***
Allina, seseorang gadis yang berumur 22 tahun telah menyelesaikan kuliahnya. Tapi, ada dua hal yang tak dapat dia mengerti. Yang pertama adalah sang ayah menjodohkannya kepada seseorang pria tujuh tahun diatasnya. Dan kedua, sang ayah tak mengatakan apapun, termasuk pria tersebut mempunyai mantan istri dan seorang anak.
Empat tahun telah terlewatkan, sekarang ia telah menyandang sebagai istri dari pria tersebut, pria bernama Maddy Lucas. Selama dua tahun ini, Lucas menjadi suami yang baik untuknya. Tapi, selama beberapa bulan belakangan ini, Lucas tak sama seperti Lucas yang ia kenal. Ia sering pulang malam dan berbohong padanya.
"Alin.." panggil seseorang dari arah belakang, Alin menoleh.
"Luc."
Lucas berjalan ke arah sang istri, mengecup keningnya dan memeluknya tanpa kata. Allina hanya terdiam, ketika hidungnya mencium parfum wanita yang beberapa bulan ini selalu tercium dari tubuh sang suami.
"Bagaimana kabar, Atika?" tanyanya.
"Baik. Dia menanyakan kamu." Jawab Lucas. Allina hanya diam tak merespon apapun.
"Ada apa? Kenapa diam?" tanya Lucas, merasa heran saat wanita dihadapannya hanya diam seperti tak biasanya.
"Alin.."
"Luc. Aku berharap kamu jujur." Ucap Alin, setelah melepaskan pelukan Lucas.
"Kamu bertemu wanita mana beberapa bulan ini?" tanya Alin tanpa basa-basi.
"Hanya bertemu rekan bisnis." Jawab Lucas dengan kalem.
"Luc!!" teriak Alin. Entah kenapa dia menjadi tak terkendali.
Alin berusaha agar tidak menjatuhkan air matanya. Beberapa bulan belakangan ini dia curiga, tapi tidak ingin menuduh Lucas atau pun mencari informasi. Tapi siapa sangka, seolah-olah tuhan menunjukan semuanya. ketika ia berkunjung ke kantor suaminya, ia menemukan sang suami memangku seorang wanita dewasa sepantara dengan Lucas. Tak hanya sekali saja, beberapa kali dia menemukan hal tersebut, dengan postur tubuh yang sama.
Satu hal lagi yang membuatnya yakin, yaitu sang suami selalu pulang diatas jam 12 malam. Ketika ia menanyakan kepada sekretaris Lucas, Aldo mengatakan Lucas sudah pulang dari beberapa jam yang lalu. Ketika di tanya pun jawaban Lucas mengerjakan berkas di kantor.
"Luc, tolong jujur." Ucap Alina lemah.
"Alin, aku hanya bertemu dengan clien, just it." Ucap Lucas, lalu mencoba meraih pundaknya, dengan gesit dia mundur.
"Aku tau, Luc. Aku tau.."
"Kamu bukan bersama clien, tapi seseorang wanita. Siapa dia? Jangan bohong! Jujur!" sambung Alin menuntun.
"Alin.." ucap Lucas.
"Jawab aku dengan jujur, Lucas! Bukan kebohongan yang aku mau! Kejujuran yang aku mau!" terak Alin dengan keras, tanpa sadar air mata yang ia tahan keluar dengan deras.
Lucas hanya terdiam. Memperhatikan Alin dengan pandangan yang sulit. Empat tahun lebih yang ia lewati bersama wanita ini, banyak perubahan dalam dirinya. Termasuk sikapnya yang mulai terbuka pada orang lain, berkat wanita di hadapannya.
"Alin ... aku ingin mengatakan semua padamu. Tapi, tidak malam ini. Ini sudah jam 2." Ucap Lucas dengan pelan. Alin mengangguk, lalu berkata.
"Baik. Besok aku ingin menyerahkan surat cerai padamu." Ucap Alin.
Setelah mengatakan tersebut, alin berbalik ingin pergi dari kamar ini. Tapi, Lucas dengan cepat menarik tangannya, lalu memeluk dan menenggelamkan kepalanya di bahu Alin. Nyaman, itu selalu di rasakannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
AFFAIR
Short StoryIni adalah kumpulan cerpen tentang sebuah pernikahan yang berujung pada pengkhiantan. Salah satu project terbaru dari member Writing in The Sky. Pokoknya kalian harus baca, cerita ini bercerita tentang konflik keluarga, pengkhiantan, air mata, dan j...
