Chaewon and Rina Time

196 24 42
                                        

Hari ini hari Sabtu.

Harusnya hari ini Chungha bekerja di Cafe Woodz. Karena Chungha sedang sakit, Chaewon berinisiatif untuk menggantikannya.

"Pagi Om." Seungyoun yang sedang mengotak-atik kameranya langsung melihat Chaewon dari atas sampai bawah.

"Kayak mirip seseorang. Siapa ya?" Tanya Seungyoun datar namun terdengar ketus oleh Chaewon.

"Aku Chaewon. Anaknya Mama Chungha."

Seungyoun langsung meletakkan kameranya dan tersenyum.

"Oh Chaewon. Mama Chunghanya mana?"

"Mama sakit Om. Kalau aku gantiin mama hari ini gpp kan?"

"Loh harusnya mah gpp. Apa Om perlu bawa Mama kamu ke rumah sakit?"

"Gak usah Om. Mama demamnya gak tinggi kok." Tolak chaewon dengan segera.

"Oh syukurlah."

"Aku boleh kan Om gantiin Mama?" Tanya Chaewon kembali untuk memastikan.

"Iya. Tapi kamu didepan aja catat pesanan. Jangan yang berat-berat."

"Oke siap." Balas Chaewon senang.

"Ganti bajunya ya dibelakang."

"Nayoung!" Seungyoun memanggil salah satu pegawai yang sedang mempersiapkan meja-meja.

"Iya bos?" Nayoung menghampiri Seungyoun dan Chaewon.

"Antar ke loker Chungha ya. Biar ganti baju pakai seragam Chungha." Nayoung menangguk paham.

"Ayo." Ajak Nayoung pada Chaewon.

"Maaf merepotkan Tante."

[+]

Chaewon sedang membersihkan meja setelah pelanggan yang tadi duduk di nomor 4 pergi.

Sebenarnya tak ada yang menyuruhnya. Tetapi karna tak ada pelanggan lagi yang datang dan Seungyoun sudah pulang, jadilah ia berinisiatif membersihkan meja tersebut.

"Chaewon pulang aja. Biasanya jam segini Mamamu udah pulang." Ucap salah satu teman kerja Mama di Cafe yang namanya masih coba diingat oleh Chaewon.

Oh ya, Tante Nayoung.

Chaewon melirik jam dipergelangan tangannya.

Sudah jam 5 sore.

"Sebentar Tante Nayoung, aku bersihin ini dulu."

"Biar tante aja. Kamu ganti baju gih. Siap-siap pulang."

"Bentar lagi ya Tante. Satu meja ini aja."

"Yaudah. Tante tinggal ke dapur dulu ya."

Chaewon tersenyum dan langsung mengangkat piring kotor yang sudah ia tumpuk di meja.

"Beres." Gumam Chaewon bangga.

"Chaewon." Chaewon menoleh kearah orang yang memanggilnya dan langsung memasang ekspresi tak bersahabatnya.

"Papa?" Ketus Chaewon. Ya. Seperti Felix. Chaewon masih ingat kalimat yang selalu Mamanya ucapkan pada dia dan yang lain, "Papa. Panggil dia Papa."

"Bisa kita bicara?" Tanya Papanya.

"Papa gak lihat saya bawa apa? Saya sibuk." Chaewon sengaja mengangkat lebih tinggi piringnya agar terlihat oleh Papanya.

New Head For My FamilyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang