— aku tersenyum, bukan berarti aku baik-baik saja.
~ turn on BGM🥰
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mark, pria berjas kedokteran itu melirik pria aneh di hadapannya, gelagatnya aneh; memainkan jari, bersenandung tidak jelas, menatap isi ruangan dengan kepala yang dimiringkan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Dia autism?" Tanya Mark pada ayahnya, orang yang telah membawa pria aneh itu kehadapannya.
"Dia hanya mengidap sindrom asperger.."
"Ayah bilang hanya?! Dan ayah menyuruhku menikahinya? Apa ayah sadar?" Mark menatap ayahnya tidak percaya. "Aku? Dengan pria autis ini?"
Pria yang ditunjuk Mark malah menatap lurus pada Mark dan tersenyum.
"Mark seperti matahari." Gumamnya.
Sepasang lesung pipi muncul di wajahnya. Dia cukup manis dari penampilan, tapi dengan kondisinya. Mark tidak sudi menikah dengan pria seperti ini, sedangkan dia masih memiliki kekasih yang lebih dari pada autism ini.
"Aku sebenarnya tidak mau, Mark! Ini wasiat ibumu. Dia ingin kau menikahi Kit sebagai balasan terima kasih pada ibu Kit yang telah menyelamatkan kau dan ibumu dari kecelakaan dua puluh tahun silam, Kit seperti ini juga karena cedera saat di dalam kandungan ibu nya demi menyelamatkan kalian."
"Tapi ayah, ibu sudah meninggal tiga tahun lalu, kenapa aku harus menurutinya—"
"Turuti saja wasiat ibu mu, Mark. Kau masih bisa menikahi orang yang kau cintai setelah menikahi Kit, lagi pula ibumu hanya meminta mu menikahinya, bukan hidup dengan Kit selamanya."
Ucapan ayahnya benar juga, maka dari itu Mark menurutinya. Dia berencana menceraikan Kit setelah enam bulan pernikahannya.
Dua minggu kemudian mereka menikah, ya, hanya menikah, bahkan hanya dilakukan di gereja, dihadapan pastor dan keluarga Mark. Tidak ada yang tahu Dokter Mark telah menikahi pria autis seperti Kit.
Namun bagi Kit, pernikahan ini sangat berarti, akhirnya dia memiliki seseorang yang bisa disebut keluarga, meski hanya seorang suami. Bagi Kit, Mark adalah segalanya. Sedangkan bagi Mark, Kit bukanlah apa-apa.