Angel kembali masuk ICU, namun kali ini berbeda. Kondisi nya lebih buruk dari sebelumnya, Richie dan yang lain nya terus memanjatkan doa.
***
@Musholah
Di Musholah, Rumah Sakit. Usai, menunaikan Sholat Magrib, Richie mengangkat kedua tangannya, dan berdoa. "Ya Allah.... Tiada daya, dan upayaku selain kepadamu. Hanya engkaulah tempat aku berserah, dan hanya engkau tempatku meminta. Ucap nya, sambil tak kuasa menahan tangis.
"Ya Allah.... Aku mohon, angkatlah penyakit wanita yang aku cintai. Aku tak kuasa, melihat Angel terus menahan sakit.
Disisi lain, ada Kazuto yang juga sedang berdoa. "Ya Allah.... Aku sangat mencintai Angel, aku mohon angkatlah penyakitnya, jika memang aku harus menggantikan posisinya. Aku rela Ya Allah.... Aku rela, menggantikan posisi orang yang aku cintai, dan aku rela jikalau Angel harus bahagia dengan sahabatku Richie.
***
"Bagaimana kondisi anak saya? Tanya Tante Melati.
"Kondisi Angel semakin buruk, satu-satunya harapan adalah. Jika, ada pendonor tulang sumsum belakang. Jelas dokter Maldini.
Tante Melati terus terisak, sedangkan Tante Blume terus menenangkan Tante Melati. "Sudah Kak, sekarang kita berdoa saja. Semoga, ada jalan keluarnya.
"Iya Kak, Angel pasti sembuh. Ucap Om Nino pada Tante Melati.
Dari kejauhan, Kazuto mendengar apa yang sedang mereka bicarakan, dan memutuskan menemui dokter. "Permisi dok. Ucap Kazuto, pada dokter Maldini.
"Silakan, ada yang bisa saya bantu? Tanya dokter Maldini.
"Saya mau mendonorkan tulang sumsum belakang untuk Angel. Ucap nya, pada dokter Maldini.
"Umur kamu berapa Nak? Tanya dokter Maldini.
"Enam belas tahun.
"Maaf Nak, tidak bisa karena minimal berusia 18 tahun. Ucap dokter Maldini pada Kazuto.
"Apakah benar tidak bisa dok? Tanya Kazuto.
"Iya, umur kamu belum mencukupi. Selain, itu masih banyak syarat lain yang harus kamu penuhi. Jelas dokter Maldini.
***
Disisi lain, Richie terus menggenggam tangan Angel, ia merasa tangan Angel semakin dingin. "Ngel, kamu harus kuat. You're a strong girl.
Angel, membuka matanya perlahan. Menatap Richie, yang sedang menangis.
"Richie. Panggil Angel.
"Eh kamu sudah sadar?
"Aku panggil dokter dulu ya. Ucap Richie sambil bangkit dari duduk nya.
Angel, menahan Richie. "Jangan, aku mau kamu disini aja. Please, jangan pergi. Pinta Angel.
"Oke aku tetap disini. Ucap Richie sambil tersenyum.
"Oh iya, aku lupa mau mengembalikan ini. Ucap Richie, sambil memberikan sebuah novel.
"Novel?
"Iya ini novel yang aku pinjam, dan aku sudah selesai membaca ini.
"Itu, aku berikan untuk kamu. Karena, aku rasa aku sudah tak membaca nya lagi. Anggap saja kenang-kenangan dariku. Ucap Angel lemah.
"Kamu serius? Katanya, ini buku kamu belinya PO, dan ada tanda tangan penulisnya. Ucap Richie, sambil memegang buku itu.
"Nggak apa-apa, ambil aja aku juga masih punya notes, dan nanti aku akan meminta pada Mami, untuk memberikan nya pada kamu.
"Karena, masih banyak lembar yang kosong, dan bisa kamu isi dengan catatan kebahagiaan kamu nanti. Jelas Angel panjang lebar.
Richie hanya tersenyum, sambil mengecup kening Angel.
Tiba-tiba, sesuatu terdengar dari monitor yang menempel di tembok. Richie langsung melihat ke layar monitor, yang kini, menampilkan garis lurus. "ANGEL! Ucapnya kaget, sambil berlari keluar.
***
"Ada apa Rich? Tanya Tante Melati.
"Itu Tante, saya mau manggil dokter. Ucap Richie, sambil berlari.
***
"Gimana kondisi Angel dok? Tanya Tante Melati, pada dokter Maldini.
"Mohon maaf sebelumnya, kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi, Allah berkehendak lain. Angel, sudah tiada. Jelas dokter pada Tante Melati.
"Innallilahiwainnailaihirojiun.... Ucap Tante Melati sambil terisak.
Disisi lain, Richie pun tak kuasa menahan tangis. "ANGEL!!!! Ucapnya, sambil menerobos masuk.
Sementara itu, Om Nino, dan Tante Blume yang baru saja datang. Kaget, mendengar apa yang baru saja terjadi pada sang keponakan. Ia langsung menghampiri Tante Melati, dan memeluknya.
***
@Pemakaman
"Ngel, gua nggak nyangka elu pergi secepat ini. Ucap Ellea, sambil mengusap pelan batu nisan Angel.
"Iya Ngel, maafin gua ya kalau gua ada salah. Timpal Ratna dengan isak tangis.
Sementara Richie, ia masih terus menangis. Sang Ibu, sejak tadi terus menenangkan nya dengan cara memeluknya.
"Richie. Panggil Tante Melati.
"Iya Tante.
"Ini ada titipan dari Angel, untuk kamu. Jangan lupa dibaca ya. Ucap Tante Melati, sambil menyerahkan sepucuk surat.
"Terimakasih Tante.
"Sama-sama, ya sudah Tante pulang dulu ya. Mari Bu. Pamit Tante Melati, pada Ibu Richie.
"Iya Bu.
"Ya sudah Rich, Ibu duluan ya Nak. Nanti kamu hati-hati ya pulang nya.
***
"Nino, Blume aku minta maaf ya sama kalian. Ucap Tante Melati merasa bersalah.
"Maaf untuk apa Kak? Tanya Om Nino.
"Kalian sudah memperkenalkan Jarvis pada kami, tapi belum sempat mulai pengobatan. Namun, anakku keburu pergi.
"Nggak apa-apa Kak, ini bukan salah Kakak. Ucap Om Nino.
"Iya Kak, ini memang sudah waktunya Angel pergi. Timpal Tante Blume.
***
Disisi lain, Richie yang baru pulang dari Pemakaman. Langsung merebahkan tubuh di sofa ruang tamu. "Mandi dulu Nak, kan baru dari makam. Ucap Bapak, sambil duduk disalah satu kursi.
"Iya Pak sebentar.
"Nih Kak, diminum dulu ya. Ucap Rhena sambil meletakkan segelas air putih.
"Makasih Rhen. Ucap Richie sambil meneguk air hingga habis.
"Sama-sama Kak.
"Ya udah Pak, aku mandi dulu ya.
"Iya.
***
Setelah mandi, Richie langsung kembali ke kamar, dan merebahkan tubuh di kasur. Karena penasaran, ia langsung membuka surat pemberian Angel.
Hai Richie.
Mungkin saat kamu membaca surat ini, aku sudah tak ada disamping kamu.
Aku sudah pergi ke tempat yang sangat jauh.
Aku harap, saat aku pergi. Tak, ada setetespun air mata yang jatuh dari mata indah kamu.
Yang aku mau adalah, senyum manis dari bibirmu.
Karena, dengan melihatmu tersenyum. Akan membuatku lebih semangat.
Meski kini kita sudah berbeda Dunia, tapi aku akan tetap mencintaimu dari tempat ku saat ini.
Oh iya, aku mau minta maaf. Karena, aku sudah melanggar janji.
Kemarin, kan aku mau jadi orang pertama yang membaca novel kamu. Tapi, apa daya? Aku, belum sempat membaca novel karya kamu.
Oh iya udah dulu ya, soalnya kepala aku pusing. Jadi, aku harus istirahat.
ANGEL🌹
Richie tak kuasa menahan tangis, air mata nya jatuh begitu saja. Membasahi pipinya, ia lalu memeluk novel yang diberikan Angel.
BERSAMBUNG
KAMU SEDANG MEMBACA
MALAIKAT CINTA
RomanceRichie adalah seorang siswa SMA, ia berasal dari keluarga yang kurang mampu. Namun ia, memiliki wajah tampan, pintar, dan pekerja keras. Tak heran, banyak wanita yang mengagumi nya. Disisi lain ada Angel, yang tak lain teman sekelas Richie. Ia adala...
