chapter 16

950 83 1
                                        

7.00 malam di toko buku, aku masih menemani Riza yang sedang serius memilih-milih buku maupun novel.

Tidak aku sangka dia juga hobi membaca buku. Aku kira dia cuma bisa menghabiskan uang nya untuk hal-hal tidak penting.

Untuk soal kaki nya yang luka tadi sekarang sudah mendingan, ya walaupun aku melihat jalan nya masih sedikit pincang, tapi tidak masalah kata nya.

Kini dua buah buku sudah aku pegang karna Riza yang meminta nya "Cep, buku ini bagus gak ?".

'7 cara menakhlukan hati lelaki'.

Ha ha lucu juga, buat apaan tuh buku kayak gitu ?.

"Kalau non suka, ya beli saja" saran ku.

"Ok deh" dia setuju dan langsung membawa buku tersebut.

Kami kembali berjalan dan mencari beberapa buku lagi, huh cape juga ya.

Bugh

Aku menoleh ke arah suara tersebut dan mendapati Riza sudah terjatuh dan ada seorang laki-laki di dekat nya.

"Eh, maaf-maaf gue gak sengaja sumpah" ucap lelaki tersebut.

"Hati-hati dong lo".

Macan ist coming.

Aku segera mendekat untuk menahan Riza supaya tidak bar-bar "Non, tidak apa-apa ?".

"Gpp Cep, bantuin gue berdiri".

Dengan cepat aku meraih tangan Riza dan membantu nya berdiri.

"Riza... Kamu Riza kan ?" tanya pemuda tersebut.

Kok-kok-kok, pemuda ini tau nama nya Riza sih.

Riza langsung menoleh dan menunjuk ke arah nya "Farel, kamu Farel bukan ?".

"Iya, ini gue Riz. Ya ampun, dah lama banget ya kita gak ketemu".

Akrab banget kayak nya.

"Ha ha, hooh terakhir ketemu waktu kita masih SMP Rel. Lo apa kabar nya ?" tanya Riza ramah.

"Baik gue mah. Lo sendiri gimana ? Kayak nya lo udah punya pacar baru nih ?".

Pacar ? Siapa ? Aku maksud nya ? Mudah-mudahan sih, ha ha.

"Fine-fine aja gue mah. Gue masih jomblo Rel".

"Yakin ? Terus itu siapa lo ?" tanya nya sambil menunjuk ke arah aku.

"Dia ?" Riza menunjuk ke arah aku "Dia kacung gue Rel. Ha ha".

Jleub.

Kata kacung langsung menusuk ke dalam hati ku, bukan nya aku ingin dia berbicara lebih tapi aku harap dia bicara sedikit lembut dan minimal bilang kalau aku ini teman nya, itu sudah cukup.

"Kita ngobrol di sana yuk".

Laki-laki itu menarik tangan nya Riza tanpa memperdulikan aku, kini mereka tengah asyik berbincang sambil ketawa-ketiwi di sebuah bangku yang berada di toko buku.

Kok nyesek ya.

Cemburu.

Sedih.

Kok aku seakan merasakan perasaan itu ya.

Apa ini yang namanya patah hati, kok sakit ya.

Karna sudah terlalu jengah melihat mereka dan lagi aku juga tidak mau mengganggu reunian mereka, akhir nya aku pergi setelah menaruh buku-buku pilihan Riza di dekat nya.

Tanpa pamit..

Tanpa permisi.

Aku tidak peduli, toh besok aku akan bebas dari perjanjian kami.

LOVE IN MISSION ✅ [ SELESAI ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang