TELAH TIBA WAKTUNYA

639 72 25
                                        

" nih habisin sendiri pak ". Ucap tiara sambil meletakkan sendoknya di depan nuca yang menatapnya terus dari tadi.
" siapa yang pesen siapa yang tanggung jawab dong... ya kan ?"
Jawab nuca.
Tiara : " bapak manja ya... bener kata adik bapak tadi ya..".
Nuca : " memang.... makanya kamu siap - siap aja."

" duh apaan sih pak nuca nih... ". Batin tiara.
Nuca telah menyelesaikan makannya dan mereka berdua kembali ke kantornya.
Tak lupa Tiara juga mengulangi permintaan maaf atas sikapnya kemarin dan nuca mengiyakannya. Alhamdulillah kesalahfahaman telah diketahui kebenarannya.
---------
Sampainya di kantor
Nuca segera menyelesaikan pekerjaannya. " ciee yang baru happy ". Ledek zahra adiknya yang dari tadi sudah ada di kantornya.
Nuca : " ngapain disini sih... ganggu kakak??"
Zahra : " ooo jadi kak nuca beli cincin buat kak tiara ?"
Nuca : " kakak mau kerja "
Zahra : " aku setuju kok kak.. cantik , lembut , perhatian , rajin ibadahnya "
Nuca : " iihh keluar sana "
Zahra : " iya iya... ah... cie yang habis ngedate "

Setelah puas meledek dan mengganggu kakaknya kerja, zahra keluar dari ruang nuca, dan tidak jauh darinya ia melihat papanya lalu memanggilnya
Zahra : " paa..."
Dr ardian : " hey... ".
Papa yang mendengar panggilan anaknya pun berjalan mendekatinya.
Papa : " gimana za... betah kan disini?"
Zahra : " iya pa zahra betah... betah banget malah "." Kalo tahu gini harusnya dari dulu "
Papa : " syukurlah... baik - baik ya kerjanya ". Sambil membelai rambutnya.
Zahra : "siap dokter... "., zahra mau kembali ya pa..."
Kemudian ia melambaikan tangan ke papanya.

Dr ardian merasa sangat senang karena harapan besarnya terhadap anak - anaknya sudah banyak yang terwujud. Nuca sudah mau membantunya meskipun ia gagal jadi dokter. Zahra yang dari awal sudah mau belajar di akper akhirnya juga sudah bisa membantunya. Sebetulnya dr ardian tidak ingin memaksakan anak - anaknya terjun di dunia kesehatan. Akan tetapi yang menjadi motivasinya adalah keluarganya sendiri. Saat ia kecil, orang tua dan saudaranya meninggal karena lambatnya pertolongan untuk keluarganya yang keracunan. Ia merasa saat itu tenaga medis masih sangat terbatas. Jadi apa yang ia alami tidak ingin sampai dialami orang lain. Hampir mirip dengan motivasi tiara yang kehilangan adiknya.
------------

Di kantor dr galih..
" sekian lama menunggu dr tiara kok aku ngerasa responnya biasa aja ya... dia memang betul- betul belum siap atau karena sudah ada pilihan lain ... kenapa ya susah banget mengambil hatinya.... atau aku yang kurang sabar..?"
" kak galih... ". Panggil zahra menyadarkan lamunan galih.
Dr galih : " hey kamu za... lagi kosong nih?".
Zahra : " iya... boleh masuk nggak kak ?"
Dr galih : " iya masuk aja "

Galih , selain akrab dengan nuca ia juga akrab dengan zahra karena sejak zahra SMA dulu galih sering main ke rumahnya. Jadi sikap zahra kepadanya juga sudah seperti ke kakak sendiri. Terlebih lagi , sering kali galih main ke rumah akan tetapi nuca tidak ada, akhirnya zahra lah yang menemani galih. Maka tak heran juga sikap zahra ke galih terlihat tidak sopan karena saking akrabnya saat merawat mama tiara.

Zahra : " kak mau martabak nggak?"
Galih : " nggak usah repot "
Zahra : " nggak repot.. ni aku beli 3.... ntar yang satunya buat kak nuca ", " nih ya kak aku taruh sini ".
Dr galih : " makasih ya.."
Zahra : " ya dah deh kak... aku permisi ya... dada .. pak dokter tampan ". Sambil keluar ruangan.

" salut sama anak ini ... baterenya nggak abis - abis....selalu ceria dan semangat , harusnya aku bisa contoh dari dia.... ayo lih semangat lih..." batin galih yang berusaha memulihkan semangatnya untuk tetap menunggu tiara.
---------

Di kantor tiara...
" aku dah yakin sekarang kalo aku tetap menunggu pak nuca. Nggak mungkin kan dia bersikap manis kaya gitu kalo dia nggak merasa nyaman ?, tapi gimana kalo aku salah menilai?, kalo misalnya ia hanya ingin berteman saja gimana?, kata bunda tiara juga harus lihat apa yang jadi kenyataan aja. Yang dah jelas kan dr galih?, aduuh tiara... plin plan deh... nuca ato galih sih??." Lirih tiara.
Tiba - tiba...
" tiaraa...". Sapa vita
Tiara : " eh vit... ya Allah dah lama nih nggak ketemu. Kamu sehat kan ?"
Vita : " sehat... "
Tiara : " makasih ya dah samperin ke sini "
Vita : " iya nih mampir bentar sekalian mau pulang "
Tiara : " dah bel pulang ya?"
Vita : "iihhh... liat tu jamnya.. kamu ngapain aja sih sampai nggak tahu waktu"
Tiara : " oh iya..". Jawab tiara malu.

MUTIARA DARI SURGATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang