Part 21

31 0 0
                                    

***

Keegoisan akan digantikan dengan kesepian bukan, begitulah konsekuensinya. Kesepian menjadi hukuman untuk orang yang merasa dirinya bisa hidup sendirian. 

Duduk tenang menikmati kesakitan dan kesunyian gue sendirian. Tidak ada yang tahu sakit hati ini karena hanya gue yang bisa. Mungkin tampak luarnya tenang tanpa ada rasa sakit apapun, namun di dalam tersakiti dengan baik. Terlambat jatuh cinta disaat orang yang mencintai kita sudah mendapatkan cintanya yang baru. 

Buruk sekali bukan, tidak ada yang berjalan dengan lancar dikehidupan gue. Dari perasaan gue kepada Rafael dan sekarang kepada Alvano yang sudah dengan terangan menyatakan perasaannya. 

Rasanya gue ingin cepat lulus dari sini sehingga gue ngga harus bertemu dan bersinggungan dengan Alvano dan Angel. Couple hangat hari ini adalah mereka berdua, tak jarang mereka menampilkan keromantisan dan tidak segan teman-teman kita mengoda pasangan baru itu. 

Maka dari pada sakit hati, gue milih menghabiskan waktu pagi hari ini dengan mendengarkan musik. Gue memakai earphone dengan musik yang terputar kencang guna mengalihkan perhatian gue. 

Tidak lama Pak Heru datang dengan membawa seseorang yang tidak kita kenalkan. Murid baru ternyata. Sosok tinggi, putih dengan senyum dan lesung pipi yang indah. Senyuman itu membuatnya terlihat menjadi anak yang sangat ceria. 

"Selamat pagi anak anak, perkenalkan ini teman baru kalian. Dia pindahan dari Bandung ingin bersekolah disini. Bapak harap kalian mau berteman baik dengannya. Ingat jangan mengganggunya. Untuk Marcel kamu boleh perkenalkan diri kamu" ucap pak Heru.

" Hi guys, Gue Marcel Hananta. Senang bertemu dengan kalian semoga kita cepat akrab''

Marcel melemparkan tatapannya kesemua orang yang ada di dalam kelas dan semua menyapanya dengan tersenyum senang. Banyak teman cewek gue yang terang-terangan menggoda Marcel tapi tidak dengan Angel. Entah angin dia tidak terlihat tertarik dengan Marcel malah sedang menatap Alvano yang sedari tadi duduk dengan tenang. 

''Eh?''

Gue bingung dengan senyuman kecil yang dilayangkan oleh Marcel. Gue menatap sekitar gue dan berpikir mungkin ke teman gue yang lain, sehingga gue tidak perduli dengan tatapan Marcel. 

''Kamu boleh duduk di kursi yang kosong'' titah Pak Heru kepada Marcel lalu meninggalkan ruangan. 

Gue terdiam saat melihat Marcel berjalan ke arah gue dengan tersenyum senang. Setelahnya duduk di tempat yang harusnya menjadi milik Tania. 

"Gue boleh duduk disini ngga ?" ucapnya meminta izin. 

''Ada Tania.''

''Tania? oh teman kelas kita. Dia dimana?'' 

''Lagi sakit. Untuk hari ini lo bisa duduk di sebelah gue dan besok lo harus pindah''

"Ok. Sip" ucapnya dan mulai membuka buku tulisnya karena berhubung dia belum ada buku bacaan. 

***

Tidak terasa bel istirahat berbunyi itu karena Marcel yang selalu banyak bertanya selama pelajaran sehingga tidak terasa waktu cepat berlalu dan tanpa sadar gue menjadi dekat dengan Marcel. 

Let's you love me, Twin crazyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang