Warning
Typo
Selamat membaca"maaf post beginian 🔞⚠️
Nah udah aku kasih tanda, kalau mau baca jangan sambil puasa ya ehe."***
Kepergian Taemin bukanlah hal sepele untuk sosok Jimin. Taemin adalah teman masa keci, teman yang selalu ada dikala ia membutuhkan. Teman yang selalu menyediakan bahu untuk menjadi sandaran. Teman yang rela menahan air matanya hanya untuk menjadi sosok tegar dan menjadi panutan.
Tatapan kosong dan tidak bergairah, itulah pemandangan pagi ini. Wajah yang sayu dan rambut yang kusut, dadanya masih terasa sesak. Mengapa Taemin begitu tega meninggalkannya begitu saja tanpa peringatan.
"hikss.."
Isakan dan air mata kembali jatuh, tiga hari kematiannya tidak mampu menghapus kenangan yang mereka alami sedari dulu.
"Jiminie sayang makan dulu nak, eomma sudah buatkan bubur untukmu."
Jimin tidak bergeming, hanya ekor matanya yang mengikuti pergerakan Seokjin. Ia membawa nampan berisi semangkuk bubur dan segelas air putih.
"didalam pertemuan terkadang harus ada perpisahan yang menyakitkan sayang, ikhlaskanlah dan doakan yang terbaik untuknya."
Mendengar nasihat dari ibunya, pertahanan Jimin goyah. Ia ambruk memeluk ibunya dan menangis sejadinya.
"kenapa dia meninggalkanku eomma, rasanya sakit sekali hikss."
Tangan besar itu mengusap surai anaknya, ia tidak protes saat Jimin menangis semakin keras. Ia berharap tangisan itu bisa sedikit meringankan bebannya.
Setelah cukup tenang Seokjin menangkup pipi anak kesayangannya.
"makan dulu sayang."
Jimin mengangguk dan menerima suapan dari eommanya meski dengan ogah ogahan.
Nafsu makannya hilang begitu saja."Jiminie ada temanmu yang berkunjung."
Namjoon melongokan kepalanya dan tersenyum kepada Jimin.
"apa dia teman barumu sayang."
Jimin mendongak, ia sedikit berfikir siapakah gerangan. Namun ia membolakan matanya saat seseorang mengekori ayahnya.
"Tae."
Senyuman terlempar begitu saja saat mendengar ucapan si mungil.
"kalau begitu eomma mau kedapur dulu sayang."
Seokjin keluar kamar diikuti Namjoon. Meninggalkan dua orang yang masih dilanda kecanggungan.
"bagaimana keadaanmu Jimin ah?"
"b-baik Taehyung ah."
Hening kembali, rasanya begitu canggung namun ucapan Jimin memecah kecanggungan tersebut.
"ada apa Taehyung ah. Apa ada sesuatu?"
"hmm aku hanya menjengukmu, kufikir kau sedang sakit hingga beberapa hari tidak ada di kafe."

KAMU SEDANG MEMBACA
NIGHTMARE (BlackSwan)[END]
FanfictionVMin Story [COMPLETED] "malam ini aku akan menjemputmu, angsa hitamku yang nakal" bagaikan sebuah mimpi buruk, ia dihadapkan dengan sebuah takdir yang tak bisa ditolak. Jimin, pria mungil itu harus menerima resiko yang sudah diambil oleh kedu...