Seperti janji aku tadi, sepulang sekolah aku langsung pergi ke rumah nya Riza dan mulai menghabiskan waktu terakhir perjanjian kami, cukup berat aku rasa tapi itu sudah kesepakatan kami, begitu pun dengar Riza kayak nya iya juga begitu berat untuk mengakhiri perjanjian ini.
Apa aku tambah lagi ya kesepakatan nya ? Tapi harus kasih alasan apa ya sama dia ? Bingung kan jadi nya.
"Woey, ngelamun wae atuh !!! Ayo masuk".
Suara ini yang sangat aku rindukan, bawel nya, marah-marah nya dan apa aja yang iya lakukan selalu membuat aku rindu.
Kemudian aku merasa ada sebuah tangan yang menarik tangan ku cupuk kencang dan aku tau itu adalah tangan nya Riza.
"Aww, sakit Riza... " keluh ku.
"Maka nya lo jangan ngelamun mulu atuh, yuk masuk. Lo mau minum apa ? Biar gue bikinin" Riza lanngsung menawarkan aku minum.
"Wine aja kalau ada, kalau tidak ada wine, vodka atau weskey juga boleh" celetuk ku yang langsung membuat nya melongo.
"Seriusan lo mau minum itu ?".
"Ya serius atuh" balas ku becanda.
"Ta-tapi di rumah gue gak ada minuman kayak gitu tuh. Air kobokan aja mau gak ?".
Tawar nya lagi.
"Eh... Kok lo tau ama minuman-minuman kayak gitu sih ?".
Ups. Riza mulai sadar dengan celetukan ku barusan.
"Ya kebawa sama kamu atuh non, tiap malam non bawa saya ke tempat begituan. Untung nya saya paling anti sama yang begituan".
"Eum... Kalau sama orang yang suka mabok lo anti gak Cep ? Eum... Maksud gue apa kamu mau nerima baik orang kayak gitu ?".
Maksud nya apa nih ? Kok arah pembicaraan nya kayak yang mengarah ke arah lain deh.
Kalau aku tidak jawab nanti dia malah cemberut lagi, jawab aja lah sekenanya "Tergantung".
"Tergantung apaan Cep ?".
"Tergantung, kalau orang nya mau berubah lebih baik lagi saya pasti terima-terima aja. Apa lagi kalau seorang perempuan begajulan dan mau berubah lebih baik lagi saya pasti rela kok nunggin dia lulus sekolah dan langsung halalin dia serta menjadikan nya seorang ibu dari anak-anak saya kelak".
Panjang lebar juga ya penjelasan aku, tapi kok kesan nya aku menyinggung Riza ya ? Tidak apa lah sekali-sekali.
Aku melihat Riza tersenyum penuh makna ke arah ku, senyuman tulus yang keluar beberapa hari ini dari seorang Riza.
Dia sedikit bergumam namun aku masih bisa mendengar nya "Aku akan berubah kok cep".
"Eh. Non bicara apa barusan ?" tanya ku hanya untuk memastikan apa yang aku dengar.
"Heuh ? Apaan Cep ? Perasaan gue gak ngomong apa-apa deh".
"Non kan barusan bicara sesuatu".
"Gak tuh, perasaan lo aja kali".
Aeh, ngeles aja nih bocah. Jelas-jelas aku denger tuh dia bicara apa.
Tapi... Salah aku juga sih tanya sama dia, Riza kan orang nya gengsian jadi maklum saja kalau dia tidak mau ngaku, ckck.
"Duduk dulu Cep, gue ambilin minum dulu".
Aku langsung duduk di sebuah sofa di ruang tengah, sementara Riza pergi ke arah dapur.
Oh ya aku baru ingat, Riza di sini tinggal sama papah serta ibu tiri nya. Yap mamah kandung Riza meninggal lima tahun lalu akibat sakit yang di derita nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE IN MISSION ✅ [ SELESAI ]
Підліткова література( END ) Judul awal ( PHANTOM ) ___________ Bercerita tentang seorang anggota polisi muda yang harus rela menyamar sebagi siswa SMA cupu dan harus kembali ke sekolah untuk menyelesaikan sebuah kasus pembunuhan misterius yang di bebankan padanya. Nam...
![LOVE IN MISSION ✅ [ SELESAI ]](https://img.wattpad.com/cover/226145525-64-k359001.jpg)