Update!
Gasuka ah kalo baca doang, VOTE dulu sebelum baca ya...
*****
Happy Reading❤
Sehun masih mencerna semua kejadian yang berhasil mengejutkannya, kejadian yang sangat tidak terduga ketika gadis yang sangat ia rindukan, gadis yang memenuhi isi pikirannya berlari memeluknya, dan mengatakan kalau gadis itu juga merindukan Sehun.
Pria itu masih seperti orang bodoh, terdiam seperti patung. Hatinya seperti akan meledak di peluk oleh Sejeong, sebuah keajaiban baginya. Dengan perlahan, ia membalas pelukan gadis itu, membawanya lebih dalam kepelukan, wajahnya ia tenggelamkan pada perpotongan leher Sejeong, menghirup aroma honey yang sangat memabukan.
Jika ini mimpi, tolong jangan bangunkan Sehun. Tapi jika ini bukan mimpi, tolong buat waktu berhenti. Sehun hanya tidak ingin, momen seperti ini hilang. Sehun sadar ia sangat sadar, kalau ia sudah jatuh hati pada gadis ini, gadis yang selalu memarahinya, mengatai dia gila, dan apapun yang gadis itu katakan pada Sehun, pria itu malah semakin terjerat pada pesona nya, aneh memang melihat pria yang jatuh cinta hanya karena di bilang gila, tapi itu nyata, Sehun orangnya.
"Kau membuatku jatuh cinta Kim Sejeong,"
Sejeong melepaskan pelukannya, Sehun menghela nafas pelan. Kenapa harus berakhir secepat ini? Jika saja tidak ada sesuatu yang membebaninya, mungkin ia akan membawa Sejeong kabur bersamanya. Dan tinggal di pulau terpencil dimana tidak ada orang yang mengganggu.
Sehun menatap dalam manik Sejeong yang bergerak acak, mengulas senyum tipis saat tahu gadis itu gugup dan malu.
"Ekhem—— bukankah, bukankah kau mau mengajakku berbicara di atap?" tanya Sejeong.
Sehun masih tersenyum tipis, tangannya terulur untuk menyentuh pipi merah Sejeong yang semakin memerah saat ia sentuh.
"Pipi mu memerah ? Kedinginan ? Atau kepanasan?" goda Sehun.
Sejeong menepis tangan pria itu dengan kasar, membuat Sehun sedikit terkejut. Ah ternyata Sejeong masih sama, ia mungkin masih membenci Sehun.
"Mi-mianhae, apa itu sakit? Aku tidak bermaksud," ucap Sejeong meraih tangan Sehun.
Sehun yang melihat itu, menjadi bingung. Jadi sebenarnya Sejeong masih benci dia atau tidak sih ?
"Kau masih membenciku?" tanya Sehun menarik Sejeong mendekat.
Mata Sejeong membulat, ia menahan nafas ketika wajah mereka berdekatan. Sial, ia sangat terpesona pada mata hitam Sehun, seperti elang. Tajam namun didalamnya memiliki kelembutan.
"Sudah lewat satu menit. Waktu bicaramu denganku tinggal 4 menit, sir." jawab Sejeong
Setelahnya Sejeong memberanikan diri untuk menggenggam tangan besar milik Sehun, lagi. Untuk yang kesekian kali, Sehun tak mengerti dengan perubahan Sejeong.
******
Daniel melirik jam yang bertengger di tangannya, sudah lewat satu menit tetapi Sejeong masih belum kembali. Ia khawatir, haruskah ia menjemputnya? Tapi bagaimana dengan ibunya Sejeong? Daniel di tugaskan untuk menemaninya. Ia menjadi bingung sendiri.
Namun ketika pikirannya sedang berkecamuk untuk memutuskan pilihan, ia mendengar suara lenguhan dari suara tempat tidur. Pria yang sedang mondar mandir tak tentu arah itu langsung melihat ibu Sejeong yang kini sudah membuka kedua matanya.
Atensinya langsung berubah ketika melihat ibu Sejeong sudah sadarkan diri. Ia langsung berlari kecil dan berusaha tak membuat ibu nya Sejeong kaget akan kehadirannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
You're Mine. [Complete]
Fanfiction[SeSe Couple] Media telah membocorkan berita kencan dirinya dengan seorang artis satu agensi. Dia Oh Sehun, jika kalian tidak mengenalnya, dia adalah idol dari grup besar bernama EXO, Sehun sendiri tidak mempermasalahkan hal itu, agensi bahkan telah...
![You're Mine. [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/208326510-64-k312094.jpg)