Mina tersenyum saat melihat Jimin sedang makan sup dengan lahapnya. Sekarang mereka tengah berada di appartement kakaknya Mina, sedangkan yang punya sedang berada di Jepang karena sesuatu hal.
"Seulgi cantik ya Jim." ucap Mina tiba-tiba.
"Eoh, selain cantik dia ju--" ucapan Jimin terhenti saat dia tersadar dengan apa yang baru saja dia ucapkan.
Mina tersenyum dan itu membuat Jimin merasa tidak enak.
"Min ma--ksudku bu-bukan seperti--"
Mina diam mengangguk dan tersenyum.
Jimin meletakan sendoknya dan kini fokus ke Mina.
"Mina." panggil Jimin lembut dan lirih.
"Eum?" Mina hanya bergumam membalas panggilan Jimin.
"Kenapa tiba-tiba seperti ini?" Tanya Jimin lembut dia masih bingung dengan kekasihnya. Jimin menggenggam tangan Mina.
Mina tersenyum lagi, jujur Jimin memang suka jika Mina tersenyum, tapi senyum Mina sekarang membuat Jimin merasa tidak nyaman.
"Seperti apa?" Mina malah balik bertanya.
"Kenapa jadi bahas wanita lain?" Jimin langsung to the point.
"Siapa yang bahas wanita lain? Kenapa kau jadi aneh Jim?" Mina masih santai menanggapi ini, tapi Jimin berani taruhan jika ada yang mengusik Mina hingga membuat Mina seperti ini.
"Pertanyaanmu tadi." Jimin tak membiarkan ini berlalu sebelum Mina baik-baik saja.
"Pertanyaan yang mana? Sudahlah ayo lanjut makan" Mina ingin mengalihkan pembicaraan, tapi tidak dengan Jimin.
"Maaf, tadi bukan maksudku untuk-- eumm aku terlalu kaget saat kau bertanya seperti itu, jadi aku--"
"Iya iya Jim, aku tidak apa." Mina memotong ucapan Jimin.
"Kau tidak pandai berbohong padaku Mina, ayo katakan kenapa kau jadi begini." Jimin terus memaksa.
"Astaga Park Jimin, aku tidak apa-apa, memang aku kenapa?" Mina masih berusaha mengelak
"Ada yang menganggumu?" Tanya Jimin.
"Menganggu apa? Kau ini aneh." Mina lalu menyibukan dirinya dengan melanjutkan lagi acara makannya.
Jimin melihat tangannya yang baru saja terlepas dari tangan Mina dengan paksa. Mina lah yang memaksa.
"Kenapa jadi bahas Seulgi?" Kunyahan Mina terhenti saat mulut Jimin akhirnya mengucapkan nama itu.
Dan dugaan Jimin benar jika Mina-nya sedang tidak baik-baik saja.
"Mina aku sedang bertanya padamu." intrupsi Jimin saat Mina hanya diam saja.
Mina menghela napasnya frustasi, dia meletakan alat makannya lalu menatap Jimin.
Alis Jimin terangkat saat dia melihat dan menunggu Mina untuk bersuara.
"Seulgi cantik." ucap Mina memuji wanita yang dulu pernah ada dihati Jimin seperti dirinya kini.
"Kau lebih cantik." balas Jimin tegas, dia tmasih menatap Mina lekat.
"Dia pandai menari." ucap Mina lagi.
"Kau lebih pandai menari, kau bahkan indah sekali jika sedang menari." jujur Mina tersentuh dengan ucapan Jimin itu
"Dia baik." puji Mina.
"Kau bahkan seratus kali lebih baik dari dia." balas Jimin.
"Dia mempunyai suara yang bagus."
![HOME (JIMINA) [END]](https://img.wattpad.com/cover/205273521-64-k970694.jpg)