Terlalu Tampan [KimCop Edition]

365 37 10
                                        

Apa kalian berpikir jadi tampan atau cantik itu sangat indah?

Banyak penggemar.

Banyak teman.

Terkenal.

Di puja-puja orang.

Atau didambakan banyak orang?

Hah! Itu hanya dampak baik nya. Tapi dampak buruk nya? Apa kalian tahu?

Hal ini yang menyebabkan Kimmon Warodom menjadi anti-sosial. Terakhir kali karena wajahnya yang terlalu tampan, ia menjadi rebutan ibu-ibu depan komplek hingga beberapa bagian pakaiannya robek. Belum lagi setiap gadis yang melihatnya akan mendadak mimisan dan menjerit menyeramkan di hadapanya, dan yang paling menyeramkan itu saat di kejar-kejar puluhan gadis sekolahan sepanjang jalan.

Setelah semua kejadian mengenaskan itu, Kimmon tidak mau lagi menampakan dirinya di luar rumah, dan jika ia harus keluar rumah itu pun harus mengenakan penyamaran dulu. Aish! Kimmon bukan seperti kakaknya Mike yang suka pamer ketampananya di kampus atau dimana pun itu. Kimmon benci jadi sasaran perempuan, itu intinya. Maka dari itu Kimmon melakukan home schooling sejak kelas delapan hingga hampir menginjak kelas dua belas ini.

Segala usaha keluarga selalu gagal untuk membuat Kimmon mau bergaul di luar atau sekedar sekolah reguler seperti orang normal lainya. Hingga akhirnya ia dijebak oleh kakaknya sendiri, berkedok ekonomi keluarga yang merosot karena home schooling Kimmon hingga tidak punya biaya untuk hal lainya, Kimmon akhirnya mempasrahkan diri masuk sekolah reguler, itu pun dengan syarat; harus sekolah khusus pria. Walau begitu keluarga sudah cukup senang Kimmon mau keluar untuk sekolah bukanya mendekam diri di rumah.

-

Awalnya sekolah reguler Kimmon tidak berjalan lancar, di hari pertama Kimmon telah membuat seorang guru cantik yang terkenal killer mimisan dan kejang-kejang setelah menatap wajah siswa barunya yang terlalu tampan di kelas.

Itu menyebalkan, Kimmon mendapat banyak tatapan tidak suka dari teman-temannya, terutama tatapan nyalang dari seorang pemuda bersurai coklat gelap dengan mata runcing itu, ia menatap seolah akan menerkan Kimmon. Sesaat tatapan mereka bertemu, namun pemuda itu segera memutusnya dan melah berjalan mendekat ke arah Kimmon. Namun bukan Kimmon sasaranya, melainkan anak laki-laki yang kelihatan sangat cupu yang duduk di sebelah Kimmon.

Suara low bass pemuda itu menyapa pendengaran Kimmon. "Tradisi murid baru." Ucapnga kemudian menyeret kerah anak cupu yang tadinya ada di sebelah Kimmon menuju keluar kelas di ikuti beberapa siswa lainya.

Kimmon mengernyit bingung, ia memberanikan diri bertanya pada pria yang duduk di depanya, kebetulan Kimmon duduk di bangku paling belakang.

"Hei, apa itu tradisi murid baru? Kenapa dia membawa teman sebangku ku?"

Merasa punggungbya di tepuk, siswa berambut biru itu membalik badanya memperlihatkan mata besar dan wajah bayinya pada Kim.

"Oh, itu tradisi lama di kelas ini. Setiap ada siswa baru, siswa yang duduk disebelah siswa baru akan dapat bully-an dari kelompok CTR." Jawab ramah pemuda rambut biru itu.

"Kelompok CTR? Apa itu?"

"Kau belum tahu? Kelompok CTR itu geng nya Copter dan kawan-kawan brengseknya. Copter itu penguasa sekolah, tidak ada yang berani melawanya dan gengnya itu."

Jadi pemuda tadi namanya Copter? Sial, penguasa sekolah katanya, wajahnya terlalu manis untuk di sebut brengsek. Pikir Kimmon.

"Kira-kira kemana Copter akan membawa teman sebangku ku?"

"Tidak tahu." Pemuda itu mengangkat bahunya. "Aku pikir ke kamar mandi atau tempat sepi seperti gudang."

"Oh, thanks...."

Chocolate!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang