

"kamu gapapa?sakit banget ya?maafin akuu," tangis gadis disebelahnya pecah seketika.

Kepala Dira sakit, seperti ada palu yang menghantam kepalanya, Dira memengang kepalanya.

Beberapa menit Dira diam sakit dikepalanya sedikit mereda, dan ternyata ia sampai di depan kelasnya.

"kak disini aja ya," pinta Dira.

REYDIRA  || TERBITCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang