"Sumpah Meg,badan Lo panas banget!?." Panik Aurel saat memeriksa dahi mega yang sedari tadi hanya diam.
"Apaan sih rel,lebay tau gak? Gue gak apa-apa kali."
"Ih beneran Meg,badan Lo panas banget.mending minta izin deh sama pak alex buat ke UKS.dari pada makin parah."
Mega hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban.
"Gue yang izinin yah?."
Mega diam.
Harish yang sadar ada sedikit kegaduhan di kursi mega langsung menegurnya.
"Yang masih mau mengobrol,silahkan keluar."
Aurel yang merasa tersindir oleh ucapan Harish buru buru menjelaskan,
"Emm ini pak,Mega keliatan nya sakit.badan nya panas banget."
Harish mengangkat salah satu alis nya.
"Hanya suhu badan panas kan?."
Jawaban Harish membuat Aurel geram,bagaimana mungkin suhu badan yang panas masih di remehkan?.
"Udah rel, pak Harish bener ko cuma badan panas doang.There's nothing to worry about."
"But-"
"Pak,muka Mega juga udah pucet banget,boleh izin ke UKS?." Nana tiba tiba berbicara berusaha membela Mega.
Tanpa mengindahkan jawaban apa lagi yang akan di keluarkan kepala sekolahnya itu aurel buru buru meminta izin takut terjadi apa-apa kepada Mega.
"Biarkan saja,kamu masih kuat kan Mega? Saya tidak mau ada salah satu murid saya yang tertinggal pelajaran."
Jawab nya dan melanjutkan penjelasan yang sempat tertunda.
"Gila,sadis bener." Bisik aldi kepada Aurel.
Aurel yang mendengar itu hanya menghela nafasnya.ia tidak tega jika melihat keadaan Mega sekarang.
Suhu badan yang tinggi,muka pucat,mata yang merah dan bengkak.Aurel hanya bisa mengelus pundak Mega pelan memberi semangat.
Mega mencekram lengan Aurel tiba tiba yang sedang menulis pandangan Mega mulai kabur dan kepala nya pun bertambah pusing.
"Rel,Ega ga kuat."
Setelah mengatakan itu,semuanya gelap.
***
Ujian Nasional akan dilaksanakan satu Minggu lagi.sedangkan Mega masih terbujur lemas di brankar rumah sakit.
Harish merasa bersalah,setelah mengabaikan suhu panas yang dirasakan mega.
Pria itu kira Mega hanya mengalami masuk angin biasa.
Tapi,setelah di bawa ke UKS sekolah dan di periksa oleh salah satu anggota PMR.panas yang dialami Mega bukan panas biasa.
Dan akhirnya disinilah Mega sekarang terbujur lemas di rumah sakit.belum sadarkan diri.
Rani yang mendengar kabar itu pun panik dan bergegas ke rumah sakit untuk melihat keadaan Mega.
"Harish,gimana keadaan Mega?." Tanya bunda Rani ketika melihat Harish yang sedang duduk di sebelah kasur Mega.
Harish yang merasa namanya disebut,langsung menoleh dan menghampiri calon mertuanya.
Harish meminta maaf pada bunda Rani atas keteledoran nya dalam menjaga mega. Sungguh Harish sangat menyesal telah mengabaikan Mega tadi.
Bunda Rani tersenyum,melihat wajah Harish yang sangat mengkhawatirkan Mega.
"Kamu harusnya ngajar kan?." Tanya bunda Rani setelah Harish meminta maaf.
"Iya bun," jawab Harish tersenyum.
"Yaudah,kamu tinggal aja Mega.biar bunda sama mamah kamu yang jaga mega."
"Mamah mau kesini?." Tanya Harish.
"Iyah,yaudah sana ngajar lagi."
"Yaudah bun,aku ngajar dulu,abis ngajar nanti biar aku yang jaga Mega.titip salam buat mamah yah bunda."
Bunda Rani tersenyum,sebagai tanggapan.
Setelah mencium tangan bunda Rani,dan mengelus kepala Mega sebentar Harish meninggalkan ruangan mega untuk kembali ke sekolah.
Rani menghampiri kasur Mega lalu menggenggam tangan Mega erat,
"Ega ga akan nyesel udah bunda jodohin sama nak Harish." Ucap Rani lembut.
Tidak lama Harish pergi,ruangan kembali terbuka dan munculah sosok cantik nan anggun dari balik pintu.
Wanita itu menghampiri rani yang tidak sadar akan kehadirannya.lalu mengelus pundaknya memberi kekuatan.
Rani yang terkejut akan sentuhan yang tiba-tiba,menoleh lalu tersenyum saat tau siapa yang menyentuh nya.
"Gimana keadaan Mega?." Tanya wanita tersebut yang ternyata ibu Harish.
"Gejala tipes." Jawab bunda Rani seadanya.
"Harish yang nganterin kesini.kamu juga dapet salam dari Harish." lanjut bunda Rani.
Wanita itu tersenyum,lalu mengangguk.untuk selanjutnya memandangi sosok cantik yang sedang terbujur lemas di kasurnya.
"Cepet sembuh yah calon menantu."
Ucapnya sambil mengelus puncak kepala Mega lembut.
***
Mega merasa nyaman dalam genggaman ini.hangat.
Mega menolehkan wajahnya untuk tau siapa yang menggenggamnya dan Ia sangat terkejut.ketika tau bukan bunda yang menggenggam tangan nya.
Melainkan lelaki asing yang tengah tertidur di sebelah kasurnya,
Tunggu?
"Pak,pak,bapakkk!!" Mega berusaha membangunkan lelaki disebelahnya ini.
"Bapak ish,tangan Ega!!" Teriak Mega,sambil berusaha menarik tangannya dari kepala sekolah nya ini.
Tapi nihil,tenaga nya masih kurang untuk menarik tangannya dari genggaman kepala sekolah disebelahnya ini.
"Padahal dia tidur,tapi ko susah banget ya narik tangan aku-"
Ucapnya menggantung.
"Kaya di tahan gitu."
"Pak Harish ngapain disini? Pake megang memang tangan gue segala lagi. Terus bunda kemana?." Tanya Mega kepada dirinya sendiri.
Sebenarnya Harish sudah bangun sedari tadi.ia sengaja berpura-pura tidur agar bisa beralama lama menggenggam tangan gadis disebelahnya ini.
dan Harish hanya bisa tersenyum saat sayup-sayup mendengar pertanyaan gadis itu.
Harish mengangkat tangan nya ke atas bermaksud untuk berpura-pura bahwa ia baru saja bangun.
Mega yang terkejut dengan pergerakan Harish yang tiba-tiba.hanya bisa menatap Harish dengan pandangan menyelidik.
Mega bersiap siap menumpahkan berbagai macam pertanyaan yang sedari tadi masih mengganjal di benaknya.
Setelah sadar sepenuhnya.Harish menatap Mega dengan pandangan pura pura terkejut.
"Mega kamu sudah sadar?."
"Hmm.bapa ngapain disini? Terus mana bunda saya?." Tanya Mega langsung dengan muka yang dipaksakan galak.
***
TBC
____________________________________
Ig ope.pey
KAMU SEDANG MEMBACA
✓THE HEAD MASTER
Romance"Dasar kepala sekolah gila, sinting, ga waras." Gerutu Mega pelan, tapi masih bisa di dengar oleh Harish. "Kamu ngatain saya?."
