O N E

903 61 0
                                        

2 bulan kemudian...

matahari kota Seoul sudah tinggi, tetapi Ten belum bangun sama sekali. Ten mulai terbangun ketika ia mendengar nada dering handphonenya. tangannya yang masih kelelahan berusaha mengambil Handphonenya. ia menjawab panggilan itu dan menaruhnya ke telinganya

"halo?" Ia berkata sambil menguap

"wake up baby" terdengar suara lembut laki laki

"Tae? ngapain bangunin pagi pagi buta begini?" Ten mulai duduk dengan lemas

"pagi pala kau pagi! udah siang tau!" suaranya mulai tinggi

"yodah sih jangan marah, kenapa nelpon nelpon? kangen?" Ten tertawa kecil

"malah ketawa, nih ya angka ku tersayang. kita disuruh ketemu ama tuan lee udah sana cepetan siap siap"

alis Ten terangkat mendengar nama bossnya "buat apa si Lee sialan panggil kita?"

"hush jangan gitu jemput gue di cafe biasa cepetan"

Taeyong memutuskan panggilan, sedangkan Ten kebingungan.

"yang punya mobil tiga siapa yang jadi supir siapa" ia bergumam

walaupun begitu ia melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi di kamarnya. selang beberapa menit ia keluar dengan rambut basah. ia segera memakai kemeja dan celananya, mengeringkan rambut secukupnya dan memakai sedikit make up. setelah itu ia langsung mengambil tas kecil miliknya, tidak lupa membawa kameranya.

ia keluar dari kamarnya, melihat sesosok manusia masih tertidur di sofa depan dengan selimut menyelimuti seluruh tubuhnya.

"woe bangun, katanya mau photoshoot nanti"

Ten mengangkat selimutnya "bangun woe"

Lelaki itu mulai membuka matanya "pagi, gege"

"udah mau pergi, nanti jalan kaki sendiri ya, dery"

"dih nggak mau"

 Terlambat, Ten sudah keluar dari apertemennya. ia pun menuju basement, mencari mobilnya dan akhirnya menaikinya tidak lupa melempar barang bawaannya ke kursi belakang. ia mulai menyalakan dan mengemudikan mobilnya. ia melihat sebuah cafe yang tak asing baginya. ia memarkir mobilnya dan akhirnya turun. ketika ia membuka pintu cafenya, di dekat jendela ia melihat Taeyong sedang termenung.

"dor!" Ten mengagetkannya 

Ten tertawa lepas melihat Taeyong kaget

"hush, udah ayo!" Taeyong menarik tangan Ten

"eits, tunggu dulu. beli kopi dulu"

Taeyong kembali duduk di tempat tadi sedangkan Ten berjalan menuju kasir. Ten mengantre untuk beberapa saat, dibelakangnya juga ada dua perempuan remaja juga tengah mengantre.

"hei, sudah dengan kabar pacarannya mereka belom? ih patah hati banget" remaja itu memperlihatkan handphonenya ke temannya

"udah tuh udah, ih sakit kayak ketusuk tusuk banget. ahh! oppa!"

salah satu dari mereka berpura pura mengeluarkan suara tangisan. Ten yang mendengarnya hanya tersenyum tipis. Ten akhirnya memesan kopi miliknya, sedangkan remaja dibelakangnya masih berceloteh tentang kabar pacaran kedua artis itu.

𝕋𝕨𝕠 𝕊𝕚𝕕𝕖𝕤 || 𝒥𝑜𝒽𝓃𝓉𝑒𝓃 ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang