Di tengah keheningan malam terdengar bel rumah berbunyi. Tae dan Erin yang tengah berada di kamar langsung keluar untuk melihat siapa yang datang. Terlihat Tarran sedang membukakan pintu. Seorang perempuan berkulit putih dan berambut panjang memasuki rumah. Dengan menggunakan mantel berwarna coklat ia begitu berpenampilan modis.
Wajahnya yang kecil dengan hidung mancung dan bibir merah mudanya membuat Erin terheran-heran dengan kecantikan wanita yang bertamu di malam hari itu.
Wanita itu tersenyum dan langsung berlari ke arah Tae kemudian memeluknya.
"会いたい"
"(Aku rindu kamu)"
Tae hanya terdiam dan menatap Erin. Ia membiarkan wanita itu memeluknya.
"アンナ、行かせて."
"(Anna, lepaskan aku)." Ucap Tae.
"気にしないで、彼を行かせて。抱きしめて."
"(Udahlah, lepasin dia. Peluk gue aja)." Sahut Tarran.
"したくない."
"(Gak mau.)"
"Bisa gak kalian ngomongnya bahasa manusia aja. Gue gak ngerti lu semua ngomong apaan." ucap Erin.
"Gue lupa lu ada di sini."
"Tarran, lu mau gue bunuh ya?"
"アンナ、彼女の名前をエリンに紹介し (Anna, kenalin dia namanya Erin.), Erin kenalin juga dia Anna." ucap Tae.
"Hai. Nama saya Erin." Ucapnya seraya mengulurkan tangan.
"はじめましてエリン."
"(Senang bertemu denganmu Erin)."
"彼はタエの妻です"
"(Dia istrinya Tae)." Ucap Tarran
"え?タエは結婚した?"
"(Apa? Tae udah nikah?)"
"はい (iya) , jadi jangan ganggu dia."
"Kenapa lu gak ngasih tau gue Tarran sialan." Ucap Anna sembari memukul Tarran.
"Tanya sendirilah sama si Tae, kenapa jadi marah ke gue."
"Tae, kenapa gak ngasih tau aku kalau kamu nikah? Aku sakit hati." Ucap Anna yang tiba-tiba terlihat kesal dan langsung menatap Erin.
"Jadi kamu istrinya ya. Aku pacarnya Tae waktu di Jepang. Kamu kaget kan?"
Erin hanya terdiam dan mulai merasa kesal.
"Hahaha, kamu kesal ya? Aku hanya bercanda. Biar kita tambah akrab, gak usah ngomong formal ya. Kita ngomong kayak temen aja. Nama gue Anna. Gue sebenernya udah tau kok Tae udah nikah. Jadi tenang aja."
"Nama gue Erin. Kalian temen deket ya?" tanya Erin.
"Bukan hanya temen, kita lebih deket dari itu. Oh iya, karena sekarang udah malem dan gue males pulang ke rumah, malem ini gue nginep di sini ya. Kamarnya yang mana?"
Pagi telah tiba. Tarran, Tae, Erin dan Anna terlihat berkumpul di meja makan sambil berbincang bincang. Roti dengan berbagai macam selai dan susu tersaji dihadapan mereka.
Tae meminum susunya dengan meninggalkan bekas susu dibibirnya. Tiba-tiba Anna mendekat dan membersihkannya. Tae terdiam dan terus memakan roti dihadapannya.
"Minum susu aja belepotan." Ucap Anna sambil tersenyum.
Anna dan Tae nampaknya sangat dekat. Bahkan Anna terlihat menyukai Tae, dan itu memancing kekesalan Erin. Dengan matanya ia terus memperhatikan tingkah laku Anna kepada suaminya itu.
Sikap Anna memang sangat manis dan hangat, tak seperti dirinya yang terkesan kasar. Tapi apa yang Erin pikirkan? Apa dia cemburu? Itulah yang terpikirkan dibenak Tarran.
Pagi itu semuanya nampak saling memperhatikan dan mengawasi. Situasi yang terasa canggung dan tak mengenakan.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Idiot Husband [END]
Ficção AdolescenteTAHAP REVISI [Bahasa no baku] "Mukanya sih cakep kagak ketulungan. Kulit putih, idung mancung, tinggi kek tiang listrik, apalagi bibirnya itu loh, ukhhh merah menggoda. Tapi sayang idiot. Idiot dan bikin gue stres. Begitulah bentukan suami gue. Cowo...
![My Idiot Husband [END]](https://img.wattpad.com/cover/208259840-64-k69814.jpg)