"Bodo lah. Nungguin kalian vote itu serasa nungguin giliran menang give away"
Nada
****
IG @NanalxDadaww silakan ramaikan yo baibiii
****
"Emmm Kaki cewe lu terkilir Dim tadi di sekolah.." Jelas Danu.
"Oh... Yaudah" ucap Dimas dengan entengnya.
Iqbal dan danu tercengang atas ucapan dimas.
Iqbal sangat lah geram pada Dimas. Pasalnya Dimas tak ada perhatian sekali pada Nada.
"LO HARUSNYA KHAWATIR SAMA DIA" ucap Iqbal dengan segala emosi nya.
"Yaudah sih, besok juga ketemu"
Dan bugh ...
Tubuh dimas terjatuh karena pukulan Iqbal.
Danu, melerai aksi iqbal yang tiba-tiba.
"Kenapa lu marah? Padahal lu dari dulu gapeduli sama dia?" Tanya Dimas seraya mengusap darah yang ada di bagian sisi bibirnya.
Iqbal tak bisa lagi berkata. Tapi ia sangat emosi terhadap orang yang ada di depannya ini. Untung saja Danu membawa jauh dirinya dari Dimas.
"Udahlah kalian kenapa berantem. Please jangan berantem. Tuh banyak orang yang liatin" Ucap Danu. Benar sekali banyak orang-orang yang melihat kepada mereka. Karena kebetulan tempat yang mereka singgahi sedang ramai.
"Gue balik" Ucap Iqbal lalu pergi dari hadapan Danu dan Dimas.
Dimas menyunggingkan smirknya.
****
Pagi telah tiba.
Nada sudah rapi dengan pakaian yang ia kenakan. Kakinya sudah tak terasa sakit karena ia sudah beristirahat yang cukup dan juga meminum obat anti nyeri.
Kemarin, ibu dan ayahnya mengetahui kalau kaki Nada kenapa-kenapa. Mereka langsung memanggil dokter lalu kembali seperti semula sibuk dalam pekerjaan masing-masing.
Nada sakit? Ya memang selain sakit fisik Nada pun mempunyai sakit di daerah dalamnya yaitu hatinya.
Ia merindukan usapan tangan dari ibunya. Manja? Memang. Ia ingin sekali dimanja oleh ibunya seperti semasa kecilnya.
"Nada?" Seru seorang lelaki diluar kamar Nada.
Nada membeku beberapa detik.
"Nad?" lelaki diluar kamarnya itu berucap lagi seraya membuka pintu kamar Nada.
"Abangggggg" Ucap Nada yang lalu memeluk kakanya itu dan menangis dalam pelukan.
Andy, sang kakak menenangkan adik kecilnya dengan cara mengusap surai sang adik..
"Kenapa princess abang? Mau LS? Mau album? Mau printilan apa lagi sini bilang?" Ucap Andy dengan lembutnya.
Nada merenggut kesal dalam pelukan sang kakak.
"Nada gamau itu semua, Nada mau kakak selalu ada disini, dirumah, temenin Nada. Nada kesepian, selalu kesepian. Bukan tentang barang atau uang tapi setidaknya perhatian dan kasih sayang yang Nada mau. Nada gapapa ga dikasih printilan kpop, Nada gapapa ga dikasih uang lebih. Yang Nada mau Nada mau diperhatiin Nada mau diberi kasih sayang seperti anak-anak remaja yang lain. Bukan harta tapi kasih sayang" jelas Nada dengan suara yang parau dan air mata yang terus mengalir deras di area pipinya.

KAMU SEDANG MEMBACA
BUCIN
Dla nastolatków[On going] Berceritakan tentang seorang siswi bernama Nada Triska Hermawan menyukai kakak kelasnya. Ia selalu mengejar sang kakak kelasnya itu padahal perlakuan kakak kelasnya sangat tak baik kepadanya. Ia mengemis-ngemis kasih sayang kepada kakak k...