Delapan Belas

45 6 0
                                        

Jangan lupa vote dan komennya, biar makin semangat nulisnya✨
selamat membaca:)❤

***

Aku kembali dengan aktivitasku, semuanya masih terasa sama. Tak ada yang berbeda dengan hari-hari sebelumnya, yang berbeda hanyalah hatiku yang sekarang. Mungkin karna hubungannya masih baru, jadi rasanya masih terasa amat sangat menyenangkan. Hari-hariku kini tak luput dari kabar darinya.


Tapi, di sisi lain aku merasa berbeda dengan sikap sahabatku Rizki. Dia lebih sering hilang kabar tak seperti biasanya yang selalu memberi kabar. Aku masih berfikir positif, mungkin dia sedang sibuk dengan tugas-tugas sekolahnya. Tunggu dulu, aku mengingat sesuatu. Secarik kertas yang kutemukan di bukunya itu, belum sempat aku cari tahu.

Aku mencari kertas tersebut yang seingatku berada di dalam tempat pensilku. Dan benar, aku menemukannya. Aku berfikir sejenak, sepertinya aku harus mencari tahu ke rumah sakit yang tertera disana.

"Zii, lo kenapa bingung gitu?" tanya Naya heran.

Aku tak langsung menjawab pertanyaannya itu, kini aku sedang asik dengan pikiranku sendiri.

"Kertas apa nih?" Aku terkejut ketika Sandra mengambil kertas itu dari tanganku.

"Zii, Lo sakit?" tanya Sandra panik setelah membaca kertas tersebut.

Aku menggelengkan kepalaku. "Tapi ini..."

"Kamu tahu tulisan di kertas itu?" potongku.

"Cuman satu kata yang bisa gue baca di sini. Kemoteraphy, yang dituliskan harus di lakukan setiap satu bulan sekali," jelasnya.

"Kemoteraphy?" gumamku pelan. Setahuku, itu salah satu pengobatan dalam rangka penyembuhan penyakit kanker. Tapi, apa mungkin iya Rizki mengidap penyakit itu? Aku pernah menanyakan tentang sakitnya itu, tapi dia menjawab bahwa dia belum memeriksanya ke dokter. Apa dia berbohong?

Agrhhh!!! Kenapa aku jadi gelisah begini memikirkan semua itu?

"Zii, ini resep obat punya siapa?" tanyanya lagi.

"Punya sahabatku."

"Terus ngapain lo bawa-bawa?"

"Aku mau mencari tahu sebenernya ada apa dengan sahabatku itu. Dia mengonsumsi aspirin dan aku bingung kenapa dia mengonsumsi obat itu," jelasku.

"Kenapa gak lo tanya langsung ke dia?" kata Naya.

"Aku udah nanya ke dia Nay, tapi dia jawab kalau dia gak apa-apa. Dia jawab kalau dia gak tahu karna katanya dia belum memeriksa kondisinya ke dokter. Tapi gak tahu kenapa aku gak percaya, aku ragu dengan apa yang dia katakan,"tuturku.

"Setahu gue ya, kalau penyakit yang udah sampe kemoteraphy, itu kemungkinan besar penyakit seruis Zii," ucap Sandra.

Benar juga apa yang dikatakan Sandra. Aku harus bergerak cepat untuk mencari tahu soal teka-teki ini, sebelum semuanya terlambat. Aku harus tahu semuanya.

Sepulang sekolah, aku langsung menuju ke rumah sakit Pelita Harapan. Dengan harapan aku bisa mendapatkan jawaban itu hari ini juga. Aku lebih memilih menggunakan ojek agar lebih mudah mencari alamat rumah sakit tersebut, karna aku tidak tahu pasti rumah sakit itu dimana. Aku hanya mengandalkan maps saja.

Tak butuh waktu lama untuk sampai di rumah sakit tersebut. Aku berjalan masuk kedalam setelah membayar ojek yang ku tumpangi. Semoga aku mendapat petunjuk atau bahkan jawaban di sini. Aku berjalan menuju resepsionis.

REZAZIITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang