AWAL INSPIRASIKU

646 65 4
                                        

Tiara terdiam sambil menggenggam kunci yang nuca berikan.
Nuca : " pergilah... dari gerbang kamu tinggal lurus nanti ada jalan raya. Dan ambil ini...". Nuca meletakkan dompet miliknya di pangkuan tiara yang duduk didekatnya. Kemudian ia kembali memejamkan matanya.
Tiara : " makasih "
Perasaan tiara lega karena nuca membebaskannya. Ia beranjak ke kamarnya dan mulai mengemasi barang - barangnya.
Setelah selesai berkemas, tiara segera meninggalkan kamarnya dan mengembalikan dompet yang nuca kasih. Ia rasa ia masih punya cukup uang untuk pulang.
Kemudian tiara berpamitan..
Tiara : " hey...aku pulang... assalamualaikum "
Nuca menjawab salam dengan  pelan.

Akhirnya...
Tiara meninggalkan rumah itu dengan perasaan senang bisa segera bertemu keluarganya. Namun saat kakinya melangkah sampai di depan gerbang, ia baru teringat ternyata HP miliknya masih ada di tangan nuca. Ia pun kembali masuk ke dalam rumah.
" assalamualaikum..." ucap tiara sambil membuka pintu.

Ia dapati tubuh yang masih berbaring di atas sofa itu mengigau.
Nuca : " mamaaaa... maaaa.... maaa...".
Tiara segera mendekati nuca dan memegang keningnya.
Tiara : " ya Allah panas banget ".
Darahnya juga kenapa masih mengalir "
Tiara kembali membuka kopernya.... ia mengganti perban dan mengambil air untuk mengompresnya.
Ia juga melepas switer nuca yang penuh dengan darah, menyutikkan obat kemudian menyelimuti badannya.
Setengah jam berlalu dan tiara masih terus menerus mengganti kompresnya.
----------
Langit mulai gelap...
" maa...maaa...." ucap nuca sambil membuka matanya pelan.
Setelah pandangan nuca mulai melebar, ia melihat ke arah sekitarnya dan mencoba mengingat apa yang terjadi padanya. Kepalanya pusing dan lengannya sakit jika digerakkan.
Di samping tubuhnya terlihat tiara yang duduk di lantai dan menyandarkan kepalanya pada sofa, tertidur.
Dalam hati nuca : " ya ampun... gadis ini... bukannya tadi sudah pergi ... kenapa masih disini... aku pikir dia akan meninggalkanku begitu saja."
Kemudian ... nuca melihat selimut yang menempel dibadannya.
" pasti dia... siapa lagi". Sambil memandang ke arah tiara.

Melihat tiara tertidur, nuca menggerakkan badannya mencoba bangun dari sofa.
Nuca : " aahhh...hhh.."
Rintihan nuca membuat tiara bangun.

Tiara : " hey.... kamu mau ngapain ?".
Tiara membantu mendudukkan badan nuca.
Tiara : " sekarang rasanya gimana ?", " masih pusing ya ?", " gimana kalo kita ke rumah sakit?"
Nuca menggeleng dengan menahan sakit.
Tiara : " kamu jangan banyak bergerak dulu ".

Nuca : " kenapa kamu belum pergi ".
Tiara : " ehm...maaf .... tadi aku cuma mau ambil HP aku... masih kamu simpan kan?"
Nuca berusaha berdiri untuk mengambil HP tiara akan tetapi  tiara melarangnya...
Tiara : " jangan berdiri dulu ...kamu masih lemah.... aku nggak jadi pulang sekarang....ehm.. aku nggak tega ninggalin kamu... karena bagiku satu nyawa terselamatkan akan menyelamatkan hati dan harapan seluruh keluarganya, pasti keluarga kamu juga ingin melihatmu pulang... ya kan...".
Kata - kata tiara pun mengejutkan nuca.

" kamu tunggu sini aku akan membersihkan badan kamu...
Kasih tahu aku dimana pakaianmu?"
Nuca menunjuk ke arah kamar yang tiara tempati. Sebetulnya kamar itu adalah kamar nuca yang sering ia tempati saat ia tidak bisa pulang ke jakarta sehabis les musik dulu.

Setelah tiara mengambil air dengan baskom ia mulai membersihkan muka, tangan dan kaki nuca dengan lap basah.
Nuca hanya bisa menatapnya karena kondisinya yang lemah. Sebetulnya nuca ingin mengelap badannya sendiri akan tetapi ia tak mampu.
Tiara : " kamu ganti baju dulu ...". ( Sambil menyodorkan tangannya mau melepas bajunya).
Keduanya saling menatap dan nuca meraih baju yang ada di dekatnya.
Nuca : " ehmm entar aku pakai sendiri "
Tiara : " o... iya maksud aku itu". Ucap tiara menahan malu.
" kamu gimana sih tiara.... ya masa mau gantiin bajunya... ih nggak tahu malu..." dalam hati tiara.
Tiara : " baiklah kalo gitu aku mau ke kamar dulu."
Tiara membiarkan nuca mengganti pakaiannya sendiri. Ia pun pergi ke kamarnya dan mengurungkan niatnya untuk  pulang. Semua barangnya kembali ia taruh dan...
" ok.... aku mulai dari sini". Ucap tiara mulai membersihkan tempat tidurnya.
Ia membersihkan semua ruangan yang ada di rumah itu. Mulai dari menyapu, mengepel dan membersihkan jendela.
Nuca hanya memandangi tiara yang lalu lalang di sekitarnya.
----------

MUTIARA DARI SURGATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang