chapter 17

933 81 1
                                        

Seorang pemuda tengah berjalan tergesa-gesa, dia berjalan sambil menenteng map di tangan nya.

Sebuah map yang berisi beberapa petunjuk, map tersebut langsung iya masukan ke dalam balik sweter nya. Pemuda tersebut mengambil jalan sepi ke belakang sekolah, mengendap-ngendap kayak maling saja.

Yap... Pemuda tersebut adalah Malvin yang baru saja keluar dari ruang kepala sekolah dan langsung menuju ke arah motor nya di parkir, Malvin sengaja memarkir motor nya jauh dari sekolah agar tidak kelihatan mencolok.

Malvin masih saja santai berjalan sampai sebuah suara memanggil nya "Woy, cupu kemana aja lo ?".

"Shittt. Suara itu" gumam Malvin yang mengenali si mpunya suara.

Yap, itu Riza yang sekarang berjalan mendekat ke arah nya, Malvin kira tidak ada orang yang melihat nya, namun Malvin salah besar setelah Riza menegur nya.

Kini Riza menepuk pundak Malvin sambil bertanya "Tadi malam lo kemana ? Cabut kok gak bilang-bilang gue sih".

Malvin menoleh sambil tersenyum masam ke Riza.

"Motor lo juga kenapa lo main tinggal-tinggal aja di rumah gue ? Emang nya rumah gue tempat parkir kendaraan apa ? Ckck".

Malvin kembali hanya tersenyum alakadarnya.

"Di tanya nyaut woy, sombong amet diem-diem bae kayak gitu. Tadi malem lo kemana Cep ?".

Malvin hanya berdecak kesal lalu mulai menjawab pertanyaan nya "Maaf, saya lagi sibuk sama seseorang, jadi saya tidak sadar kalau lagi jalan sama anda" balas nya yang bisa di bilang nyindir.

"Tumbenan sibuk sama orang lain ? Emang nya lo punya something apa ?" ledek Riza.

"Anda tidak perlu tau semua nya tentang saya" sinis Malvin.

"Gitu amet jawaban lo, gue kan cuma nanya sama lo. Lagian gue heran, tadi malam lo kemana ?" tanya Riza yang menyadari perubahan sikap Malvin.

"Saya kan sudah bilang, saya ada urusan".

"Iya, urusan apa ?".

"Emang harus ya saya jawab ?" Malvin malah balik bertanya kepada Riza.

"Harus lah ?".

"Penting kah buat anda ?".

Riza mulai kesal dengan sikap Malvin seperti ini "Lo kenapa sih ? heran deh gue, tinggal jawab aja pake ribet segala".

"Saya sibuk nungguin seseorang sampai ketiduran di emperan jalan. Puas ?".

Riza terdiam, setelah itu Malvin langsung pergi tanpa memperdulikan Riza sama sekali.

"Eh, seriusan lo Cep ?" pertanyaan Riza membuat Malvin sedikit menoleh dan tersenyum sinis ke arah nya.

"Ckck, terserah anda mau percaya atau tidak, saya tidak rugi sama sekali".

Setelah itu Malvin langsung pergi dan meninggalkan Riza yang masih termenung di tempat.

"Kenapa sih tuh anak, heran deh sipat nya aneh banget. Apa karna perjanjian usai sikap nya jadi gitu ke gue, cepet amet berubah nya" Riza bergumam sendiri lalu lekas pergi menuju ke area sekolahan.

Riza menyadari ada sesuatu hal yang sedang terjadi sama pangeran cupu nya, dan iya merasa tidak enak dengan kondisi nya yang seperti ini.

_______________

Oriza POV.
-----------------------

Entah sudah berapa lama gue di kantin sekolah, yang pasti mood gue sangat buruk setelah mendapati sikap si cupu dingin kayak gitu, entah kenapa gue merasa kalau ini ada hubungan nya sama kejadian tadi malam.

LOVE IN MISSION ✅ [ SELESAI ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang