Chapter 08.

4K 300 8
                                        

"Bun,Ega beneran mau dijodohin?." Tanya Mega sekali lagi memastikan.

Yap,sekarang hari kepulangan Mega dari rumah sakit.sedangkan dua hari lagi dia akan melaksanakan Ujian Nasional.

Bunda Rani yang sedang sibuk merapikan pakaian Mega hanya membalasnya dengan gumaman.

"Bunnnn,Ega kan mau kuliah di Yogya.bareng sama teman-teman ega." Bujuk Mega kepada bundanya sekali lagi.

"Kan bisa kuliahnya abis nikah bareng suami kamu,biar bunda ga khawatir kalau kamu jauh sama bunda." Jawab bundanya masih sibuk dengan pekerjaannya.

"Bunda percaya ko sama Harish,keliatan banget muka muka tanggung jawabnya." Rani menghela nafas sebentar sebelum melanjutkan ucapannya.

"Makanya bunda,papah,mama,sama ayah sengaja mempercepat akad,biar kamu bisa langsung kuliah.dan Harish juga bisa Nerima tawaran jadi dosen di Yogyakarta nanti." Lanjut bunda masih sibuk dengan pakaian mega.

"Wait!? Pak Harish bakal jadi dosen Ega di Yogyakarta nanti?!." Tanya Mega memastikan.

"Emang Harish ga ngasih tau kamu?." Bunda Rani balik bertanya.

"Jangankan ngasih tau,ngobrol Deket aja Ega belum pernah Bun kecuali kemarin itu."

"Eh,tapi bun.pak Harish kan kepala sekolah baru di sekolah Ega.masa dia mau pindah lagi sih?!."

"Ega,bunda ga suka ah.kamu manggil Harish 'dia dia' gitu." Tegur Rani.

"Iya iya maaf.tapi beneran deh bun.pak Harish itu baru aja masuk jadi kepala sekolah baru aku.masa mau pindah lagi sih?!." Ulang Mega.

Bunda hanya mengangkat bahunya.tanda memang ia tidak tau.

Bukan,Lebih tepatnya malas menjawab.

Mega diam,seketika pikiran nya melayang pada kejadian dua hari yang lalu,

"Kenapa ega.?."

"Maksudnya?."

"Ish,bapa pura pura bodoh atau emang kelewat pinter sih?!."

Harish mengangkat sebelah alisnya.Sebelum tangannya tiba tiba saja mendarat mulus di puncak kepala Mega.

Mengelus nya lembut,kemudian cup!

Mega yang terkejut mendapatkan serangan yang tiba-tiba hanya terbujur kaku.jantungnya berpacu lebih cepat dari biasanya.

Dan ia yakin pipinya sekarang sudah merah seperti tomat.ah ia sangat malu.

"Saya ngerti maksud kamu."

Mega diam.

Dan ucapan selanjutnya sukses membuat Mega gelagapan sendiri.

"Karena saya sudah terlanjur jatuh hati sama kamu."

***

"Ahhhh,akhirnya gue bisa balik ke kamar gue lagi.rasanya badan gue remuk semua gara gara tiga hari tiduran Mulu."

Mega tersenyum sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar.

Tapi,dahinya sedikit terlipat tatkala menemukan sebuah kotak berwarna biru laut berada di depan meja riasnya.

Mega bergegas untuk mengambil nya,ia semakin bingung ketika terdapat sebuah note dengan tulisan

selamat datang cinta❤ semoga suka,jangan lupa di pakai saat acara nanti😉.

"Dari siapa yah?."

***

Saat ini Harish sedang menyetir menuju rumahnya.

Sedari tadi bibirnya tidak berhenti menyunggingkan senyum saat mengingat kejadian dua hari lalu di rumah sakit,bagaimana tidak?.

Hari itu adalah hari terbahagia dalam hidupnya.Ayahnya kembali lagi ditambah kebahagiaan lainnya yang tak henti-henti membuatnya tersenyum sampai sekarang.

Yap,gadis itu menerimanya.gadis itu tidak keberatan sama sekali saat tau bahwa dia lah calon suami nya.

gadis yang selama ini ia perhatikan.

Gadis yang selama ini membuat tidurnya selalu tidak nyenyak.

Gadis yang selalu berkelana dalam pikirannya.

Gadis yang- ah, sudahlah.

Sungguh kebahagiaan yang sangat sempurna.

Awalnya Harish mengira Mega akan marah padanya.bahkan lebih parahnya lagi Mega akan mengamuk ketika tau bahwa dia adalah calon suami nya.

Tapi pikiran itu hilang seketika,ketika Harish melihat gadisnya salah tingkah saat ia mengungkapkan isi hatinya.

Sungguh, sangat menggemaskan melihatnya salah tingkah seperti itu.

Ditambah pipinya yang Semerah tomat sangat kontras sekali dengan pipinya yang seputih salju itu.

Sebelum pulang kerumah tadi,Harish menyempatkan pergi ke butik membeli sebuah pakaian untuk gadisnya.

Harish meminta tolong pada bunda Rani untuk menyampaikan bahwa pakaian ini ia belikan untuk Mega.

Agar dipakai pada saat acara lamaran nanti.

Harish sengaja tidak menulisnya di note karena kalau hanya lewat note,Harish takut gadisnya itu tidak mau memakainya.

Makanya ia meminta bantuan pada bunda Rani.

Harish sangat tau Mega,Mega sangat tidak bisa membantah omongan orang tua,apalagi bunda nya.

Jadilah,Harish memanfaatkan keadaan.

***

TBC.

____________________________________

Happy reading.

★ jangan lupa tinggalkan vote

★ Langsung di simpan di library juga boleh😍

★ apalagi di follow:)) boleh banget!!!!

Ig : Ope.pey

Follback? DM

✓THE HEAD MASTERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang