POSISI YANG SULIT

591 86 7
                                        

Mobil rumah sakit membawa dr ardian, nuca dan tiara menuju rumah sakit tempat dr galih dirawat.
Selama perjalanan ...
Dr ardian : " kok bisa ya dr galih kecelakaan??, padahal dia itu orangnya hati - hati sekali "
Nuca : " ya namanya juga musibah pa... ".
Dalam hati tiara : " jangan - jangan dr galih kecelakaan gara - gara jawabanku kemarin di WA?" Kalo iya karena itu, gimana ? Berarti penyebabnya aku ?? Kalo terjadi apa - apa gimana?, nyawanya terselamatkan nggak ya?,Ya Allah... semoga dr galih nggak kenapa - napa".
Tiara sangat takut jika dr galih meninggal, ia merasa sangat bersalah dengan peristiwa itu. Ia juga sangat khawatir karena kabar yang sampai kepada mereka belum jelas.
Sementara nuca yang melihat tiara disampingnya dengan wajah sedih dan matanya menahan tangis pun bertanya : " kamu sesedih ini karena galih ?"
Tiara : "hmmmm ??" " akuuu .."
Tiara bingung mau menjawab apa, mulai sekarang ia harus hati - hati dalam bicara untuk menjaga perasaan nuca.
Tiara : " ehm... aku... cuma nggak nyangka dengan musibah ini. Saat aku bersiap - siap pergi dengan dr galih, dia minta aku tetap tinggal dan membiarkannya pergi sendirian. Bisa jadi kan karena ngantuk ato melamun dan nggak ada yang negur dia...kecelakaan itu terjadi "
Nuca : " aku tahu kamu sebagai bawahannya boleh aja sedih, aku juga sedih kok, tapi aku harap kamu jangan nyalahin diri kamu sendiri, namanya juga musibah nggak ada yang tahu kan?"
Tiara mengangguk membenarkan ucapan nuca meskipun wajahnya tak dapat membohongi nuca jika ia sangat memikirkan dr galih.
Dr ardian : " udah lah yang penting kita berdoa supaya dr galih baik - baik aja... jangan sampai merusak kebahagiaan kalian yang sebentar lagi mau berumah tangga kan "
Tiara : " iya dok..."
Nuca pun tersenyum menatap tiara yang mengiyakan ucapan papanya dengan ramah.

Mobil terus melaju hingga tibalah mereka berempat dengan si sopir di rumah sakit yang dimaksud.
Setelah meminta keterangan dari bagian lobi, mereka bergegas menuju ruang yang di maksud. Ternyata dr galih masih berada di ruang operasi.
Sesampainya di depan ruang operasi mereka bertemu dengan papa mama dr galih. Keluarga galih merasa terhibur dengan kedatangan dr ardian dan nuca yang sudah mereka kenal cukup lama.
Tiara mendekati mamanya yang sedang menangis dan duduk disampingnya.
Tiara : " tante... aku tiara temen dr galih... tante baik - baik saja kan?"
Kemudian mama galih memeluk tiara sambil berkata : " kamu dr tiara ya...". Tiara membiarkan mama galih membasahi kerudungnya karena air matanya yang masih terus mengalir. Tiara hanya bisa membelai punggung mama galih.
Adapun dr ardian dan nuca, keduanya duduk menemani papa dr galih yang kelihatan sangat bersedih.

Pintu ruang operasi masih tertutup. Dr galih tengah menjalani operasi di bagian kepalanya akibat benturan dengan kaca mobilnya yang terlalu kuat sehingga terjadi pendarahan. Adapun luka lain tidak separah kepalanya.
Setelah cukup lama mereka menunggu dan keadaan papa mama galih sudah mulai membaik, dr ardian mulai membuka obrolan dengan mereka.
Dr ardian : " kalo boleh tahu apa yang terjadi pak?". Tanya dr ardian kepada papa galih.
Papa galih : " katanya dia nabrak tiang listrik, kepalanya membentur kaca mobil dan terjadi pendarahan di kepalanya dok , kami juga kaget terima telpon dari rumah sakit ini."
Mama galih : " iya dok bantu sembuhin galih. Ia anak satu - satunya yang kami punya. Kami nggak mau dia meninggal. Ia juga selalu bilang ingin segera memberi kami cucu... ia ingin mengelola klinik bersama istri dan anak - anaknya nanti dan ia ingin menyembuhkan banyak pasien...". Ucap mama galih yang masih belum menerima kecelakaan itu.
Tiara yang mendengar hanya diam kagum dengan keinginan dr galih. ia pun ikut larut dalam kesedihan mama papanya.
Sementara nuca hanya memandang tiara yang wajahnya sembilu, ia tidak tega melihat tiara sedih.

Beberapa saat kemudian operasi selesai dan keluarlah seorang dokter yang menangani galih dari ruang operasi.
Papa galih : " dokter gimana keadaan anak saya ?"
Dokter : " operasi telah selesai, darah dari kepalanya keluar begitu banyak. Sementara biar di rawat di ICU dulu sambil nunggu perkembangannya, bisa jadi nanti  ada operasi lanjutan jika memang tidak ada perkembangan. Kondisi sekarang belum sadar, kita tunggu saja semoga cepat membaik ".
Papa galih : " ya dok terima kasih".

MUTIARA DARI SURGATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang