Ten terbagun dalam posisi yang aneh.
ketika ia membuka matanya, terasa ada kaki Taeyong di depannya. lalu kepala amat pusing dan terasa sakit di bagian kakinya. mereka berada dalam kamar Ten yang bisa dibilang cukup gelap.
pikiran Ten mulai kemana mana, tetapi itu semua terjawab ketika ia melihat perban di pahanya.
"masih sakit?" Taeyong bertanya lembut dan memeluk kaki Ten
"ini kenapa di perban?"
Taeyong duduk perlahan, "tadi siang abis ambil minum gelasnya jatoh. kena kaki"
Ten duduk, memang agak perih tapi ia menghiraukannya.
"Emang iya??"
Taeyong berdiri dan membuka tirai "iya kayaknya"
"aw!" ia mendesah kesakitan
"udah di sini aja" Taeyong berjalan keluar dari kamar Ten
Ten memandang ke jendelanya, terlihat bulan purnama bersinar terang
"Ten, ada yang keluar dari dorm"
Ten langsung berdiri, dan berlari ke arah suara, menghiraukan kakinya.
"siapa? dan dorm mana?"
Taeyong memperlihatkan salah satu rekaman, terlihat beberapa orang lelaki keluar dan melewati kamera mereka.
"Nggak tau kayaknya semuanya deh, ini dorm 127"
Ten melihatnya dan menengok ke CCTV lainnya
"Itu dream juga pada keluar" ia menunjuk ke beberapa orang yang keluar dari tempat berbeda.
"WayV mana?" Sementara Ten menerawang CCTV, Taeyong menyadap beberapa website
"Kayaknya mereka mau pesta deh"
Ten menengok ke Taeyong, Taeyong memperlihatkan sebuah website. Ada sebuah klub yang di sewa untuk satu malam atas nama Zhong Chenle. Memang cuman satu lantai, tapi Chenle?
"Berarti kita harus ke sana juga"
***
Johnny duduk diantara Jaehyun dan Mark, mereka duduk menunggu yang lainnya. Mereka membicarakan soal comeback mereka nantinya. Lalu tiba tiba terdengar suara yang mereka amat kenali.
"Nyahahaha, Jisungie kau awalnya dilang masuk. Nyahahahaha"
Segerombolan anak masuk, sambil tertawa. Jisung hanya terdiam, ngambek.
"Wo wayolo Chenle, Jisung ngambek"
Chenle terdiam memandang Jisung, lalu tersenyum "maaflah, lucu aja"
Jisung hanya menatapnya "iya iya"
"Ya yang Jomblo mah diem" Renjun berceletuk, tak disangka ada seseorang dibelakangnya
"Oh jomblo ya?"
Renjun berbalik arah, dan kaget menatap Yangyang yang cemberut
"Wayolo, putusin aja yang putusin" Haechan berteriak sekeras kerasnya
mereka semua tertawa, dan Renjun mulai berteriak dalam bahasa mandarin.
setelah semua berkumpul, mereka mulai pestanya. Mereka main game, bercanda sampai akhirnya minum ampe mabuk.
"Hey, Jungwoo. kamar yuk"
Ya mungkin tak sedikit yang akhirnya, menarik masing masing pacarnya ke dalam kamar.
Tertinggal beberapa orang di sana, tinggal Johnny, Jaehyun, Kun, Xiao Jun dan Hendery.
Sedari tadi, Johnny memang lebih diam dari pada biasanya. Jaehyun heran akhirnya bertanya
KAMU SEDANG MEMBACA
𝕋𝕨𝕠 𝕊𝕚𝕕𝕖𝕤 || 𝒥𝑜𝒽𝓃𝓉𝑒𝓃 ✔
RandomMencintai adalah menerimanya apa adanya bahkan jika kau membenci salah satu sisinya, artinya itu bukan mencintai. Itu hanyalah kebohongan belaka Itulah chat seorang agen dispatch kepada seorang artis. ♠COMPLETED♠ ↬Johnny + Ten ↬BXB
