chapter 28

1K 94 0
                                        

Srrkkk srrkkk srrkkk

Suara gesekan benda terdengar di seluruh ruangan ini. Ruangan pengap yang di isi oleh beberapa orang di dalam nya, seseorang tengah menyeringai lebar sambil mengasah benda tajam yang sedari tadi ia pegang.

Srrkkk srrkkk srrkkk

Suara tersebut terdengar lagi dan langsung membangunkan gadis yang tengah di ikat di sebuah kursi.

Cahaya remang sedikit demi sedikit masuk menusuk ke pupil matanya. Gadis tersebut mengerjap-ngerjapkan mata nya beberapa kali, kesadaran nya masih belum pulih semua namun sesaat kemudian ia terkejut setelah menyadari ke adaan nya saat ini.

"Nngggghhh".

Dia hanya bisa melenguh sambil berusaha memberontak, ia berusaha membuka tali yang mengikat tangan nya.

"Nngggghhh".

Lagi-lagi dia hanya bisa melenguh sambil kembali berusaha berontak.

"Ka-kamu, su-sudah sa-sadar Riz ?".

Yap, gadis itu adalah Riza, Riza sedikit terkejut dan langsung melirik ke arah suara tersebut. Dan betapa terkejutnya dia si saat ia melihat seorang teman tengah berada di dekat nya dalam ke adaan yang sama-sama terikat.

"Nathan ?".

"Ka-kamu ti-tidak a-apa-apa ?".

Riza mengangguk lemah, gadis itu melihat kondisi Nathan yang begitu mengenaskan, darah yang keluar dari berbagai sudut luka yang di derita oleh nya.

Kondisi Nathan begitu mengenaskan, luka-luka yang di derita oleh nya terlhat seperti sebuah luka akibat sayatan benda tajam, di bagian wajah nya juga tergambar sebuah sayatan panjang di pipi nya.

Srrkkk

Suara tersebut langsung hilang seiring orang tersebut menyadari kalau calon korban nya itu sudah sadar.

Orang itu mendekat dan langsung menyeringai lebar ke arah mereka berdua.

"Sudah sadar rupanya".

Riza, mendongak dan ia langsung terkejut setelah melihat siapa yang tengah berdiri di hadapan nya.

"Nnggghhhh".

Riza hanya bisa kembali bergumam, orang itu nampak kembali menyeringai dan langsung menarik lakban yang membekap mulut Riza dengan kasar.

"Awss" Riza sedikit meringis "Pak Endang, a-apa yang ba-bapak lakukan ? A-apa maksud nya semua ini ? Dimana ini ?".

Yap dia lah Endang, sang guru yang mengajar di sekolah nya Riza.

"Riza-riza, selamat datang di neraka" Endang membentangkan kedua tangan nya samb tertawa.

"Ma-maksud bapak apa ?" Riza kembali menanyakan pertanyaan bodoh.

"Riz... Di-dia yang udah me-membunuh te-temen-teman ki-ta" sahut Nathan terbata-bata.

Bukk

Satu bogeman mendarat di perutnya Nathan, itu ulah nya Endang.

"Bacot. Ha ha ha ha" Endang kembali tertawa.

"Lepasin kami pak".

Endang menyeringai "Lepas ? Anda mau saya lepasin ? Baik lah, saya akan lepasin kalian tapi setelah kalian berdua mati, ha".

"Psycopat, cuih" Riza meludah ke arah nya. Seketika itu Endang naik pitam.

Plakk

Plakk

Dua tamparan mendarat di pipi mulus nya Riza dan langsung menyiskan warna merah di pipinya. Riza langsung meringis kesakitan.

"Sakit ? Pasti sakit lah, begitu juga dengan perasaan saya setelah mendengar kalau anak saya bunuh diri akibat ulah anjing-anjing sekolah ini" sungut Endang berapi-api.

LOVE IN MISSION ✅ [ SELESAI ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang