Angel, terus mencatat apa yang sedang ia rasakan di buku diary nya.
Dear diary.
Aku hari ini bahagia, karena aku baru saja jadian dengan pria yang aku cintai. Sudah lama aku mencintaimu, dan kau pun begitu. Tapi, baru hari ini kau ungkapkan itu padaku.
Entah apa alasan, kau mencintai wanita sepertiku. Mungkin, kalau kau tahu kondisiku, kau akan menjauh?
Tapi, aku harap tidak. Yang, aku harap kau adalah pria yang setia, dan bisa menjaga hatiku. Dan, akupun akan menjaga hatiku hanya untukmu.
Mungkin, suatu saat nanti. Kau, akan baca tulisan ini, setelah aku tiada. Dan, aku harap saat ku pergi, kau mendapat penggantiku. Yang, mungkin jauh lebih baik daripada aku.
Setelah selesai menulis, ia kembali merapikan buku tersebut. Dan, meletakkan nya ditempat semula. Lalu, Angel merebahkan tubuh di kasur nya. Menatap, langit kamar nya yang hampa. Tapi, tiba-tiba ia merasakan sakit yang angat sangat dikepala nya. "Ya Allah.... Aku mohon, jangan sekarang. Aku, baru saja merasakan bahagia. Ucap nya sambil membuka nakas, dan mengambil beberapa butir obat. Setelah, beberapa obat tersebut diminum, ia meneguk hampir setengah botol air putih, dan kembali membandingkan tubuhnya.
***
Disisi lain, ada Richie yang sedang tersenyum. Menatap, jendela kamar nya. Menatap, langin yang sepi tanpa bintang. Namun, meski begitu kebahagiaan nya malam ini sudah lebih dari cukup, karena ia sedang merasakan bintang yang paling terang ada dihadapan nya. "Aku cinta kamu, aku akan selalu menjaga kamu. Gumam nya, sambil menatap ke Langit. Namun, tiba-tiba ia merasakan ada yang beda.
"Ya Allah.... Kenapa, sekarang aku jadi takut kehilangan dia? Ah mungkin, itu hanya pikiranku saja. Gumam nya.
***
Keesokan harinya, Tante Melati baru saja selesai berdan-dan. Ia, melihat jam di kamar nya ternyata masih pukul 7 pagi. Ia, langsung keluar kamar, dan menemui sang putri yang sudah cantik. "Sudah siap sayang? Tanya Tante Melati.
"Udah Mih.
"Ya udah yuk, kita berangkat. Kalau, mau sarapan nanti aja Mami, sudah bawakan sandwich. Ucap Tante Melati, sambil menuntun Angel menurun tangga.
"Emang meeting nya dimana? Tanya Angel.
"Di Kantor, tapi hanya dari jam 8, sampai jam 12. Ya, sekalian nanti kita makan siang juga. Jelas Tante Melati.
"Ohhhh oke, ya udah yuk. Ucap Angel, sambil terus menuruni tangga.
***
"Selamat pagi Bu. Sapa, Baharudin salah seorang Security, di Roses Group.
"Pagi.
"Ini anaknya ya Bu? Tanya Pak Udin.
"Iya ini anak saya satu-satunya.
"Kamu teman sekelas Richie ya? Tanya pria tersebut.
"Iya Pak, benar saya teman sekelas Richie.
"Oh iya, anak saya sering cerita tentang kamu. Ucap Pak Udin.
Angel hanya menanggapi dengan senyum tipis. "Cerita apa aja Pak? Tanya Angel pada pria paruh baya tersebut.
"Banyak, sepertinya dia suka sama kamu. Jelas Pak Udin.
"Iya Pak, kami baru saja jadian. Jelas Angel.
"Ya ampun.... Ucap Pak Udin, sambil geleng-geleng kepala, tak percaya.
Pak Udin, adalah Security baru di Roses Group Perusahaan yang dikelola oleh Tante Melati. Umur Pak Udin, sudah hampir 60 tahun. Namun, wajahnya masih menyisakan ketampanan. Bisa dibilang, wajah Richie sekarang, adalah cerminan dari sang ayah ketika, sang ayah masih muda dulu.
"Ya sudah Pak, saya, dan anak saya. Mau, ke dalam dulu ya. Pamit Melati, pada Pak Udin.
"Oh iya Bu, silakan. Ucap, Pak Udin ramah.
"Ayo Nak. Ajak Tante Melati, pada sang anak.
"Iya Mih, yuk.
***
"Pagi Mbak. Sapa Hera.
"Pagi Hera.
"Ini Angel ya? Tanya Hera, saat melihat Angel.
"Iya ini Angel.
"Cantik sekali, persis Mami nya waktu muda. Ucap Hera dengan penuh kekaguman.
"Ahhh kamu bisa aja.
"Tante, yakin kalau nanti Angel sudah seumuran Mami. Pasti, Angel secantik Mami. Ucap Hera meyakinkan.
"Ah, Tante bisa aja. Ucap Angel sambil tersenyum tipis.
"Emang iya kok, Tante kan kerja disini sejak kamu masih berumur enam bulan. Jelas Hera.
"Btw kamu sekarang Kelas berapa? Tanya Tante Hera.
"Kelas 11 Tante.
"Owh Kelas 11? Kalau Keisya anak Tante yang paling besar masih Kelas 6 SD. Jelas Hera.
"Ya udah, Angel kamu ke Ruangan Mami duluan ya sayang. Mami, mau ngomong dulu sama Tante Hera.
"Ya Mih. Ucap Angel menuruti.
"Ini kunci Ruangan Mami. Ucap Tante Melati, sambil memberikan kunci yang dihiasi gantungan kunci kupu-kupu.
"Jangan lupa sarapan ya Nak. Pesan Mami.
"Ya Mih, aku ke Ruangan Mami dulu ya Tante.
"Iya sayang.
Setelah Angel, meninggalkan mereka Hera berkata pada Melati. "Bagaimana kondisi nya Angel, Mbak? Tanya Hera.
"Kondisi nya kian memburuk, tapi aku janji akan selalu berusaha. Agar anakku satu-satunya bisa sembuh. Ucap Melati sendu.
"Sabar ya Mbak, aku yakin suatu saat akan ada keajaiban.
"Aamiin.... Makasih banyak ya Hera.
"Iya Mbak, sama-sama aku sudah anggap Angel seperti anakku sendiri. Soalnya, aku juga punya adik yang seperti Angel. Jelas Hera.
"Maksud kamu? Tanya Tante Melati bingung.
"Ya dulu, aku punya adik yang juga penderita leukimia, namanya Keisya. Sudah sering keluar masuk Rumah Sakit, bahkan dokter menvonis umurnya tinggal 6 bulan. Namun, ia bisa bertahan hingga 3 tahun lamanya. Ketika ia, berumur 17 tahun. Allah, memanggilnya, padahal saat itu. Hanya, ia keluarga yang aku miliki. Ucap Hera hampir menangis.
"Dan, kebetulan saat itu aku sedang hamil anak pertamaku. Kalau, tak salah waktu itu aku sedang hamil 8 bulan. Dan, saat anak oertamaku lahir. Aku, memutuskan memberinya nama Keisya. Bukan tanpa alasan, itu karena agar aku tak pernah kehilangan sosok nya, terlebih saat aku melihat Angel, aku merasa Tuhan sudah benar-benar mengembalikan Keisya. Lanjut Hera.
Kali ini, Tante Melati tak kuasa menahan air mata.
"Sudahlah Mbak, Mbak Melati adalah perempuan hebat. Ucap Hera, sambil menggenggam tangan Tante Melati.
"Pak Charles pasti bangga sama Mbak, dan Angel pasti bangga memiliki Ibu seperti Mbak Melati.
Tante Melati, hanya menganggur sambil tersenyum, lalu berkata. "Kamu, kamu juga perempuan hebat, saya yakin suatu saat kamu bisa lebih baik daripada saya.
"Aamiin...
Saat asyik mengobrol, Rangga datang membawa beberapa berkas, untuk diserahkan pada Tante Melati. "Pagi. Sapa Rangga.
"Pagi. Balas Hera, dan Melati.
"Ini Bu, laporan saya untuk bahan meeting. Ucap Rangga, sambil menyerahkan file tersebut.
"Baiklah, terimakasih. Ucap Tante Melati, setelah mengecek berkas tersebut.
"Sama-sama.
"Ya sudah, Hera saya ke Ruang meeting dulu ya. Kalau ada client suruh langsung ke Ruangan saja, dan kalau selain client suruh tunggu saya.
"Baik Bu. Ucap Hera sambil mengangguk.
"Saya meeting dulu ya. Ucap Rangga pada Hera.
"Iya Pak, silakan. Ucap Hera sambil tersenyum ramah.
Lalu, Tante Melati, dan Rangga berjalan beriringan menuju Ruang meeting.
BERSAMBUNG
KAMU SEDANG MEMBACA
MALAIKAT CINTA
RomanceRichie adalah seorang siswa SMA, ia berasal dari keluarga yang kurang mampu. Namun ia, memiliki wajah tampan, pintar, dan pekerja keras. Tak heran, banyak wanita yang mengagumi nya. Disisi lain ada Angel, yang tak lain teman sekelas Richie. Ia adala...
