ADAKAH YANG MAU MENGERTI

761 51 0
                                        

Nuca masih berada di cafe bersama temannya. Bahkan semakin banyak yang datang di sore hari. Tak terasa keberadaannya di cafe sudah menunjukkan pukul lima sore.
Nuca : " yes....dah kelar..."
( akhirnya nuca menyelesaikan lagu permintaan vino )
Dodi : " beneran??"
Nuca : " he em..." ( sambil mengangguk ).
Dodi : " coba nyanyiin"
Nuca : " yee... nanti nggak surprise dong "
Tia : " tentang apa nuc ? "
( tanya salah seorang temen cewek yang dari dulu berharap lebih dengan nuca ).
Tia ini termasuk teman lama nuca. Karena nuca sangat baik denganya ( sebetulnya baik dengan semuanya ) , tia menganggap perhatian nuca untuknya itu spesial.
Nuca : " ada deh... entar aja..."
Angga : " romance ya nuc??? hayoooo... buat siapa nih?? "
( tanya salah satu temannya lagi sambil menggoyang - goyangkan badan nuca meledek ).
Teman - teman yang ada di sekelilingnya pun menjadi tertawa dibuatnya.
Dengan sengaja tia mengambil kertas lirik lagu yang ada di depan nuca karena penasaran. Kemudian membacanya hingga nuca merebut kembali tulisannya.
Tia : " sweet banget sih kamu nuc...." ( sambil senyum - senyum kege- eran karena tia merasa lagu itu dibuat karenanya )
Nuca : " tiaaaa...nggak boleh gitu"
Nuca : " lagu ini ni gue bikin  mewakili perasaan vino....bukan gue "
Tia menjadi kecewa mendengar ucapan nuca.
Tiba - tiba....
Ponsel nuca berbunyi... sebetulnya sudah sejak tadi akan tetapi nuca tidak mendengarnya.
Nuca : " haah...20 panggilan... guys...gue angkat telpon dulu ya..."
Kemudian nuca mengangkat telponnya....ternyata dari tadi pagi mamanya mencoba menghubunginya "
Nuca : " iya maaa...?"
Mama : " ya ampun nuca...kamu dimana sih....? Dari tadi mama telpon...pulang!!!".
Nuca : " maaf maa... nuca di rumah temen..ada perlu".
Mama : " pokoknya pulang sekarang "
Nuca : " iya ma..iya nuca pulang "
Nuca menutup telponnya kemudian ia berpamitan ke teman - temannya.
Nuca : " hey.... gue pulang dulu ya...dah sore "
Angga : " dicari bokap lu ya "
Nuca : " iya nih "
Tia : " nuc aku pulang bareng kamu ya??"
Nuca : " sorry tia... gue buru - buru nih...nggak bisa anter lu... tapi masih ada dodi kok...lu bisa bareng dia ya"
Kemudian nuca meninggalkan teman - temannya.
Teman - teman nuca ini bukanlah anak nakal. Mereka teman saat kuliah sekaligus teman les musik. Memang penampilannya sangat biasa dan banyak yang belum memiliki pekerjaan tetap. Itulah penyebab papa nuca tidak suka dengan mereka.
-----------
Sesampainya di rumah...
Di ruang tamu sudah ada mama yang menunggu nuca. Nuca memasuki ruangan dan segera menyapa mamanya yang sedang duduk di sofa.
Nuca : " maaa...... maaa nuca pulang ".
Seperti biasa mama menatap nuca dengan perasaan kecewa karena nuca seringkali tidak mengikuti kemauan orang tuanya. Nuca pun menunduk... merasa bersalah.
Nuca : " maaf ma... tadi nuca nggak denger panggilan mama. HP nuca silent"
Mama : " kamu nih kebiasaan... kamu nggak malu?? Kamu coba hargai dong papa kamu...apa salahnya sih ngikuti kemauan papa?"
Papa kamu cuma pengen kamu ikut kelola rumah sakit papa... ok ... kamu nggak mau jadi dokter nggak papa tapi paling tidak kamu mikirin siapa yang bakalan bantu papa kalo bukan kamu...kamu kan harapan pertama papa..."
Nuca : " nuca kan udah jelasin berkali - kali ke mama kalo nuca nggak mau kelola rumah sakit papa....nuca pengen jadi musisi ma..."
Nuca : " nuca mau mandi dulu ya ma....nuca nggak mau ribut sama mama.."
Kemudian nuca meninggalkan mamanya yang masih kesal.
Mama : " nucaa..."
----------
Malam hari...
Di kamar...
Nuca sedang mencoba menulis bait - bait lagu...
Sesaat setelah terdengar suara ketukan pintu, tiba - tiba papa memasuki kamar nuca.
Papa : " nucaaa... ". panggil papa dengan nada emosi.
Nuca yang sedang tengkurap di atas kasurnya pun kaget dan segera duduk.
Nuca : " papppaaa..."
Papa : " nuca kamu lupa ya sama janji kamu...papa tungguin kamu nggak datang - datang "

" pasti bakalan kayak gini..". Batin nuca.
Nuca hanya diam tidak ada pembelaan.
Papa : " kamu kemana sih?... pergi sama temen - temen kamu yang nggak jelas itu ya?.. .. papa kan sudah bilang... mau jadi apa kalo keluyuran terus... lihat tu temen - temen kamu.... mana yang sudah mapan...ga ada nuc....
kamu juga... sekolah di kampus mahal... nilaimu bagus...lha kok nganggur genjreng - genjreng sana sini...nggak sekolah pun bisaaa.... Dah enak - enak dikasih job ... malah nggak mau...kenapa sihhh??"
Nuca tetap diam dan tidak berani melihat wajah papanya. Papa pun mendekati nuca dan menatap nuca dekat.
Papa : " hey...lihat papa... papa cuma pengen kamu sukses... di luar sana banyak yang pengen duduki jabatan yang papa berikan ke kamu".
Akhirnya nuca mulai berbicara. Hatinya ragu akan tetapi ia paksa meskipun berat.
Nuca : " nuc..nuca...tidak ingin jabatan itu pa...nuca mau kejar cita - cita nuca "dengan ucapan lirih.
Papa : " cita - cita apa?? Nggak jelas gitu kok..."
Kemudian Papa melihat lembaran - lembaran kertas yang ada di depan nuca.
Papa : " ini apa ??"
Papa pun mengambil semua lembaran kertas itu dan langsung merobek - robeknya.
Nuca yang melihatnya tidak bisa menahan.
Nuca : " paaa... jangan paaa... itu penting buat nuca..".pinta nuca meskipun tidak bisa melawannya.
Papa : " besok pokoknya kamu harus ikut dengan papa..."
Kemudian papa meninggalkan kamar nuca dengan membawa sobekan kertas tadi. Nuca merasa kesal sekali dengan perbuatan papanya. Ia sangat sedih karena beberapa lagu yang sudah ia tulis termasuk lagu yang ia buat untuk vino pun di sobek papanya dan dibawa pergi.
Nuca : " papaaa...kenapa masih maksa nuca sih... kenapa papa nggak mau ngerti perasaan nuca".
Nuca bingung ....
Ultah vino tinggal dua hari lagi..
Sebetulnya  bisa saja ia menulis ulang...tapi hatinya terlanjur sakit.
------------
Pagi harinya ..
Papa : " nuc......nucaaaa....."
" mbok....tolong panggil nuca di kamarnya mbok..." pinta papa kepada mbok siti.
Mbok siti : " iya pak..."
Kemudian mbok siti segera melihat nuca yang masih ada di kamarnya di lantai dua rumahnya.
Mbok siti : " den....mbok masuk ya..."
Nuca : " masuk aja mbok"
Mbok siti pun masuk ke kamar nuca. Ternyata nuca masih berbaring di kasurnya. Mukanya tidak kelihatan karena ia menutupi seluruh badannya dengan selimut.
Mbok siti : " dennn...."
Sapa mbok siti mendekati nuca dan berdiri di sampingnya.
Nuca membuka selimut yang menutupi wajahnya.
Nuca : " kenapa mbok???"
Mbok siti : " dipanggil bapak..."
Nuca : " tolong bilang ke papa ya mbok...  nuca nggak bisa ikut papa... nuca pusing "
Mbok siti : " den nuca sakit???"
Tanya si mbok khawatir.
Nuca : " cuma pusing aja mbok..."
Kemudian mbok siti memegang kening nuca.
Mbok siti : " oalah...aden panass" " sudah minum obat belum den???"
Nuca : " nggak perlu mbok ... paling buat tiduran aja juga sembuh "
Mbok siti : " ya udah aden istirahat dulu ... si mbok mau bilang ke bapak biar nggak nunggu.
Mbok siti segera turun dan menyampaikan keadaan nuca kepada papanya. Awalnya papa nuca tidak percaya jika nuca sakit ...tetapi karena penjelasan si mbok yang tampak khawatir, akhirnya ia pun faham dan  segera berangkat ke tempat kerjanya tanpa membawa nuca.
Beberapa menit kemudian si mbok membawa bubur ke kamar nuca. Ia munyuapinya dengan pelan - pelan.
Disaat nuca makan buburnya...
Nuca : " mbok... apa nuca salah ya kalo nuca pengen jadi musisi "
Si mbok : " ya nggak salah sih den... tapi mending nurut saja sama bapak ...si mbok kasihan kalo lihat den nuca dimarahi terus"
Nuca : " nuca nggak mau terkekang...kehidupan papa terlalu kaku...nuca pengen bebas berkarya..."
Si mbok : " bukannya pilihan papa lebih bagus ya den??... si mbok juga nggak mudeng... tapi kalo menurut si mbok... den nuca ikuti kemauan papa saja...malah enak sudah nggak susah - susah cari kerja"
Nuca : " nuca nggak suka kalo diatur - atur mbok... nuca pengen kerja mandiri dan nuca sendiri yang ngatur... nuca nggak suka kalo harus selalu berpakaian jas rapi dan duduk dengan temen - temen papa... nuca kan juga ingin bercanda dengan teman seumuran nuca...pengen jalan - jalan...yang bikin kesel lagi papa tu marah - marah terus sama nuca..... papa nggak mau ndengerin nuca....nuca kan bete.... apa nuca bukan anak papa ya?... jangan - jangan nuca anak si mbok"
Si mbok : " eeeh... aden nggak boleh bilang gitu.... ya kali si mbok orang tua aden ... nggak ada mirip - miripnya...( si mbok tersenyum )" " si mbok kan ngerawat den nuca dari kecil...aden sudah kayak cucu si mbok...lagian papa aden itu sebetulnya orang baik kok. Lha buktinya si mbok dan yang lain betah kerja di sini."
Nuca terus mendengarkan nasehat dari mbok siti. Nuca memang selalu terbuka dengannya sejak kecil. Menurut nuca mbok siti ini termasuk orang yang mau mendengarkan keluh kesah nuca, karena bahkan mamanya pun juga sependapat dengan papa yang ingin nuca sukses mengelola rumah sakitnya sehingga tidak mau mendengar penjelasan dari nuca ketika nuca menolaknya.

Kemudian si mbok meminumkan obat dan menyelimuti badan nuca sehingga saat si mbok keluar kamar, nuca pun sudah tertidur.



MUTIARA DARI SURGATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang