Pesan Singkat (2)

45 8 83
                                        

"Jelasin ke gue sebenarnya lu berdua ada masalah apa?" tanya Sarin tampak tak sabar.

"Bukan urusan lu" tolak Eunsang.

"URUSAN JIYUL YA URUSAN GUE JUGA, LU UDAH BIKIN SAHABAT GUE NANGIS SELAMA BERHARI-HARI, GUE MAU LU JELASIN SEMUA INI SANG" amuk Sarin. Teman-temannya mencoba menenangkan Sarin.

"Gue bukannya mau ikut campur, tapi lebih baik lu ngasih tau kita-kita alasan lu mutusin Jiyul kek gini tuh apa Sang?" Sihyo yang daritadi terdiam akhirnya berbicara juga.

"Kita gak mau Jiyul terus-terusan sedih cuma karena lu putusin" kali ini giliran Yoomi yang berbicara.

"Lu gak tau kan Jiyul tuh dulu kek gimana pas lu tiba-tiba ngejauhin dia, dia udah kayak gak ada arah dan tujuan hidup Sang, lu tuh udah bagian dari hidup dia, NGERTI GAK SIH LU?" Yieun tampak emosi, untuk pertama kalinya dia membentak seseorang seperti ini. Matanya sedikit berkaca.

"Sabar sabar" Dohyon mencoba menenangkan Yieun.

"Gak bisa Do, Eunsang benar-benar udah keterlaluan" Yieun menghempaskan tangan Dohyon.

"Gue yang salah..." ucap Eunsang tak berani menatap wajah teman-temannya.

"SEMUA EMANG SALAH LU" teriak Sarin.

"ANJIR BANGET ELAH SI JIYUL SAMPAI SESUKA INI SAMA ORANG GOBLOK KEK LU" Sarin memaki.

"Bawa Sarin menjauh dari Eunsang dulu gih" ucap Hangyul pada Nara. Nara mengiyakan.

"Kita ke kelas yuk Rin" ajak Nara.

"Gue butuh penjelasan dari Eunsang dulu Ra" Nara menarik tangan Sarin. Sarin tampak ogah-ogahan, tapi akhirnya pergi menjauh dari Eunsang.

"Sebenarnya ada apa lagi sih Sang?" tanya Junho.

"Kenapa jadi selemah ini woy?" tanya Yohan juga.

"Gue no komen deh kalo masalah cinta-cintaan" ucap Dongpyo sambil bersandar pada punggung Hangyul.

"Lu kalo ada masalah cerita ke kita dong, jangan lu pendam sendiri" Hangyul menatap Eunsang yang masih terdiam.

"Tau nih, kita kayak gak dianggap" ucap Dohyon yang sibuk dengan sekotak permen di tangannya.

"Bagi woy" Dongpyo mengambil sebungkus permen.

"Nyooooooo!!" Dohyon mengarahkan kotak permennya ke Dongpyo. Mereka berdua pun menyibukkan diri dengan sekotak permen.

"Dasar..." Hangyul hanya geleng-geleng kepala melihat tingkat Dohyon dan Dongpyo.

"Gue bakal ngasih tau kalian, tapi bukan sekarang, gue lagi bener-bener butuh waktu sendiri dulu" Eunsang berjalan meninggalkan teman-temannya.

"Wah parah nih si Eunsang"

"Udahlah biarin dia sendiri dulu, gue juga kalo ada masalah pasti bakal kek Eunsang" ucap Hangyul.

"GAK NANYAAAAA" ucap Yohan dan Junho kompak. Hangyul tersenyum kecut.

Sementara di dalam kelas...

"Ke kantin yuk" ucap Yieun, menarik-narik tangan Jiyul.

"Gue gak laper"

"Lu harus banyak makan biar kuat menjalani kerasnya hidup ini Yul"

"Diam kagak lu" Sarin mencubit lengan Sihyo pelan.

"Iya iya, baru juga ngomong"

"Makan dulu yuk" Sarin mencoba membujuk Jiyul.

"Gue gak lap...." Sarin menarik paksa tangan Jiyul.

"Lu mau lihat Yieun mati kelaparan di kelas gara-gara nungguin lu ikut ke kantin hah?"

"Gak gitu Rin"

"Yaudah makanya ayo makan"

"Iya" ucap Jiyul pelan.

"Nih makan yang banyak" Yoomi memberi lauknya pada Jiyul.

"Gue beliin susu kotak kesukaan lu ya" Sihyo berjalan menuju lemari pendingin.

"Nih minum" Jiyul hanya menatap sekotak susu di hadapannya, matanya berkaca lagi. Tapi di tahannya, dia tak bisa menangis di kantin seperti ini.

"Gue salah lagi ya?" tanya Sihyo.

"Itu susu yang suka di beliin Eunsang woy" bisik Yoomi pada Sihyo. Sihyo menepuk jidatnya pelan.

"Gue yang minum aja ya hehe" Nara mengambil sekotak susu itu.

Setelah menghabiskan makanan mereka semua, dengan suasana yang tidak seperti biasanya, mereka pun kembali ke kelas.

"Kayaknya rencana gue berhasil deh" ucap seseorang menatap ke arah Jiyul dan teman-temannya dari kejauhan.

__________

Part ini sengaja di pendekin ya ceritanya 🤪

When You Love Someone | X1Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang