WAKTU YANG BERPIHAK

592 68 8
                                        

" nuca mana ma??". Tanya dr ardian kepada istrinya yang tengah menyiapkan sarapan.
Mama : " udah berangkat tadi jam enam kayaknya".
Papa : " tumben pagi banget??"
Mama : " tadi pamit ke mama sih... katanya mau periksa data - data "
Papa : " harusnya sudah dari dulu papa ngebiarin dia di musik, buktinya dia jadi mau nuruti papa, ya kan? Papa merasa salah karena memang itu hobi dan cita - citanya, nggak seharusnya papa ngelarang "
Mama : " ya syukurlah pa.. nuca dah mau bantu papa "
-------

Di kantor baru nuca, ia sedang memeriksa data  - data rumah sakit. Yang pertama ia cari adalah data pegawai.
" kalo nggak salah namanya vita.. coba gue cari dulu.."
" banyak sekali pegawainya "
" fita arfiyani, savita angeli..." dan masih banyak lagi nama vita ia ketik dan setelah muncul fotonya tidak ia temukan wajah tiara.
" berarti namanya bukan itu.. coba aku cari lagi.."
2 jam berlalu nuca masih mencari data yang sesuai dengan wajah tiara. Matanya mulai lelah di depan laptopnya.
" sepertinya gue harus cari sarapan dulu nih ".
Mata kabur dan perut keroncongan membuat nuca keluar dari ruangannya untuk mencari makanan.
Sampai di tempat makan ..
Nuca segera memesan yang ia mau. Pegawai - pegawai yang sedang sarapan saling berbisik seperti mau menyapa tetapi segan.
Hingga makanan datang dan ia menghabiskannya tanpa ada teman di sampingnya.
Dalam hatinya : " ga enak juga ya jadi atasan, nggak bisa akrab, nggak punya teman..."
Teh hangat di tangannya ia teguk sekaligus agar cepat kembali ke ruang kerjanya.
--------

Di depan ugd
Tiara dan dr galih sedang bersiap - siap untuk mengoperasi pasien. Keduanya berjalan cepat di belakang pasien yang sedang di dorong oleh perawat. Untuk mencapai ruang operasi mereka melewati ruang makan yang kebetulan nuca barusaja beranjak keluar. Meskipun nuca dan tiara berpapasan akan tetapi nuca tidak bisa mengenali tiara yang memakai pakaian kerja dengan masker di wajahnya . Tiara juga demikian, konsentrasi akan kerjanya membuat ia tidak perhatian dengan sekelilingnya.
Nuca yang telah keluar dari ruang makan kini kembali ke ruang kerjanya.

" eh..... ini....yesssssss". Ucap nuca girang.
Akhirnya nuca menemukan data dan foto tiara.
" Nama : mutiara faiha andini
  Asal : jakarta
  Usia : 25 th
  Dokter umum
  ...................
" dokter mutiara "
" ok berarti tinggal tanya galih "
Nuca yang masih semangat - semangatnya karena telah menemukan data diri tiara segera menuju ruangan galih. Dan seperti yang kalian ketahui dr galih belum selesai mengoperasi pasien sehingga nuca belum menemukan info apapun dari galih.

--------------
Seperti biasa di sore hari nuca pergi dengan teman - temannya. Kali ini mereka ketemuan di taman kota.
Dodi : " weee.. hebat bener lu nuc dah jadi bos sekarang ... kereennn"
Vino : " yoi... tapi lu nggak bakalan berubah kan ke kita - kita ?"
Nuca : " enggak lah... lu pada itu dah kayak keluarga gue.... sebetulnya sih gue bosen banget di rumah sakit, nggak ada temen. Suasananya tu serius terus. Nggak bisa nyante - nyante kayak gini. Bahkan tadi gue makan ya makan sendiri ... semua hanya menyapa saja nggak ada yang mau diajak ngobrol.
Angga : " ya iyalah... lu kan bukan sembarang orang.. yang berani ngedeketin lu ya paling yang jabatannya dah tinggi. Ya nggak sih??"
Saat temannya asik dalam obrolan Nuca justru melamunkan tiara yang belum bisa ia temui. Hatinya seperti memanas menahan rasa yang sudah lama belum terobati.

Karena taman agak jauh dari rumah nuca, pukul tujuh malam ia masih duduk memegang stir nya di jalanan yang macet.
" jam segini masih aja macet... lama bener deh ".
Menunggu cukup lama membuat nuca bosan di mobil, ia pun membelokkan mobilnya ke kiri jalan dan ia parkirkan di depan toko.
" cari minum aja dulu deh ". Sembari turun dari mobilnya lalu masuk ke dalam toko.
" misi mbak...minuman botol sebelah mana ya ?". Tanya nuca kepada salah satu pelayan toko. Kemudian pelayan itu menunjukkan arah tempat minuman sehingga nuca mengikuti arahannya. Saat ia melewati lorong bahan makanan ia menjumpai seorang perempuan yang sedang berusaha mengambil keju yang letaknya terlalu tinggi baginya sehingga sulit untuk diraih. Nuca berhenti dan membantu mengambilkannya.
" ini ya mbak " tanya nuca sambil meraih keju yang dimaksud dan memberikannya kepada perempuan tersebut.
" oh iya makasih ya mas ". Jawab perempuan itu dengan menerima keju yang nuca sodorkan. Ia membalikkan wajahnya ke arah nuca lalu tersenyum.

Nuca yang melihatnya ...
" dokter.... ehm.... dokter mu- mutiara ??" Ucap nuca terbata, tidak menyangka akan bertemu tiara di tempat itu.
" eh.... pak... ". Jawab tiara ragu dengan panggilannya.
Keduanya saling menatap tidak percaya. Dalam hati tiara : " ya Allah akhirnya bisa ketemu dia lagi ".
Sedangkan nuca hanya menatapnya melepas rasa dalam hatinya.
" ehmm...makasih ya pak sudah diambilkan ". Ucap tiara yang memudarkan tatapan nuca.
Ternyata keduanya bertemu kembali di mini market tempat dulu nuca membawa tiara kabur.

Nuca : " iya sama - sama , kamu sendiri ?"
Tiara : " iya pak ". Sambil memasukkan belanjaan lain ke dalam keranjang.

Nuca mengikuti tiara yang berjalan pelan mencari barang - barang yang ia beli.
" bapak mau beli apa?". Tanya tiara menoleh ke arah nuca.
Nuca : " ehm mau beli .... minuman"
Tiara tersenyum memperhatikan sikap nuca yang seakan - akan bingung mencari barang yang akan ia beli.
Tiara : " oh.. ada di ujung sana, mau aku antar ?"
Nuca : " boleh deh "
Keduanya berjalan ke arah minuman. Di tengah jalan :
Nuca : " kamu tinggal dekat sini ya?
Tiara : " he em ".
" ini pak.... " ucap tiara menunjuk lorong minuman yang nuca cari.
Tiara melanjutkan jalannya masih melengkapi belanjaannya.. Nuca terus mengikutinya meski tidak ada yang ia beli lagi selain minuman. Tiara pun menjadi salah tingkah berjalan di depannya.
Setelah keluar dari mini market,
Tiara : " ehm pak... aku pulang duluan "
Nuca : " oh iya.... eh kamu naik apa?, ehm maksudku aku antar aja gimana?"
Tiara : " nggak usah pak ... aku nggak mau merepotkan bapak.... deket kok tinggal naik angkot ..."
Nuca : " aku antar ya??"
Tiara : " nggak usah...tu angkotnya dah ada ". Sambil berjalan mendekati angkot.
" makasih ya.... aku pulang... assalamualaikum ". Lambaian tangan tiara dari dalam angkot.
Nuca : " ehhh...."
Angkot bergerak meninggalkan nuca dan ia bingung bagaimana cara menahannya.
" waalaikumsalam " jawab nuca pelan.
Dalam hatinya : " kok gini sih... aduh gimana nih ".
Spontan nuca mengemudikan mobilnya mengikuti angkot yang dinaiki tiara.
Setelah sampai rumahnya, tiara bergegas memasuki halaman rumahnya tanpa mengetahui ada nuca yang mengikutinya.

Mendengar salam tiara, bundanya pun membukakan pintu.
Bunda : " dah pulang?? Sini bunda bawain..."
Tiara : " udah bun... maaf ya agak telat "
" lho itu siapa? " dia yang ngantar kamu ". Tanya bunda melihat nuca yang berdiri di depan pagar. Tiara membalikkan badannya dan...
" bentar ya bun..."
Dengan langkah penuh tanya tiara mendekati pagar. Dalam hatinya " kenapa pak nuca ngikutin aku "
Tiara : " ada apa ya pak?"
Nuca : " ehm... sebetulnya nggak ada apa - apa sih.... cuma aku kepikiran terus kalo nggak aku sampein....aku cuma mau bilang  ( sambil menatap tiara tajam ) trima kasih sudah mengobati lukaku... dan aku juga mau minta maaf karena sudah..."
Tiara : " oh iya.... sudah aku maafkan... gapapa semua sudah terjadi, dan semua baik - baik saja "jawab tiara yang tidak percaya jika nuca hanya mau mengucapkan terima kasih saja sampai mengikutinya hingga rumahnya.
Nuca : " baiklah.."
" ya udah itu aja kok... aku pulang ya "
Tiara : " he em..."
Nuca masih terdiam seperti tidak ingin melangkahkan kakinya. Ingin ia lebih lama lagi berada di sana.
Tiara juga masih tetap berdiri di tempatnya, di depan nuca meskipun terpisahkan oleh pagar rumahnya.
Tiara : " ehm... pak nuca..."
Nuca : " iya..."
Tiara : " luka bapak gimana?
Nuca memegang bekas luka di lengannya.
Nuca : " dah sembuh... makasih ya dah merawatku "
Tiara : " iya pak... sama - sama"
Nuca : " oya... kantor kamu sebelah mana ?"tanya nuca yang sebetulnya ingin meminta nomor tiara tetapi ia malu mengatakannya.
Tiara  " ohh... lantai 2 ruang mawar 7 pak "
Nuca : " ok... sampai ketemu di kantor "
Tiara : " siap pak... makasih ... bapak hati - hati di jalan... assalamualaikum"
Nuca : " iya... waalaikumsalam "

Mobil nuca mulai melaju dan tiara melambaikan tangannya. Perasaannya senang bisa bertemu dan berbincang - bincang dengan nuca.
Nuca juga demikian. Ia sangat senang ternyata kemacetan di jalan mempertemukannya dengan tiara.





MUTIARA DARI SURGATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang