Seusai makan malam Angel, memutuskan mengajak Richie bersantai di halaman belakang selagi menunggu kawan-kawan nya datang. Suasana malam disitu, sangat indah. Ditambah dihiasi dengan lampu taman warna putih. "Rich main ayunan yuk. Ajak Angel pada sang kekasih.
"Boleh juga, sudah lama aku tak main ayunan. Ucap nya pada Angel.
"Ya sambil nunggu yang lain juga kan?
"Iya. Jawab Richie singkat.
***
Disisi lain ada Tante Melati yang sedang berbincang serius dengan Om Nino, dan Tante Blume. "Mbak, kalau saya boleh tahu. Apa, alasan Mbak merestui mereka? Tanya Om Nino penasaran.
"Dia sepertinya serius dengan anak saya, dan anak saya seperti nya juga mencintai dia. Ya, apa yang bisa membuat Angel bahagia, akan saya berikan. Selagi itu positif, karena saya hanya ingin melihat dia bahagia disiksa umurnya. Jelas Tante Melati panjang lebar.
"Kamu tidak boleh seperti itu Kak, saya yakin Angel pasti akan sembuh. Ucap Tante Blume meyakinkan.
"Entahlah, terakhir check up, dokter mengatakan kondisi nya memburuk. Ucap Tante Melati sedih.
"Apa kita bawa saja, Angel berobat di Jerman? Usul Tante Blume.
"Aku setuju, tapi keputusan ada di Mbak Melati. Ucap Om Nino.
"Tidak usah, aku takut merepotkan kalian. Tolak Tante Melati halus.
"Tidak Kak, sama sekali tidak iya kan Dad? Tanya Tante Blume pada sang Suami.
"Ja natürlich Mom (Arti: Ya tentu saja) Ucap Om Nino, menyetujui pendapat sang istri.
"Sekali lagi terimakasih, tetapi tidak usah. Karena, saya ingin tetap fokus merawat anak saya sendiri. Ucap Tante Melati lagi.
"Ya sudah kalau Mbak tidak mau, ini hanya ungkapan terima kasih saya sama Mas Charles.
"Karena dulu Mas Charles, sudah banyak berkorban untuk saya. Salah satunya, meredakan beasiswa nya untuk saya. Jelas Om Nino.
"Maksud kamu? Tanya Tante Melati.
"Jadi gini Mbak, dulu kami sama-sama mengikuti test beasiswa. Bagi yang keterima, akan mendapat beasiswa ke Jerman. Kebetulan dulu, saya dan Mas Charles hanya beda satu point, Mas Charles saat itu ada diatas saya. Tapi, karena dia tahu saya sangat ingin berkuliah di Jerman, akhirnya ia memilih mengundurkan diri. Jelas Om Nino, panjang lebar. Namun, membuat Tante Melati sangat terharu.
"Kalau Kakak mau, saya akan menghubungi dr. Jarvis Baren, teman SMA saya dulu. Jelas Tante Blume.
"Beliau baru saja tiba di
Indonesia kemarin, untuk bertugas. Dan, beliau adalah dokter spesialis kanker terbaik di Jerman. Jelas Tante Blume.
"Baiklah, saya akan pikir dulu. Karena, saya harus diskusi dulu dengan anak saya.
Om Nino, dan Tante Blume hanya mengangguk pasrah. Lalu berkata pada Tante Melati. "Ya sudah, kalau Kakak mau. Kita, besok bisa berjumpa dengan nya, saya akan ajak beliau ke Cafe, untuk berdiskusi. Ucap Om Nino pada Tante Melati.
"Dan, saya akan meminta Mas Nino mengajak Kakak. Timpal Tante Melati.
"Benar kata Blume, dan saya mau kamu juga ikut. Pinta Om Nino pada sang istri.
"Baiklah. Ucap Tante Blume singkat.
Lalu, Om Nino berkata pada kedua putrinya. "Berta, Fredra kalian main di belakang saja sana sama Kak Angel. Mom, and Dad masih mau ngobrol sama Tante Melati. Ucap Om Nino pada kedua putri nya.
"Baik Dad, ayo Dik. Ajak Berta pada sang adik.
"Iya Kak. Jawab Fredra.
"Ya sudah, kalian main saja ya sama Kak Angel. Ucap Tante Melati pada kedua nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
MALAIKAT CINTA
RomanceRichie adalah seorang siswa SMA, ia berasal dari keluarga yang kurang mampu. Namun ia, memiliki wajah tampan, pintar, dan pekerja keras. Tak heran, banyak wanita yang mengagumi nya. Disisi lain ada Angel, yang tak lain teman sekelas Richie. Ia adala...
