"Eh cupu sore ini gue butuh tenaga lo".
Loh kok suara nya kayak aku kenal ya ? Kayak suara nya si macan betina yang suka nyuruh-nyuruh. Perlahan gue berbalik dan langsung menghadap ke arah suara tersebut.
Jeng jeng jeng, sudah aku duga itu suara nya Riza yang kini sedang berkacak pinggang di belakang aku, alama tertindas lagi awa ini mah.
"Eh cupu denger kan gue ngomong apa ?" tanya Riza sengit, aku hanya bisa mengangguk paham.
"Eh Riz, apaan sih lo ? Si Acep ini bukan babu lo" kini Alno yang membela aku.
"Tau lo, berasa kayak princes aja, ckck" sambung Diana yang ikut ngebela aku.
"Eh bego, si cupu ini punya perjanjian sama gue, jadi serah gue lah mau nyuruh dia apa aja".
Kini malah Riza yang tersulut emosi nya dan langsung ngegas dengan gaya diktator nya.
Aku kira perdebatan akan cepat selesai, nyata nya mereka melanjutkan perdebatan lebih sengit dan panas, awal nya aku merasa terhibur melihat mereka. Tapi kok lama-lama kesel juga ya, apa lagi kini kami menjadi bahan tontonan semua orang di kantin, ckck dasar perempuan tidak punya malu.
"Eh, sudah-sudah. Kalau kalian berantem begini, malah repot urusan nya nanti" aku mencoba melerai mereka.
"Shutt up".
Kok mereka berdua malah membentak aku sih, hadeh kudu mode sabar lagi ini mah. Tanpa pikir panjang aku langsung pergi dan meninggalkan mereka berantem di kantin, bodo akh biarin aja sekali-kali. Kapan lagi seorang polisi bisa tega kayak gini, ckck.
Kali ini aku berjalan menyusuri koridor dan berniat pergi ke perpustakaan, disana aku akan mencari tau biodata seorang Aina, dan mencari tau informasi tentang Riza, Nathan dan Alno, kenapa ? Karna sekarang yang aku curigai adalah mereka, apa lagi setelah Riza menyebutkan nama 'Aina' dan 'nyelakain', feeling ku mengatakan mereka terikat satu sama lain dalam kasus ini.
Sesampai nya di perpus aku mencari ke bagian rak biodata siswa, aku mencari data satu atau dua tahun yang lalu, pertama-tama aku mencari data seorang murid bernama Aina.
"Aina-Aina-Aina" aku terus bergumam sambil mencari nama tersebut menggunakan telunjuk ku dan dapat juga, telunjuk ku berhenti di sebuah biodata bernama Aina lesmana, kenapa aku bisa tau karna nama Aina cuma ada satu yang itu di antara biodata satu atau dua tahun lalu.
Setelah itu aku melanjutkan pencarian ku, dan berhasil menemukan semua alamat dari nama yang aku curigai tadi, tinggal aku menyelidiki semua latar belakang mereka saja.
"Arghhhhhh".
Bhatin ku terperanjat, di saat aku mendengar suara teriakan, teriakan yang berasal dari arah toilet sekolah yang jarak nya tidak jauh dari perpustakaan.
Ternyata bukan cuma aku saja yang mendengar teriakan itu, aku melihat semua yang ada di perpus langsung terperanjat dan berlarian keluar perpus. Aku pun sebagai polisi langsung ikutan berlari dan ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi.
_______________
Author POV.
--------------------------
Suasana sekolah menjadi riuh dan mencekam tatkala seseorang menemukan mayat siswi sekolah di dalam area toilet, mayat yang di perkirakan menjadi korban pembunuhan jika di lihat dari bekas sayatan di leher nya.
Beberapa orang langsung jatuh pingsan di saat mereka melihat salah satu teman mereka tewas dengan cara mengenaskan, kini sekolah juga di bikin repot dengan adanya murid-murid mereka yang pingsan dan teriak-teriak histeris.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE IN MISSION ✅ [ SELESAI ]
Novela Juvenil( END ) Judul awal ( PHANTOM ) ___________ Bercerita tentang seorang anggota polisi muda yang harus rela menyamar sebagi siswa SMA cupu dan harus kembali ke sekolah untuk menyelesaikan sebuah kasus pembunuhan misterius yang di bebankan padanya. Nam...
![LOVE IN MISSION ✅ [ SELESAI ]](https://img.wattpad.com/cover/226145525-64-k359001.jpg)