Chapter 19: Kematian dan Kesempatan Kedua

16 3 0
                                    

"U-Ukh ...."

Aku membuka kedua mataku yang terasa amat berat dengan susah payah. Tampak sebagian besar dari kota ini telah hancur. Api membakar segalanya, termasuk kedua tanganku. Rasanya sangat panas .... Api ini mulai menjalar ke seluruh tubuhku. Aku merasa sangat tidak berdaya, dan kurasa aku bisa mati kapan saja.

"Sakit ... sekali ..., p ... panas ...."

Aku menatap ke langit. Seorang pemuda sedang melayang-layang di langit, ia dikelilingi aura hitam dan sedang mencengkram tubuh seorang gadis berambut pirang panjang. Gadis itu tampaknya sedang terluka parah dan tengah sekarat. Dia adalah ... Hikari ....

Pemuda itu menatap tajam ke arahku. Kini aku dapat melihat wajahnya dengan jelas. Pemuda itu sudah tak asing lagi bagiku, ia adalah ... Emperor ....

"Klimaks dari game ini telah tiba, Zero Nightwoods. Tetapi kau telah mengecewakanku. Kekuatan dari potensimu ternyata sangatlah lemah. Sekarang ..., matilah seperti serangga di sana bersama dengan gadis ini!!" ucapnya dengan suara yang menggema ke segala arah. Ia melempar gadis itu ke arahku, kemudian ia melempar ratusan pedang panjang ke arah kami.





"Ti-tidak!!"












"TIDAK!!!"









Ratusan pedang itu menancap di tubuhku. Kedua mataku terasa semakin berat. Darah mengalir semakin deras dari luka-lukaku. Pandanganku semakin menggelap dan memudar. Rasa sakit yang amat sangat menghampiri diriku.

"Jadi ..., inilah akhir dari hidupku?" Aku tersenyum miris.

"Maafkan aku ..., dunia MineWorld ...."

Tepat setelah ucapan itu terlontar, pandanganku menggelap sepenuhnya. Rasa dingin yang amat menusuk menghampiri sekujur tubuhku

"Hahaha ...."

"Aku sudah mati, ya?"

"Menyedihkan sekali."

"Apa ini ... akhir dari kisah hidupku?"

"Yah, setidaknya aku mati sebagai pahlawan ...."

"Pahlawan yang berkorban demi dunia yang kuciptakan, walaupun sebenarnya aku belum memahami dan menjelajahi dunia ini sepenuhnya .... Bahkan, aku gagal melindungi dunia ini .... Hahaha, dewa macam apa aku ini."

"Ya sudahlah .... Ini sudah kehendak Sang Takdir."

"Mati seperti ini ... tidak terlalu buruk, kok."














"Tidak. Kisah hidupmu belum selesai, wahai manusia dari bumi, Zero Nightwoods."

"Hah?!" Kedua mataku membelalak begitu mendengar suara itu. Aku segera menolehkan kepalaku ke kanan dan kiri, tapi sejauh mata memandang, yang kulihat hanyalah kegelapan yang amat pekat.

Tak lama kemudian, setitik cahaya timbul di hadapanku, perlahan menjadi semakin terang, hingga akhirnya menjadi cahaya putih yang amat menyilaukan, memaksaku untuk menutup kedua mataku dan melindunginya menggunakan lengan kananku.

"Ukh!!!"

Tak lama kemudian, cahaya yang menyilaukan itu lenyap. Kusingkirkan lenganku dari wajahku. Kudapati bahwa aku tengah berada di sebuah gua yang remang-remang dan dipenuhi oleh kristal berwarna ungu gelap. Seorang pemuda berambut hitam yang hanya memiliki satu mata dan satu lengan tengah berdiri di hadapanku. Lambang matahari hitam melayang-layang tepat di belakang punggungnya.

"Perkenalkan, manusia. Namaku adalah Yuto Zamoto. Aku adalah salah satu dari dua dewa penguasa seluruh semesta. Aku merupakan dewa penguasa energi negatif atau Multiversal Negative God." Pemuda itu berucap dengan suara nyaring yang menggetarkan gua tersebut.

RE: Legend (The Past of The Lord)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang