ORANG BAIK PASTI BANYAK YANG SUKA

566 59 6
                                        

Ponsel nuca berbunyi , panggilan dari salah seorang temannya.
Nuca : " gue nggak ikutan ya capek ... ".
Ia menolak ajakan temannya.
Nuca : " lain kali gue pasti gabung kok ". Jelas nuca.
Malam itu serasa lama untuk nuca. Ia berharap bisa segera pagi dan bisa kembali bertemu tiara.
----------
Keesokan harinya...
Di rumah tiara...
" bunda.... bunda masih berbaring? Nggak biasanya bunda tidur pagi - pagi, tiara udah selesai buat sarapan ayo kita makan bun?"
Bunda : " kamu dulu aja deh perut bunda sakit, kayaknya salah makan deh "
Tiara memegang kepala bundanya yang ternyata panas.
Tiara :" bunn.. bunda demam ini, aku ambil obat dulu ya..."
Bunda : " nggak usah ...". Jawab bunda tiara yang tak lama kemudian muntah - muntah lalu pingsan.
Tiara sangat panik. Ia mencoba menyadarkan bundanya tetapi belum sadar juga.
Kemudian ia periksa suhu badan, denyut nadi dan perutnya.
Taxi segera ia panggil untuk membawa bundanya ke rumah sakit.

Tiba di rumah sakit,
Tiara mendampingi bundanya sampai di depan UGD. Lalu perawat membawanya masuk.
Sementara tiara masih menunggu dan tak henti - hentinya berdoa semoga bundanya baik - baik saja. Ia tidak ingin secepat ini kehilangan bundanya setelah kepergian ayah dan adiknya.
Dalam hati tiara : " memang semua sudah menjadi takdir, akan tetapi aku tetap berharap pada Mu ya Allah, angkatlah rasa sakit bunda dan berilah bunda kesembuhan ".
Dokter ahlinya pun segera datang dan sudah mengambil tindakan.
Tak lama kemudian, dokter yang memeriksanya menyampaikan ke tiara : " dr mutiara , ibu kamu kena typhus...tadi sudah kami cek laboratorium, mungkin biar opname dulu saja ya ini masih harus dirawat intensif, supaya kamu juga bisa tetap menjalankan tugas kamu di rumah sakit ini "
Tiara mengangguk menyetujui, kemudian seorang perawat mambawa bunda tiara ke ruang perawatan dalam kondisi belum sadar. Tiara mengikutinya dari belakang.
Sampainya di ruang opname, perawat tadi memasangkan infus dan mencoba menyadarkan bunda tiara hingga akhirnya ia siuman.
" alhamdulillah mama kak dokter mutiara dah sadar ".
"Alhamdulillah ". Ucap tiara lega.
Perawat : " kak dokter.. aku permisi dulu nanti kalo butuh bantuan bilang aja ya... bisa pencet tombol itu atau telepon no aku langsung juga bisa ". Tegas perawat sambil memberikan kartu namanya.
" oh iya makasih ". Jawab tiara mengantongi identitas dari perawat tadi.

Beberapa menit tiara menemani bundanya, hand phone nya berdering.
" siapa sih ini nggak ada namanya". Batin tiara yang malas mengangkat telpon tapi akhirnya ia angkat juga.
Tiara : " assalamualaikum iya ini dengan dokter mutiara, ada yang bisa saya bantu "
" waalaikumsalam warohmatullah wabarokatuh, iya nih mau minta bantuan, kamu ada dimana?"
"hhh.. pak nuca??".batin tiara.
" dah punya no aku  "
Nuca : " kok diem?"
Tiara : " ehm ini baru di kamar istirahat bunda, dia habis diperiksa dan ternyata sakit typhus ".
Nuca : " bunda kamu sakit? ok aku ke sana ya "
Nuca menutup telponnya dan langsung menuju kamar bunda tiara yang sudah tiara WA kan nama dan nomor kamarnya.

" assalamualaikum mutiara.."
Sapa nuca yang masuk ke kamar inap bunda tiara.
Tiara yang mendengar sapaannya spontan memberikan ekspresi heran.
Nuca : " maksud aku dokter mutiara "
Tiara : " waalaikumsalam warohmatullah "
" kenapa kesini sih pak?"
Nuca : " lho memang kenapa... boleh dong aku kemana aja yang aku suka "
Tiara : " iya sih "
Nuca : " gimana kondisi mama kamu? "
Tiara : " alhamdulillah sudah mulai membaik, sekarang baru tidur ".
Nuca : " berarti kamu nanti nggak pulang dong jagain mama kamu "
Tiara : " kayaknya enggak "
Nuca : " makan yuk?"
Tiara : " sama bapak ?"
Nuca : " ya iya memang kenapa ... kamu belum makan kan?"
Tiara : " belum sih tapi enggak ah pak malu dilihat orang ".
Nuca : " berarti aku bikin malu?"
Tiara : " eh bukan gitu ... tapi nggak enak dilihat orang.. nanti apa kata orang pak"
Tiara menolak ajakan nuca karena ia minder dengan posisinya yang hanya sebagai dokter umum saja. Padahal perutnya menahan lapar karena ia belum sempat makan dari pagi.
Nuca : "ya udah ayo ke kantor aku "
Tiara : " ngapain pak?"
Nuca : " ya buat bubur lah kan mau makan "
Tiara tersenyum heran dengan ucapan nuca. Nuca pun tertawa.
Nuca : " enggak .. aku bercanda .. entar aku bawain makan kamu ke sini aja.."
" salam buat mama kamu ya ".
Ucap nuca yang meninggalkankan ruangan itu.

Sesaat kemudian dr vita ( teman tiara ) datang.
Vita : " tiaraaaa....". Panggil vita memasuki ruangan bundanya dan membuat bunda terbangun.
Vita : " tantee... gimana keadaannya, dah minum obat tan?."
Tiara : " alhamdulillah udah... tumben nongol biasanya males ke bawah.."
Vita : " mau lihat mama kamu lah.. tadi lewat UGD trus dikasih tahu petugas disana "
Bunda : " makasih ya udah jenguk tante "
Vita : " sama - sama tan ... semoga cepet sembuh."

Tak lama kemudian dr galih yang datang. Sejak di UGD ia juga sudah mendengar kabar tentang bundanya akan tetapi ia sedang bersama pasien.
Ia mengetuk pintu dan..
Dr galih : " dokter tiara... aku masuk ya.."
Tiara : " oh iya dok... masuk aja"
" bun ada dr galih ". Ucap tiara ketika dr galih mendekati tempat istirahat bunda tiara.
Bunda : " dr galih.... ya Allah makasih ya udah jenguk ibu "
Dr galih : " sama - sama bu ", sudah agak enakan bu?"
Bunda : " udah alhamdulillah.. kayaknya ibu salah makan.."
Dr galih : " berarti besok harus lebih hati - hati lagi ya bu... "
Bunda : "iya makasih "

Tiba - tiba tiara dan vita dibuat terkejut oleh perawat yang menjaga bunda tiara.
" kok dokter galih nggak tanya keadaanku ?". Kata perawat yang duduk di kursi dekat meja, sedang menyiapkan makan untuk bunda tiara.
Dr galih tertawa dibuatnya.
" ih nggak tahu malu banget sih". Bisik vita kepada tiara yang melihat tingkah si perawat.
Tiara : " hush..". Tiara memberi isyarat supaya vita diam.

Dr galih : " kalo gitu aku pamit dulu bu, masih ada pasien. Smoga cepet pulih ".
Bunda : " aamiin "
Dr galih : " dr tiara aku keluar dulu "
Tiara : " oh iya ... makasih dok ".
Dr galih : " mari dokter vita "
Vita : " iya dok ... "
Perawat : " daaaag dr galih..."
" genit banget sih "batin vita.

Setelah dr galih keluar...
Tiara : " vit... tumben kamu nggak heboh lihat dr galih"
Vita : " udah nggak... dah ada gebetan lain. Males deketi dr galih, banyak saingannya. Lihat aja tuh perawat sampai segitunya..., ya siapa yang nggak mau sama dr galih.?, dah cakep, baik, humble, penyabar...".
Tiara menyimak perkataan lirih vita di depannya. Dalam hati tiara : " jadi vita dah nggak mengharap dr galih lagi?, apa aku terima aja lamarannya?".

Perawat : " bu makan dulu ya?".
Bunda : " nanti aja sus.. ibu males makan , mual"
Tiara : " bundaaa... bunda harus makan...nih tiara suapin".
Bunda : " bunda inget ayah  "
Tiara : " bunda... jangan gitu... tiara jadi sedih... ini bun .. ak- ak.."
Bunda : " bunda nggak mau".
Vita : " iya tan makan dulu biar cepet pulang"

Perawat : " kak dokter... sini aku aja yang suapin".
Perawat itu mengambil mangkuk bubur yang ada di tangan tiara.
Perawat : " ibu... dulu waktu anak - anak ibu kecil dan sakit pasti ibu kuatir kan kalo anak ibu nggak makan??... nah sekarang kak dokter tiara yang khawatir kalo ibu nggak makan.. lagian kalo ibu kangen bapak trus ibu nyusul bapak... kak tiara sama siapa dong ? Kasian kan kalo sendirian ?"

Mendengar ucapan si perawat, bunda tiara akhirnya membuka mulutnya dan perawat tadi menyuapkan makanan ke dalam mulutnya dengan pelan - pelan, sambil bercerita banyak hal yang lucu sampai tak terasa ia telah menghabiskan buburnya.
Tiara kagum dengan perawat tadi. Meskipun ia cerewet dan kadang membuat kesal akan tetapi ia punya trik - trik yang tiara harus belajar darinya.

Vita : " tiara aku kembali kerja dulu ya... permisi ya tan"
Tiara : " iya makasih ya "
----------
Setelah minum obat, bunda tiara kembali memejamkan matanya untuk beristirahat.
Nuca yang pergi mencari makan kini telah kembali.
Nuca : " assalamualaikum dr mutiara.." ( sapa nuca yang mulai terbiasa dengan mengucap salam setelah sekian hari akrab dengan tiara )
Tiara : " waalaikumsalam ".
Nuca : " nih aku dah beli dua bungkus makanan buat kita, ayo kita makan disini aja ".
Tiara : " makasih ya pak "
Nuca : " he em ".

" pak ... buat aku mana?, aku kan juga laper ". Kata seorang perawat yang masih berada di  ruangan itu.
Nuca menolehkan wajahnya dan..
" oh kamu belum makan ??, ya udah ini.."
Perawat : " yeee.. terima kasih bapak ".
Nuca menyerahkan makanannya untuk perawat tadi.
Dalam hati tiara : " ini pak nuca yang terlalu baik atau perawat yang nggak tahu malu sih...
- astaghfirullah -, atau mungkin mereka dah saling kenal... iya bisa jadi....tiaraaaa...". Sambil mengelus dadanya supaya tidak ada prasangka buruk tentangnya.
Tiara : " oh yaudah ini  buat bapak aja ". Sambil meletakkan bungkusan itu di depan nuca.
Nuca : " udah makan aja... kamu yang belum makan dari pagi kan?, muka kamu aja pucat... ntar gampang tinggal beli lagi..",
Kalo gitu aku mau kembali ke kantorku dulu ya...". Sambil melangkahkan kakinya keluar dari ruangan.
Tiara : " makasih ya pak.."
Perawat : " terima kasih pak... makanannya enak ".

Tiara hanya memandangnya heran. Dalam hatinya berkata :
" nggak dr galih nggak pak nuca... heran deh... banyak sekali penggemarnya"

MUTIARA DARI SURGATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang