"Dasar ... aku kan belum bilang setuju untuk ikut ...," gerutu Zero sembari mengerucutkan bibirnya layaknya anak kecil yang merengek-rengek minta dibelikan mainan oleh orangtuanya.
"Tidak masalah, bukan?" ujar Hikari sembari tersenyum. "Membeli yang baru lebih baik. Ini adalah pesta yang besar. Karena itu, kita harus menunjukkan rasa hormat kita kepada King Max Dizer melalui pakaian yang kita kenakan."
"Ya, ya ...," sahut Zero tanpa menoleh, membuat Hikari menghela napas berat.
"Kau ini ...."
Saat ini, Zero dan Hikari tengah melangkahkan kaki mereka menyusuri jalanan kota pusat yang amat ramai. Kios para pedagang tampak di sisi kanan dan kiri jalan. Kereta kuda dan para pejalan kaki terus berlalu lalang. Suara-suara para pedagang yang tengah menjajakan dagangan mereka membuat suasana di sekitar semakin jauh dari kata sunyi.
"Omong-omong, apa toko pakaian itu masih jauh?" tanya Zero sembari terus menatap orang-orang dan kereta-kereta kuda yang terus berlalu lalang.
"Tidak, kok. Sebentar lagi sampai," ujar Hikari.
Dan benar saja. Beberapa menit kemudian, mereka pun tiba di sebuah toko pakaian yang cukup besar. Berbagai jenis pakaian tertata rapi di balik kaca, benar-benar menggoda orang-orang yang lewat untuk mampir di toko tersebut. Tepat di atas pintu kaca kembar yang menjadi pintu masuk ke toko itu, sebuah papan kayu tergantung, memamerkan tulisan: 'Izuna Clothes Shop.'
"Ini tokonya?" tanya Zero.
"Ya, ini toko langgananku. Kualitasnya bisa kujamin, soalnya aku sudah sering berbelanja pakaian di sini," sahut Hikari sembari mendorong pintu kaca kembar tersebut dengan sopan dan perlahan.
Pakaian-pakaian beraneka ukuran, model, dan warna yang tergantung dengan rapi membentuk deretan bagai rak-rak buku di perpustakaan segera menyambut mereka. Sebuah karpet merah berbahan bulu Wooly Dragon terbentang dengan rapi. Lampu-lampu sihir tergantung di langit-langit, menerangi ruangan yang amat luas ini. Seorang wanita berambut putih bagaikan salju yang diikat menggulung ke belakang menyambut mereka dari balik konter dengan senyum ramah dan sapaan.
"Ah, Nona Hikari. Anda membawa pacar kali ini?" goda kasir tersebut.
"Bilang sekali lagi ...," ujar Hikari sembari memunculkan pedang cahaya di tangannya secepat kilat dan langsung menodongkannya ke leher kasir tersebut, membuat Zero beserta sang kasir bergidik ngeri. Mata keemasan Hikari bersinar, tampak dipenuhi hawa membunuh. Aura hitam yang kelam mulai menyeruak dan menutupi lantai di sekeliling. Beruntung, pengunjung yang ada pada saat itu hanya Hikari dan Zero. Jika tidak, tentu sang kasir sudah rugi besar sekarang karena pelanggan-pelanggannya kabur semua.
"Ah. Saya hanya bercanda, Nona Hikari ...." Kasir tersebut mencoba mencairkan suasana, berusaha mempertahankan senyum ramah yang terukir di wajahnya, padahal keringat dingin sudah mulai membasahi seragam kasir yang ia kenakan.
"Ok, baiklah ...," ujar Hikari sembari melenyapkan aura membunuhnya dan tersenyum ramah, membuat sang kasir langsung menghela napas lega.
"Hei, Zero. Ayo kita langsung mulai memilih ba ...." Ucapan Hikari langsung terhenti ketika ia menoleh ke belakang dan melihat bahwa rekannya, Zero, tidak ada di tempat ia berdiri sebelumnya.
"... ju ...."
"Hei, ke mana temanku?" tanya Hikari dengan wajah bingung kepada sang kasir.
"Entahlah," sahut kasir tersebut. Kebingungan juga mulai tersirat dari wajahnya.
Sementara itu, rupanya Zero tengah bersembunyi di balik salah satu dari sekian banyak deretan baju-baju yang tergantung dengan rapi. Sekujur tubuhnya gemetaran. Ia bahkan tak berani mengintip. Wajahnya benar-benar pucat. Tampaknya, killer aura yang dipancarkan oleh Hikari tadi telah memberikan mental trauma kepadanya.
"Hii ..., seram!! Hikari menyeramkan!!"
To be continued
Coming Soon
Chapter 16: Masa Lalu Hikari (1)
(Author: Adegan romancenya masih chapter depan, weeek kena prank lagi :p *digebukin readers seketika*
Readers: DASAR AUTHOR LAKNAD TUKANG PHP!!!)

KAMU SEDANG MEMBACA
RE: Legend (The Past of The Lord)
FantasiStory ini adalah flashback dari story RE: Herobrine) Sejarah dan masa lalu yang terselubung dalam misteri... Akan segera terungkap... Zero adalah seorang manusia biasa yang secara tak sadar menciptakan sebuah dimensi bernama MineRealm, dimensi yang...