MUTIARA YANG KUAT

683 51 0
                                        

Di sisi kehidupan lain, tinggalah seorang gadis berhijab yang hidup sangat sederhana di tengah mewahnya dunia. Mutiara namanya... atau panggil saja tiara.
Ia adalah anak dari seorang pengusaha tambang. Ayahnya bekerja di luar jawa. Sementara mutiara , ibu dan adik perempuannya tinggal di jakarta. Meskipun mereka hanya bisa bertemu dengan ayahnya  sebulan sekali, hal itu tidak menjadikan keluarga tiara jauh dari ayahnya. Bisa dikatakan bahwa keluarga mereka harmonis, mereka dekat satu sama lain, saling terbuka dan saling support. Jika sang ayah pulang ke jakarta, ia selalu mengajak istri dan anaknya sharing untuk memecahkan setiap permasalahan yang mereka hadapi.
Kehidupan tiara bisa dikatakan lumayan mapan, meskipun tidak mewah.
Ibunda tiara adalah seorang penjahit. Penghasilan yang ia dapatkan ia tabung sebagai simpanan kelak jika membutuhkan, karena untuk memenuhi kebutuhan hariannya sudah cukup dari gaji sang ayah.
-----------
Kini tiara bekerja sebagai seorang dokter baru di salah satu rumah sakit di jakarta. Baru satu bulan ia bekerja setelah lulus dari kuliahnya. Tiara memang memiliki keinginan menjadi seorang dokter sejak kecil. Keinginannya muncul semenjak adiknya yang laki - laki meninggal ketika tiara masih SMP. Saat itu sang adik mengidap penyakit kanker darah. Seluruh anggota keluarganya tidak pernah melihat tanda - tanda sakit padanya, karena adik tiara ini termasuk anak yang ceria. Kadang mengeluh sakit kepala kemudian beberapa saat ia bilang sembuh, kadang mengeluh sakit perut dan beberapa saat kemudian sem buh. Demikian juga dengan kaki dan tangannya. Dan herannya satu keluarga tidak ada yang curiga jika sakitya perlu diperiksakan ke dokter.
Waktu berjalan seperti begitu cepat. Suatu hari adik tiara merasa kesakitan di seluruh anggota badannya. Dan saat dibawa ke rumah sakit, barulah diketahui jika ia terkena leukimia. Ia pun tidak lama di rawat di rumah sakit, selang beberapa hari di rawat, ia pun menghembuskan nafas terakhirnya.
Tiara dan keluarganya sangat sedih dan merasa bersalah karena tidak merawatnya dengan baik dan bahkan kurang memperhatikannya. Sejak saat itu cita - cita tiara untuk menjadi dokter pun sangat tertanam dalam hatinya. Keinginannya untuk bisa mengobati orang sakit dengan harapan banyak orang yang tidak akan kehilangan sebagaimana yang ia dan keluarganya alami.
----------
Tiga bulan kemudian...
di waktu sore tiara sampai di rumahnya dengan diantar taxi. Sampai depan pintu...
Tiara : " assalamualaikum"
Ibunda tiara : " waalaikumsalam"
" eh....tiara ...udah pulang?"
Tiara : " iya bun....ayah lagi ngapain?"
Ibunda : " ada di kamarnya sedang mengaji"
Tiara memegang tangan kanan ibundanya kemudian menciumnya.
Setelah itu tiara langsung menuju kamar ayah dan memastikan jika ayahnya baik - baik saja.
Kebetulan tiga bulan terakhir ini ayah tiara sudah tidak bekerja. Kata dokter sang ayah sakit flek paru - paru. Sudah berobat beberapa kali tetapi belum sembuh sehingga ia memutuskan untuk beristirahat dulu di rumah dan mengajukam cuti dari kerjanya.
Tiara : " assalamualaikum ayah..."
Ayah : " waalaikumsalam....". Ayah pun menghentikan bacaan Al Qur'an nya dan meletakkannya di atas meja samping tempat tidurnya, kemudian tiara mencium kedu tangan ayah. " tiara.. kamu dah pulang???" Tanya ayah
Tiara : " udah ayah.... ayah gimana? Masih sesak ?"
Ayah : " udah mending kok... kan udah minum obat"
Tiara : " kalo ayah merasa ada yang nggak enak cepet bilang tiara ya yah..."
Ayah mengangguk...
Ayah : " tiara...maafin ayah ya... belum bisa kasih nafkah untuk kamu dan bunda...sekarang malah kamu yang capek kerja "
Tiara : " ga papa yah... yang penting cukup....lagian tiara juga masih muda...masih kuat...".
Tiara : " ayah udah makan?"
" belum ra... entar bunda aja yang ambilin ". Ucap bunda memasuki kamar tempat tidur ayah.
Bunda : " kamu mandi dulu aja ra...makan trus istirahat....kamu kan juga capek...biar bunda yang urusi ayah".
Tiara : " iya bun..."
Tiara pun keluar dari kamar ayah dan memasuki kamar adiknya.
Tiara : " assalamualaikum naila...". Salam tiara untuk adiknya, naila.
Naila : " kak tiara... udah pulang ya kak...entar bantuin naila kerjain PR kak...susah nih...". Pinta naila yang sedang mengerjakan PR matematika. Naila sekarang duduk di bangku kelas 2 SMA.
Tiara : " iya..pasti kakak bantuin"
---------

Keesokan harinya...
Seperti biasanya, tiara harus bangun pagi, membantu bundanya di dapur sebelum berangkat kerja. Ia juga harus memastikan keadaan ayahnya baik - baik saja.
Tiara berangkat ke rumah sakit dengan menaiki taxi. Adapun adiknya berangkat sekolah dengan bersepeda karena sekolahnya tidak terlalu jauh dari rumahnya.

Di rumah sakit....
" dokter tiara...." panggil seorang dokter yang sudah senior di tempat kerjanya.
" ya dokter galih..." jawab tiara siap.
Dokter galih : " dokter tiara... setelah ini kita mau operasi pasien kanker usus, nanti kamu bantu saya siapkan semuanya ya..."
Tiara : " baik dok".

Dokter galih ini adalah dokter spesialis kanker. Ia merupakan dokter yang cukup disegani di rumah sakit. Karena selain baik ia juga pandai dan bijak.
Ia juga memiliki wajah yang tampan, sehingga sudah sewajarnya menjadi dambaan para staff cewek di rumah sakit.
Sementara dokter galih sendiri menaruh perhatian kepada tiara sejak awal tiara bekerja. Kebetulan sekarang tiara menjadi partner kerjanya. Bertambah semangatlah dokter galih dalam bertugas.
Keduanya mengoperasi pasien dengan hati - hati.
Hingga selesai operasi...
Dr galih : " dokter tiara...kamu pasti capek dan lapar kan... ayo kita makan siang bareng".
Tiara : " silakan duluan saja gapapa dok...aku nanti nyusul".
Dr galih : " ayo sekalian aja mumpung aku traktir nih ".
Tiara akhirnya menerima ajakan dokter galih.
Sambil makan..
Tiara : " dok...sepertinya ayah saya perlu diperiksa ulang ya... aku takut kenapa - napa"
Dr galih : " belum membaik ya?"
Tiara menggelengkan kepala dengan muka sedih.
Dr galih : " ok.... mau kapan?"
Tiara : " besok?? Atau...??"
Tiba - tiba telpon tiara berbunyi...
Tiara : " bentar ya dok ada telp dari bunda".
Tiara segera mengangkat telponnya dan berdiri dari tempat duduknya.
Tiara : "assalamualaikum bunda...???"
Bunda : " waalaikumsalam.. tiara... kamu dah selesai belum??"
Tiara : " udah bun...tinggal nanti membantu melayani pasien anak - anak aja ", " kenapa bun?"
Bunda : " ehm....a...a...ayah kamu pingsan...bunda bingung" jawab bunda pelan.
Tiara : " apa bun ?? Pingsan??...( tiara sangat kaget )" iya ini tiara langsung pulang".
Kemudian tiara langsung mematikan ponselnya dan memasukkannya ke dalam saku jas nya.
Tiara : " dok... papa aku pingsan ", " aku ijin pulang dulu ya?"
Dr galih : " aku ikut.... ayo kita harus cepet - cepet ".
Keduanya segera berangkat menuju rumah tiara dengan menaiki mobil dokter galih.
Selama perjalanan, dr galih memperhatikan tiara selalu menyapu air mata yang terjatuh ke pipinya.
Dr galih : " berdoa aja, biar tenang ".
Kemudian tiara mengikuti saran dr galih. Ia menundukkan kepala dan berdoa : " ya Allah yang maha kuasa...berilah waktu untuk hamba bisa merawat dan melihat ayah lebih lama lagi, berilah waktu agar bunda bisa menatap ayah lebih lama lagi...., biarkan hamba tetap bisa berbakti di dunia, mohon jangan ambil ayah dalam keadaan yang tidak baik.... jika memang ini sudah waktunya, masukkanlah ia di tempat yang paling baik di sisimu... berilah kekuatan untuk hamba dan keluarga hamba... dan pertemukanlah kami dalam surgamu....aamiin". Doa tiara dalam hati. 😢😢

Tibalah keduanya di rumah tiara kemudian dr galih pun segera menggendong ayah tiara untuk di bawa ke rumah sakit.
Setibanya di rumah sakit , sang ayah diperiksa dan diketahuilah bahwa di bagian paru - parunya banyak flek yang hampir menutup sebagian besar organnya. Ia pun segera dioperasi.
1 hari setelah operasi, ayah tiara  siuman. Dr galih membantu menangani dan merawat ayah tiara.
Di ruang perawatan... ayah senang karena seluruh keluarga berkumpul. Bunda selalu di samping ayah. Tiara dan naila pun bergantian menjaga ayah. Mata tiara mengecil karena kebanyakan menangis. Ia ingin sebaik mungkin merawat ayahnya. Dan tidak ingin kejadian pada adiknya terulang pada ayahnya.....dimana ia tidak punya waktu merawat adiknya lebih lama.
Tiara : " ayah... maafin tiara ya nggak becus merawat ayah...bahkan sudah jadi dokter pun tiara masih belum bisa jaga ayah...ayah sampai sakit."
Ayah : " tiara.... kita harus bersyukur... nikmat itu tidak hanya uang. Keluarga, teman, kesehatan kita, waktu kita, bahkan sakit yang kita derita pun harus kita syukuri. Dengan sakit...kita bisa memperbanyak berbuat kebaikan. Sakit mengingatkan kita bahwa hidup ini memang singkat. Jadi... mau setinggi dan sepandai apapun kamu menjadi dokter... tetap yang mengatur kehidupan kita hanyalah yang di atas.... yang penting kita harus berusaha. Tiara...ayah pesen...jaga bunda dan adik kamu baik - baik... bukannya kamu bilang ke  ayah kalo kamu wanita yang kuat kan?, harus tetap semangat ya... janganlah kematian itu membuat kita lemah...karena semua akan ada gilirannya. Jadi harus tetap semangat...ok..!!.
Tiara memeluk ayahnya yang masih berbaring. Air matanya masih terus saja mengalir. Batinnya mengingatkan bahwa ia harus siap jika suatu saat harus hidup tanpa ayahnya.

Hingga dua hari berikutnya... ayah tiara meninggalkan dunia dalam keadaan tenang...
Tiara dan keluarga sangat berduka. Kini tinggalah bunda, tiara dan naila. Tiara pun sekarang menjadi tulang punggung keluarga. Bunda yang dulu sangat ceria , berubah menjadi agak pendiam.




MUTIARA DARI SURGATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang