True Love (fake)

1K 85 5
                                    

Warning 🔞
Typo
Happy Reading

***

      Jimin merasakan kehangatan, ia menutup mata dengan begitu tenang. Meringkuk didalam rengkuhan pria dengan sayap yang memerah di ujung kirinya. Ia dapat merasakan usakan pelan dibagian leher dan mendengar gumamam yang begitu menenangkan hatinya.

"maafkan aku Jiminie sayang, aku hampir merusakmu. Aku disini, tenanglah."

Pria itu merengkuh Jimin dengan sangat erat, menghirup feromon yang sudah sejak lama ia rindui. Tangannya tak henti mengelus pipi pemuda mochi itu yang tampak memerah akibat udara yang semakin dingin.

     Jungkook merentangkan sayapnya, menutupi tubuh Jimin agar terlindung dari angin yang berhembus samar melewati lubang udara.

Biarlah malam ini ia egois, biarlah untuk kali ini ia mengikuti perasaannya.

...............

     Aroma kopi menguar kala uap dari air panas itu menyebar, mengalihkan atensi pemuda berkulit tan dengan kameja kotak dan celana biru tua. Ia melemparkan senyum kotak dengan mata yang menyipit, membuat siapa saja yang melihatnya terpekik karena terpesona akan ketampanannya.

Jangan lupakan surainya yang tampak cantik dengan warna karamel, sepertinya pemuda itu sangat merawat diri.

"Jimin ah kau melamun?"

Dalam hati si mungil ia menggerutu. Kenapa dia sok perhatian sekali, seperti benar benar pemuda polos yang berhati suci. Jimin tidak habis fikir bagaimana iblis itu dapat merubah ekspresi sedetail itu, ia benar benar tidak bisa melihat kekejaman ataupun dendam dimatanya.

"tidak Tae, tumben sekali kau ingin kopi hitam. Biasanya ice americano."

"aku ingin mencoba sesuatu yang baru Jimin, jika kau ada rekomendasi beritahu aku ya."

Kopi dengan sianida, itu tepat untuk iblis sepertimu. Jimin menyumpah serapah didalam hatinya, tapi ia juga merutuki pemikirannya karena itu percuma saja.

     Taehyung menatap Jimin penuh arti, jangan salah. Ia itu iblis, pangeran iblis. Ia tidak bodoh jika tidak mengetahui isi hati si mungil. Ia menunjukan seringai saat mengetahui Jimin mulai kurang ajar dan sedikit nakal. Tunggu saja hukumannya manis.

Ngomong ngomong sianida itu lumayan, Taehyung pernah mencobanya beberapa hari lalu.

"Jimin ah, apa nanti malam kau sibuk?"

Jimin menggeleng, ia masih sibuk dengan beberapa berkas laporan yang ia terima dari kafenya. Sudah beberapa hari ini dirinya tidak bisa hadir disana karena sakit. Salahkan iblis itu.

Taehyung menggeleng, kenapa dirinya yang disalahkan?

"bagaimana jika kita jalan jalan Jimin ah?"

"tidak buruk, kalau kita mengajak Jungkook bagaimana?"

Taehyung mengernyit tidak suka, kenapa harus mengajak kelinci itu. Maksudnya angsa yang lebih mirip kelinci.
Sebenarnya tidak ada maksud lain, Jimin hanya ingin sedikit menekan kemungkinan pria didepannya melakukan tindakan tidak senonoh.

"terserah, jika dia mau ajak saja."

Jimin mengangguk tenang, ia tidak menyadari Taehyung melempar seringaian.

NIGHTMARE (BlackSwan)[END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang