17. Yes or No?

76 4 6
                                    

"Bingung, Dimana aku mencintaimu tapi malah sahabatmu yang suka padaku tidak denganmu"

NADA TRISKA HERMAWAN

----
VOTE KOMEN
----


Weekend ini Nada mengabiskan waktunya untuk pergi ke sebuah Mall. Ia sendirian hanya sendirian.

Namanya juga Jomblo ya kan!

Hehe, tidak, dia tidak sendirian ko. Ia menunggu temannya yang sedang otw ke tempat ia berada.

"Nad" Ucap perempuan disebrang sana sambil melayangkan tangannya di udara.

"Oi! Sini bege" Jawab Nada dengan santainya.

"Lo sendirian Aja Nad, keliatan jomblonya ya kan Mi" tanya Septi kepada Nada.

Mungkin, pilihan yang tepat adalah untuk tidak mengajak teman-temannya dulu. Sebab ia kesal sama dua orang bobrok itu.

"Sini duduk"Ucap Nada mengalihkan pembicaraan.

30 menit mereka duduk Mia dan septi fokus ke ponsel milik mereka masing-masing. Sesekali mereka melirik Nada yang sedang asik melamunkan sesuatu.

"Kenapa si nada" bisik mia kepada septi.

"Gatau" bisik septi.

Mereka menjadi bisik-bisikan. Nada, orang yang mereka omongkan hanya dalam mode melamunnya.

Ia bingung, sangat bingung karena ia memikirkan kata-kata dimas tempo hari.

Ia bingung harus menjawab seperti apa. Di satu sisi dia mencintai Iqbal dan disisi lain pun ia tak ingin jika ia terus-terusan tersakiti oleh sifat Iqbal kepadanya.

Sudah 10 kali temannya memanggilnya. Tak ada sahutan dari sang empu.

Hingga akhirnya.

"NADA!!" seru kedua temannya pas di telinga Nada.

"Astagfirullah ! " Kaget Nada.

"naon sih kalian! Ngagetin !" Sambungnya.

"Ya elo. Udah 10 kali di panggil ga nyaut-nyaut." Jelas Mia.

Nada kaget. Segitu fokusnya ia melamunkan masalah tempo hari.

"Lo kenapa si? Ada yang di fikirin?" tanya Mia.

Nada bergeming.

"Kita itu apasih namanya Mi?" sindir Septi.

Nada yang mendengar sindiran Septi menghela nafasnya dengan kasar.

"Gue ditembak sama Dimas" Jelas Nada.

"HAH?!"

Kedua temannya benar-benar kaget mendengarnya.

"Yang bener ?" tanya septi.

Nada mengangguk.

"Yaudah sih terima aja dari pada lu terus-terusan minta di kasihanin sama si songong itu"

"Maksud lo mi?"

"Ya gue cuman ngerasa sakit aja ketika lo juga di sakiti" jelas Mia.

"Gue juga Nad. Lo pikirin lagi kayanya lo harus nerima si kak Dimas deh." Tambah septi.

"Kalian ngedukung gue sama dimas?"

Kedua temannya mengangguk.

"Yaa gue sihh.. Terlalu cape liat lo disakitin.. Dan lebih baik lo terima aja cintanya kak Dimas"

BUCIN Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang