Setelah mendengar cerita dari Bangchan, Chaewon langsung berlari pulang. Ia memanggil nama Felix berulangkali sambil mengecek seluruh ruangan namun hasilnya nihil.
kembarannya tak ada dirumah.
Chaewon langsung meringkuk dipojok sambil menangis. Berulangkali ia menepuk keras dadanya yang terasa sakit.
"Mas jangan tinggalin Mbak." Lirih Chaewon.
Matanya melirik kearah jaket yang ditinggalkan begitu saja diatas kasur. Perlahan Chaewon berdiri lalu mengambil jaket tersebut.
"Maaf Mas." Gumam Chaewon.
[+]
"Mbak." Chungha berlari masuk kedalam rumah. Tapi ia hanya menemukan anak perempuannya disana.
Chaewon kacau. Matanya bengkak. Jarinya berdarah setelah ia terus berulang mencoba memasukkan benang ke jarum.
Setelah melihat Mamanya, Chaewon langsung berlari memeluk mamanya.
"Mama, dada Mbak sakit. Mas marah banget sama Mbak. Ini sakitnya Mas." Racau Chaewon.
Chungha hanya bisa memeluk erat Chaewon. Tangan kanannya mulai bergerak mengelus punggung anaknnya agar tenang.
Berulangkali Chungha berusaha agar Chaewon mau diobati. Tapi gadis itu tetap pada pendiriannya. Ia terus menjahit jaket Felix.
"Sedikit lagi." Gumam Chaewon berulangkali.
Jujur, Chungha ingin menangis. Tapi ia tak mau keadaan menjadi semakin kacau.
"Sayang, Mama obati dulu ya." Chungha kembali berusaha. Ia melembutkan suaranya.
"Sedikit lagi." Chungha menghela napas beratnya.
Tiba-tiba Chaewon menjerit saat jarinya tertusuk jarum.
"Nanti dilanjut lagi." Pinta Chungha sambil menggenggam tangan Chaewon.
Chaewon menolak. Ia kembali menjahit. Pada akhirnya Chungha hanya bisa melihatnya dengan tatapan sendu.
Beberapa menit kemudian akhirnya selesai. Chaewon memegang gunting untuk memotong lebihan benangnya namun ditahan Chungha.
"Mama aja." Ucap Chungha.
[+]
Disisi lain, Felix sedang berada di makam.
"Maaf ya jaketnya rusak." Lirih Felix.
Felix menoleh saat ada yang menyentuh pundaknya.
"Hey boy, pulang. Mbak kacau dirumah. Mamamu sedih lihat anak kembarnya begini. Masih ingat kata Om Bangchan kan?" Felix mengangguk.
"Jangan lama-lama disini. Mbak dan Mamamu butuh kamu. Saat ini hanya kamu satu-satunya sosok lelaki yang bisa mereka andalkan." Felix kembali mengangguk. Setelahnya orang tersebut pergi menjauhi Felix.
"Makasih Om Changkyun!" Teriak Felix.
"Makasih sama Om Bangchan. Dia yang menyadarkan kamu untuk lebih mementingkan perasaan keluarga yang masih hidup." Balas Changkyun.
[+]
Felix akhirnya pulang kerumah.
Felix langsung ditatap oleh Chaewon dan Chungha membuat lelaki itu sedikit memundurkan langkahnya.
Chaewon yang melihat Felix langsung berdiri dan menghampiri Felix. Ia memberikan jaket yang sangat Felix jaga itu.
"Mas maaf. Ini Mbak perbaiki. Maaf gak sebagus sebelumnya." Ucap Chaewon dengan suara seraknya.
Felix melirik kearah jaket tersebut. Bukannya mengambil jaketnya, Felix justru mengenggam pergelangan tangan Chaewon membuat jaketnya terlepas.
"Mbak jangan gini." Lirih Felix. Matanya sendu menatap jari-jari Chaewon yang terluka.
"Mas sakit kalau Mbak sakit." Lanjut Felix.
Felix mengangkat tangan Chaewon. Ia mendekatkan jemari Chaewon lalu meniupnya lembut.
"Pasti sakit. Ayo Mas obati." Felix menuntun Chaewon agar duduk di kursi lalu ia mengambil kotak p3k dari tangan Chungha.
Chungha memang sudah berniat untuk mengobati Chaewon. Tapi anaknya itu menolak.
Dengan lembut Felix mengobati Chaewon membuat gadis itu menangis.
"Mas minta maaf sama Mbak. Harusnya Mas gak marah sama Mbak." Ucap Felix.
"Mbak yang salah." Balas Chaewon. Dengan cepat Felix menggeleng.
"Mbak lebih penting dari jaket itu."
Jemari Felix bergerak menghapus jejak air mata Chaewon, "Mas sayang sama Mbak. Mas janji, tadi terakhir kalinya Mas bentak Mbak. Maaf juga udah mendorong Mbak. Pasti sakit."
Chungha tersenyum. Ia mendekati si kembar lalu secara bergantian mengelus puncak kepala si kembar, "Lain kali, Mau Mbak pernah mengalami atau tidak, Mas harus lebih terbuka sama Mbak dan Mbak harus mendengar apa yang mau dibicarakan Mas. Jangan disepelekan."
Si kembar mengerti perasaan satu sama lain.
Chaewon mengerti rasa sakit Felix saat jaket yang dirawatnya rusak dan Felix tau rasa sakitnya Chaewon saat Felix marah padanya.
Perasaan mereka memang selalu terhubung kan.
Next
Selanjutnya kalian mau bahas tentang apa?
KAMU SEDANG MEMBACA
New Head For My Family
FanfictionChungha pikir setelah bercerai ia hanya harus fokus bekerja dan mengurus anak-anaknya. Namun ternyata Chaewon, Felix, Rina dan Yeojin mempunyai kandidat untuk menjadi Papa baru mereka. Siapa yang Chungha pilih? Story Cover by Kentangpusink 🐛
