'kring...kring..kring..'
Bunyi alarm itu membuat seorang pria yang sedang tertidur di kasurnya tergangu, ia mematikan alarmnya dengan kasar. Semalaman ia tak bisa tertidur dengan pulas, seakan ada sesuatu yang mengangunya. Ia melirik jam dinding lalu Pria itu jalan yang masih semboyongan menuju kamar mandi.
Beberapa menit kemudian ia sudah siap dengan baju sekolahnya, ia sedikit menyisir rambunya dengan tangan. Ia menatap cermin di depannya dengan wajah datar khas miliknya, yah walaupun ia dingin tetapi tak bisa di pungkiri pria itu memiliki pesona sendri. Yang membuat sebagian para ciwi ciwi teriak teriak.
Ia keluar dengan tas yang ia sampirkan di bahu kanannya, saat di meja makan ia hanya melihat wanita paruh bayah sedang menyiapkan makanan.
"pagi bi," sapanya.
wanita itu menoleh kaget "eh, den Rey udah bangun," ujarnya.
"bi, udah Rey bilang jangan pangil den pangil nama aja," protes Rey,
orang yang Rey pangil bi itu adalah bi Sum, bi Sum adalah ART keluarga Rey. bi Sum berkerja dari Rey masih dalam orok, bi Sum yang merawat Rey, karena ayah Rey sering tidak di rumah. Rey sudah mengagap bi Sum adalah ibunya sendiri, dan sebaliknya bi Sum menganggap Rey sebagai anaknya.
Bi Sum sedikit tertawa "ga bisa den, udah dari kecil manggil den Rey gitu," ucapnya sambil tersenyum.
"ayolah bii," rengek Rey, sifat anak kecil Rey tiba tiba keluar begitu saja.
"insyaallah, nanti bibi usahain," jawab bibi.
"bi? belom pulang?"tanya Rey.
seakan mengerti bibi itu menjawab"belom, tuan masih banyak kerjaan sepertinya,"
Rey membuang nafas kasar "yaudah, Rey berangkat dulu bi, assalamuailaikum,"
"walaikumsalam,"
setelah itu Rey berangkat dengan motor besar hijau miliknya yang biasa ia pakai, Rey fokus mengendarai motor tapi pikirannya terbang entah kemana. Ia masih berfikir keras apa yang membuat tidur semalamnya terganggu, hanya satu hal yang Rey percaya itu alasannya.
"apa karena dia?"
∞
"kok ga bangunin gue si, kan jadi gini," cerocos gadis yang sedang berdiri di depan tiang bendera dengan posisi hormat.
"astaga Ra, kan gue juga kesiangan," jawab pria di sebelahnya tak mau kalah.
"masih lama lagi," kesal gadis itu.
"sabar Ra," yap, gadis yang sedang dihukum karena terlambat itu Dira. Ini pertama kalinya ia dihukum di sekolah barunya.
"Ra, disekolah lama sering juga dihukum?" tanyanya.
"iye," cengir Dira.
"anak badung ye lo," kata pria sebelahnya.
"ga ngaca lo," balas Dira.
"ih gue aus lah," keluh Dira, ia berharap tiba tiba air jatuh dari bumi atau ada cowo yang ngasih air, seperti di drama drama sekolah.
tanpa Dira tau dari kejauhan ada yang memandangi ia dengan tatapan yang? Ah ̶ sulit diartikan, lalu orang itu berlalu pergi dari tempatnya.
Dira melihat jam tangan hitamnya, ternyata hukumanya sedikit lagi selesai." Yes bentar lagi," ujarnya.
"iya,"
Tiba tiba Dira merasa pipinya dingin, ia langsung menoleh. Ternyata ada seseorang yang menempelkan botol minum di pipinya.
"eh?"
KAMU SEDANG MEMBACA
REYDIRA || TERBIT
Teen FictionBagaimana jadinya jika seorang gadis tomboy yang memiliki masa lalu kelam ini bertemu dengan seorang pria yang dingin seperti es batu? Semakin lama, rahasia serta kejadian masa lalu yang selama ini menyiksa gadis ini terbongkar. Satu satu pe...
