chapter 10

1.1K 96 2
                                        

Author POV.
--------------------------

Setelah kejadian menghebohkan tadi, akhir nya sekolah ini kembali tenang pasal nya Musa and the geng sudah pergi dan mengenai Angel !!! Diana sudah memaafkan nya dan Angel sudah berjanji tidak akan membully orang lain lagi.

Kini Diana tengah duduk bersama Alno di kantin, biasa... Diana melanjutkan makan nya tadi yang sempat tertunda.

"Eh Di, yang tadi itu teman-teman lo ?" tanya Alno duluan.

"Ya gitu lah, teman SMP gue semua. Kenapa emang nya ?" jawab Diana sambil menyeruput es jeruk nya.

"Gpp, hebat ya dia bisa keluar masuk sekolah lain seenak nya. CKck" balas Alno entah memuji atau meledek.

"Ya itu udah kebiasaan dia dari dulu, gue gak heran lagi" Diana hanya tersenyum tipis ke arah Alno.

"Wah ? Tapi kayak nya dia peduli banget sama lo, jangan-jangan dia suka lagi sama lo Di".

Sontak Diana langsung menyemburkan es jeruk yang tadi iya minum dari dalam mulut nya.

"Kenapa lo Di ?".

"Gpp No, dia gak suka sama gue dan gue tau itu. Jangan ngarang deh No" balas Diana santai.

"Kalau gak suka, kenapa dia bela-bela in kesini buat ngelabrak si Angel ?" tanya Alno serius.

"Ha ha ha, dia emang gitu orang nya, kalau ada salah satu temen nya yang dalam masalah dia selalu datang buat bantuin, solidaritas tanpa batas kata nya" jelas Di sejelas-jelas nya.

"Anak geng motor ya ?" tanya Alno polos. Tidak tau saja siapa sebenar nya Musa itu.

"Bukan... Dia ketua gangster THE SKULL".

"Uhuk-uhuk" Alno langsung terbatuk setelah mendengar celetukan nya Diana.

"Serius lo Di ? Jangan-jangan dia yang gebugin anak-anak sini sendirian lagi tempo hari !!!" kini Alno malah ternganga setelah mendapat jawaban dari Diana.

"Serius atuh... Kenapa ? Lo mau ngajakin dia berantem ? Gue laporin nih sama dia sekarang" ancam Diana, yang membuat Alno berkeringat dingin.

"Eh jangan atuh Di, tega lo mah sama gue. Bisa mati muda gue".

Diana malah terkekeh melihat tingkah Alno yang sangat ketakutan kayak gitu.

Beberapa saat kemudian Malvin datang dan ikut bergabung sama mereka berdua.

"Dari mana aja lo ?" pertanyaan pertama yang keluar dari mulut nya Alno.

"Perpus".

"Perpus mulu, lagi ngeceng bu Hamidah ya si penjaga perpus ?" tuduh Alno yang membuat Malvin melirik ke arah nya.

"Bukan nya bu Hamidah itu kecengan lo ya No ?" kini Diana yang malah memberi tuduhan ke Alno.

"Dih, gak sudi gue Di, mending ngecengin lo" balas Alno sambil sedikit menggoda Diana.

"Lo lagi modusin gue No ?".

"Kalau mau serius juga boleh" tawar Alno, namun Di malah memalingkan wajah nya ke arah lain.

"Saya pergi dulu ada urusan penting" idzin Malvin lalu lekas berlalu pergi.

"Urusan sama si macan ya Cep ?" teriak Alno sambil terkekeh.

Tanpa di sadari sejak tadi Diana menatap ke arah punggung Malvin yang perlahan berjalan menjauh dari area kantin, namun Alno yang menyadari itu berniat iseng kepada Diana.

"Woy, biasa aja kali mengagumi nya, ckck".

_______________

Oriza POV.
-----------------------

LOVE IN MISSION ✅ [ SELESAI ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang