DIA BUKANLAH PENJAHAT

638 63 6
                                        

Tak terasa sudah tiga hari dari kepergian nuca. Keluarganya terus mencarinya ke rumah teman - temannya dan tempat - tempat nongkrongnya.
Demikian juga dengan keluarga tiara.... sang bunda meminta bantuan dokter galih dan teman - temannya untuk mencari tahu kira - kira kemana perginya tiara.
------------

Di bogor...
Tiara masih tetap berada di kamarnya. Ia merasa semakin jenuh. Ia berpikir ia tidak bisa diam saja dan harus melakukan sesuatu.
" sebetulnya apa sih yang direncanakan laki - laki itu... kenapa tiga hari ia menyekapku dan hanya memberiku makan dan minum....ancaman pun enggak... ini aneh nggak sih..." batin tiara yang mulai merasa aneh dengan ini semua.
Kemudian ia memandangi isi kamar dan merasa tempat itu bukan seperti tempat persembunyian seorang penjahat.
" masa ada Al- Qur'an disini???" Heran tiara sambil memandangi Al- Qur'an yang menurutnya harganya mahal.
" ini juga... kamar ini bagus banget.... nggak mungkin kan... apa dia salah tangkap?? Atau ini ada hubungannya dengan dr galih??? Masa iya dr galih suruh orang untuk menculik aku... "
Dan masih banyak lagi prasangka tiara lainnya.

Kemudian tiara berjalan mendekati pintu kamarnya dengan hati - hati...
Saat ia meraih gagang pintu untuk membukanya ternyata pintu itu tidak terkunci. Tanpa pikir panjang ia segera membukanya perlahan dan berjalan keluar dari kamarnya. Ia juga berusaha mencari pintu lain...hingga sampailah ia pada pintu utama rumah itu. Kemudian ia mencoba membukanya akan tetapi tidak berhasil. Pintu itu terkunci dengan kuat.
Ia pun mencari jalan keluar lainnya....
Tiara melanjutkan langkah kakinya.... sesaat ia mendengar suara nuca sedang berbicara melalui ponselnya. Ternyata nuca sedang berbicara dengan temannya di dapur.
Nuca : " sob...ntar ya gue belum bisa gabung..."
X : "...."
Nuca : " pliss jangan kasih tahu bokap gue... "
X : " ...."
Nuca : " iya gue tahu kok... gue juga bingung ini"
Saat nuca masih sibuk dengan telponnya
Tiara diam - diam mendengarkannya dari balik pintu dan dengan tidak sengaja mendorong pintu dapur sehingga membuatnya berbunyi.
Mendengar bunyi pintu, Nuca spontan mematikan HP nya dan menoleh ke arah pintu di belakangnya. Tiara yang merasa keberadaannya diketahui nuca pun langsung panik dan menatap nuca yang masih menutup wajah dan rambutnya.
Demikian juga dengan nuca... ia pun panik khawatir jika tiara berbuat nekat.
Keduanya terdiam hingga ...
Nuca : " kamu ???...kamu...boleh keluar dari kamar kamu ..." ucap nuca.
Tiara : " a aaku sebetulnya mau dibawa kemana ??"
Nuca terdiam dan mulai merasa kasihan dengan tiara.
Tiara : " aku salah apa... dan kenapa aku dikurung??"
Nuca mendekati tiara hingga keduanya berjarak sekitar dua meter.
Nuca : " aku nggak akan sakitin kamu... tunggu beberapa hari nanti aku akan melepaskanmu ". Ucap nuca sambil meninggalkan tiara yang masih berada di dapur.
Tiara menjadi semakin bingung dibuatnya... akan tetapi dia lebih lega karena menurutnya nuca tidak sejahat yang ia kira dan ia yakin ia akan baik - baik saja tanpa harus melawannya.
Tiara pun kembali ke kamarnya dengan membawa banyak sekali uneg - uneg dalam hatinya. Ingin rasanya bertanya akan tetapi dia khawatir  nuca merubah pikirannya dan justru menjadikannya dalam bahaya.

Lima hari berlalu dan tiara semakin tidak betah meskipun ia bebas untuk keluar kamar.
Nuca juga tidak pernah membuka pembicaraan dengan tiara jika tidak karena mendesak sekali.
Dan lagi - lagi...
Saat tiara hendak keluar dari kamarnya ternyata ia dapati nuca sedang mengangkat teleponnya.
Bunyi panggilan dari mamanya yang kesekian hari tidak ia angkat akhirnya...
Nuca : " maafin nuca ma... nuca belum bisa pulang... nuca nggak mau dipaksa..."
Mama nuca : "..."
Nuca : " terserah papa... nuca enggak butuh semua itu.."
Kemudian nuca memutuskan telponnya.

Tiara sengaja mendengarkan obrolan nuca dan mamanya tadi.
Tiara : " sepertinya orang itu baru ada masalah. Tapi kenapa tiara sih yang jadi korbannya??...  aku yakin dia sebenarnya tidak jahat...huhhhh". Ucap lirih tiara sambil menghela nafas agak sedikit lega.

Enam hari berlalu...
Nuca dan tiara masih dalam proses pencarian.

Tiara berniat meminta HPnya  yang disita oleh nuca. Karena ia merasa sudah cukup lama meninggalkan bundanya dengan tanpa kabar. Ia pun keluar dari kamarnya dan mencari nuca  tetapi ia tidak menemukan nuca di seluruh ruangan rumah itu.
Kemudian tiara duduk di sofa ruang utama sambil menunggu nuca datang.

Beberapa menit kemudian.... pintu rumah itu terbuka dan mata tiara langsung tertuju ke arah nuca yang datang dengan banyak lumuran darah di bagian kepala dan lengan kanannya. Tiara terkejut dan spontan...
Tiara : " hhhhh.... ke - kenapa berdarah ?"
Nuca hanya diam dan mencoba menggerakkan badannya menuju dapur. Dengan perlahan tiara menghadang dan menatapnya tanpa memikirkan kejadian yang telah menimpanya....
Tiara : " ehmmm... boleh aku lihat luka kamu?"
Nuca yang merasa kesakitan pun tidak berdaya dan tidak bisa menolak tawaran tiara.
Tiara memberi isyarat supaya nuca duduk.

Kemudian....
Tiara : " maaf ya ini aku lepas dulu" . Ucap tiara sambil pelan - pelan melepas topi dan masker yang menutupi kepala dan wajah nuca...nuca pasrah jika memang mukanya akhirnya diketahui tiara.

Tiara tidak pernah menyangka jika yang menyekapnya selama ini ternyata seorang laki - laki yang masih cukup muda dan dari mukanya tidak nampak kejahatan sama sekali.

Tiara : " ka-aamu.. kecelakaan?"
Nuca mengangguk lemas.
Tiara : " aku akan bantu obati luka kamu.... bentar aku ambil tas aku dulu "
Kemudian tiara mengambil tas koper kecil di kamarnya. Tas itu memang selalu ia bawa saat bertugas. Kebetulan saat nuca menyergapnya, tas itu masih ada di tangan tiara.
Tiara : " maaf ya... ini agak sedikit sakit... dahi kamu agak robek jadi harus aku jahit"
Nuca menatap tiara heran seperti tidak percaya jika tiara bisa mengobatinya.
Tiara : " jangan takut... aku pelan - pelan "

Hingga...
Saat tiara mulai membuka kopernya, nuca melihat di dalamnya ada beberapa alat periksa, gunting, pisau dan obat - obatan. " ternyata gadis ini membawa alat - alat tajam... sebenarnya bisa saja dia melawan gue tapi kenapa dia diam saja ya??". Ucap nuca dalam hati yang masih tidak percaya dengan sikap tiara.
Nuca juga baru perhatian ternyata di jas yang tiara pakai ia melihat id card bertuliskan dokter... meskipun nuca tidak bisa membaca nama tiara karena tertutup dengan sebagian kerudungnya.
" hhhh... ternyata yang aku bawa kabur ini seorang dokter" dalam hati nuca.

Tiara melanjutkan pengobatannya. Ia menjahit luka lebar yang ada di dahi nuca, membersihkan darahnya dan mengobati lengan kanannya yang juga lumayan parah.
Nuca yang sedang diobati tidak berani melihat wajah tiara karena merasa malu  perbuatan tidak baiknya selama ini ternyata tiara balas dengan kebaikan.
Setelah semua selesai tiara merapikan peralatannya dan membaringkan badan nuca di atas sofa. Lalu ia berdiri mencoba mencari apa yang bisa ia masak untuk nuca.
Tiara pergi ke dapur tetapi tidak menemukan apapun. Kulkasnya kosong tinggal beberapa minuman saja.
Baru ia ingat jika ia membawa sekantong bahan makanan pesanan bundanya yang telah ia beli dari mini market.
Tiara segera mengambilnya dan membuatkannya bubur.
Tiara : " alhamdulillah dah selesai.... cowok itu harus segera makan dan minum obat supaya lukanya cepat pulih dan nggak kena infeksi ".
Kemudian Tiara membawa bubur itu ke depan nuca yang ternyata tertidur.
Tiara : " heyy... mas...mas... ". Panggil tiara beberapa kali dan nuca pun masih memejamkan matanya.
Tiara memanggilnya kembali dengan menggoyangkan lengan kirinya tetapi nuca tetap tidak membuka matanya.
Ia mulai panik dan mencoba mengecek pernapasan dan denyut nadinya. Dan...
" alhamdulillah dia masih bernafas.... mungkin ia menahan sakitnya sampai tertidur...." batin tiara sambil menatapnya dengan iba.

Tiara masih memandangi nuca yang tertidur di depannya.
" kamu ... cakep banget sihh... eh astaghfirullah...tiara ... tiara.." dalam hati tiara.
Tangan nuca mulai bergerak... tiara yang melihatnya langsung memanggilnya...
Tiara : " hey... hey... "
Nuca berusaha membuka matanya....
Dan saat itu ia melihat tiara berada di sampingnya sambil tersenyum.
Nuca pun mencoba duduk tapi tiara menahannya.
Tiara : " nggak usah bangun... badan kamu masih lemah. Ehm... ini aku mau suapin kamu". Sambil memwgang semangkuk bubur buatannya.
Sementara Nuca menatap tiara dengan rasa bersalah.
Tiara mulai mendekatkan sesendok bubur ke mulut nuca . Nuca tetap diam. hingga setelah tiara menganggukkan kepala barulah ia memakan bubur yang tiara suapkan.
Setelah menghabiskan bubur dan minum obat, nuca memberikan kunci pintu utama kepada tiara sebagai isyarat jika tiara bisa keluar dari rumah itu. Tiara pun menjadi terharu dengan sikap nuca.
Sejenak tiara memandang nuca sambil menerima kunci yang nuca berikan.

MUTIARA DARI SURGATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang