[SeSe Couple]
Media telah membocorkan berita kencan dirinya dengan seorang artis satu agensi. Dia Oh Sehun, jika kalian tidak mengenalnya, dia adalah idol dari grup besar bernama EXO, Sehun sendiri tidak mempermasalahkan hal itu, agensi bahkan telah...
Jangan lupa VOTE dulu sebelum baca yaa, plss maafin aku baru update lagi😭😭😭😭
*****
"Aku takkan gentar! Kami saling mencintai. Kekuatan cinta yang membuat kami bertahan!" ucapnya penuh tekad.
****
Spill sedikit, nama asli Kim Tae-oh itu. Oh Se-hoyaa.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
****
Nyatanya kata-kata Sejeong untuk meyakinkan dirinya sendiri berbanding terbalik dengan kesedihan di hatinya, tangannya mengepal dengan keras, kepalanya menunduk dengan air mata yang mengalir, padahal ia sudah susah payah menahan tangisan dari kata-kata ibunya Sehun yang menyakitkan, mengatakan kalau hubungan mereka tidak akan lama lagi.
Sejeong sedih dan marah karena ia tidak tahu sama sekali maksud dari perkataan Oh Yi-Seo, selama mereka menjalin hubungan samapi saat ini tidak ada masalah apapun yang menghampiri selain masalah dengan mantan pacarnya Yoona saat itu, lalu kenapa ibunya Sehun mengatakan hal yang tidak masuk akal?
"Kenyataan apa yang dia maksud?" Tanya nya dengan isak.
Sejeong yang saat itu masih menangis menunduk, merasakan sakit yang hebat pada kepalanya, sudah sejak semalam ia tidak bisa tidur karena pusing yang ia rasakan, bahkan ia sudah minum beberapa obat untuk meredakannya, namun kali ini kenapa rasanya berkali-kali lipat? Ia memegangi kepalanya dan berjalan mencari sesuatu yang dapat menopang tubuhnya.
"Sial, kepalaku. Aku tidak boleh mengacaukan acaraku, huh.." Ucapnya dengan nafas tersengal.
Sejeong akhirnya menabrakan dirinya ketembok, tubuhnya merosot seiring keringat yang bercucuran di pelipisnya, nafasnya tak teratur dan ia terus memegangi kepalanya dengan mata terpejam.
"Siapapun, to—long, tolong aku," Ucapnya lemas.
Kesadarannya semakin berkurang, tubuhnya semakin lemas dan kepala Sejeong hampir membentur lantai jika saja seseorang tidak meraihnya.
"Sejeong? Sejeong-ssi, sadarlah. Hei, kau kenapa? Ada apa denganmu? Buka matamu, kumohon." Ucapnya penuh dengan khawatir.
Sejeong masih bisa mendengar suara yang sangat ia kenal tersebut, ia tidak dapat menjawab, karena seperkian detik, ia sudah benar-benar pingsan setelah pria itu membawanya dengan suara lantang meminta sekretarisnya menelfon ambulance.