chapter 2

1.9K 143 14
                                        

Grasak

Grusuk

"Minggir-minggir, orang kaya mau lewat".

Heboh beberapa orang langsung mengalihkan perhatian ku, aku melihat beberapa orang masuk ke area kantin dan langsung membuat heboh, semua murid langsung menyingkir dan memberi jalan untuk mereka.

Aku bisa menebak bahwa mereka murid-murid berandal dan di takuti di sekolahan ini, terbukti tidak ada satu orang pun yang berani melawan mereka semua.

"No, siapa mereka ?" tanyaku pada Alno yang masih sibuk menyantap makanan nya.

"Siapa ?" Alno langsung melirik sekilas dan kembali fokus kepada makanan nya.

"Gak usah cari masalah sama mereka, mereka semua bisa di bilang penguasa sekolah ini. Jadi lo gak usah cari masalah sama mereka semua".

Siapa juga yang mau cari masalah, orang aku mau cari bukti kok, makanya aku bisa ada di sini saat ini.

"Kamu takut sama mereka ?".

Pertanyaan ku langsung menghentikan aktivitas makan Alno, dan dengan tajam Alno menatap ke arah ku.

"Gak usah bahas mereka di hadapan gue".

Sungut Alno berapi-api. Why ? Kok dia seperti nya tidak suka kepada mereka, aku jadi curiga. Hebat-hebat, kini aku harus menyelidiki teman sebangku sendiri dan lagi kayak nya mereka adalah orang-orang yang berbicara di kantin tadi.

Brakk

Seseorang menggebrak meja kami dengan keras dan langsung menumpahkan makanan dan minuman milik Alno.

"Woy cupu, minggir lo dari meja kita. Buruan".

Titah salah seorang dari mereka.

"Than, kayak nya lo demen amet nyari masalah, lo gak liat apa meja ini udah ada yang ngisi, cari tempat lain aja sono".

Balas Alno dengan sengit, wow kayak nya Alno berani juga melawan mereka. Dan gue bisa melihat ada sesuatu yang terjadi di antara mereka dulu, aku bisa melihat dari sorot matanya Alno.

"Lo berani ngelawan gue No ? Hebat ya lo sekarang, seorang Alno si anak katro berani melawan Nathan mahendra. Hebat bener lo sekarang".

Oh jadi namanya Nathan, aku harus memasukan nya ke daftar penyelidikan.

"Mau lo apa heuh ?" Alno langsung berdiri dan memasang badan nya.

"Anjing lo, Tama, Romi hajar dia".

Titah Nathan kepada kedua teman nya, namun sebelum mereka berantem seorang gadis menghampiri kami.

"Ada apa ini ?".

Shitt, bukan nya itu gadis yang aku tabrak tadi di dekat toilet, mampus nih kalau dia sampai mengenali wajah ku, bisa di bejek-bejek nih muka. Lebih baik aku menunduk saja pura-pura tidak tau.

"Eh, ada neng Riza, gak ada apa-apa kok neng" elak Nathan sok manis banget.

"Gak usah ngibul deh lo Nat".

Nathan nampak nya luluh sama gadis tersebut, dan aku bisa menebak semua itu karna cinta.

"Elo..." .

Shitt, kayak nya dia menyadari kehadiran aku, mampus bisa-bisa aku jadi korban nih disini.

"Bukan nya lo yang nabrak gue tadi ?".

Tuh kan apa gue bilang, gadis itu mengenali ku. Ya alloh dosa apa aku, bisa-bisa nya aku harus terlibat dalam masalah ini.

"Lo kenal sama nih cupu ?".

LOVE IN MISSION ✅ [ SELESAI ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang