epilog

1.4K 97 5
                                        

Beberapa bulan kemudian.

Seorang gadis tengah berdiri di depan beberapa makam. Ia sedikit terisak jika mengingat kejadian yang terjadi beberapa bulan lalu.

Kembang tujuh rupa di tambah air mawar sudah ia tabur di atas pusara mereka semua.

Riza terisak di depan sebuah pusara "Maafkan gue, maaf" ucap nya di depan sebuah batu nisan bertuliskan nama 'Aina lesmana'.

Setelah kejadian itu orang-orang yang berhubungan sama kasus Aina terkuak dan segera di bekuk, scandal tersebut lumayan besar melibatkan beberapa pejabat di dalam nya. Keadaan sekolah pun kembali normal dan berjalan seperti biasanya.

Seseorang datang lalu berdehem di dekat gadis tersebut.

"Riza, kamu masih lama ?" tanya seorang cowok yang berada di belakang nya.

Yap dia adalah Riza, Oriza rafarla calondra, gadis itu sudah mengunjungi pemakaman ini beberapa kali.

"Bentar, tinggal berdoa saja" jawab nya lugas.

Cowok tersebut mengangguk lalu ikut berjongkok dan mulai berdoa bersama nya.

"Habis ini kita ke butik buat nyoba gaun pengantin" kata cowok tersebut.

"Iya sayang..." balas Riza manja.

"Jangan nangis lagi. Saya tidak suka lihat kamu menangis kayak gitu".

Riza masih terisak "Gue masih merasa bersalah Vin sama mereka. Kalau saja waktu itu gue gak bungkam, mungkin mereka semua masih ada di dunia ini" Riza tertunduk "Gue juga masih merasa bersalah, kalau bukan karna gue mungkin waktu itu lo gak bakal koma Vin. Gue takut, sangat-sangat takut, hati gue hancur pas dokter menyatakan kalau lo meninggal. Hikss gue takut kehilangan lo".

Cowok tersebut langsung memeluk gadis nya "Kamu jangan takut, ini sudah takdir nya, gusti Allah masih memberi saya kesempatan untuk bersama kamu dan membimbing kamu, saya tidak akan pernah meninggalkan kamu".

Riza mendongakan kepala nya "Janji ?".

"Janji".

"Lo bakalan cinta sama gue selamanya ? Walaupun gue udah tua dan keriputan ?".

"Always love you".

Riza tersenyum dan memberi sedikit kecupan di pipi cowok itu yang membuat pipi nya merah merona.

"Jangan mulai, kita belum sah loh".

Riza terkekeh "Kan nyicil dulu dari sekarang".

"Hustt, jangan bicara seperti itu, ini pemakaman loh".

"Eh... Astagfirullah, maafin Riza ya Allah maaf. Gak lagi-lagi" Riza memukul-mukul mulut nya pelan.

Cowok tersebut terkikik melihat tingkah laku gadisnya.

"Ayok !!!" ajak Riza.

Mereka pun keluar dari pemakaman dan menuju mobil mereka yang di parkir tidak jauh dari pemakaman tersebut.

Setibanya di mobil, mereka pun langsung melaju pergi menuju ke butik tempat mereka janjian bersama orang tua mereka.

Riza tidak menyangka bahwa keajaiban akan datang kepada kisah cinta ny.

Cowok tersebut menggenggam tangan nya Riza sangat erat seakan tidak mau terpisahkan lagi.

Ia menatap ke arah Riza dan di balas tatapan juga oleh gadis itu, sesaat mereka terpaku sambil mengutarakan isi hati mereka masing-masing.

"I Love You Oriza Rafaela Calondra".

"I Love You Too My Cupu".

Cowok tersebut langsung tersenyum mendengar balasan dari Riza.

Sesaat kemudain Riza mengulang kalimat nya dengan sangat lantang.

"I Love You More Malvin Alexsander".

.
.
.
.


.
.
.
.
.

( TAMAT )

LOVE IN MISSION ✅ [ SELESAI ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang