Samuel menyimpan terlalu banyak luka.
Papanya berselingkuh. Mamanya memilih mengakhiri hidup. Saat dewasa, ia dipaksa tunduk pada tuntutan dan perjodohan yang tak pernah ia inginkan.
Lalu datang Lyodra. Siswi baru yang diam-diam menyimpan satu fakta...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aku telah tahu kita memang tak mungkin, tapi mengapa kita selalu bertemu?
KENAPA HAYO??
***
KELAS sudah sepi sejak beberapa menit yang lalu, tapi Lyodra masih duduk di kursinya. Pandangannya kosong. Sebenarnya, Keisha dan Ziva sudah mengajaknya untuk pulang bareng tapi Lyodra menolak dan memilih untuk menunggu di kelas sampai di luar benar-benar sepi. Setiap hari selalu begitu karena Lyodra belum siap bertemu banyak orang. Ia masih belum siap jadi pusat perhatian dan mendengarkan olokan-olokan mereka secara langsung.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dan juga bukan tanpa alasan Lyodra tidak mau pulang bersama kedua temannya, ia hanya butuh waktu untuk menepi dan sendiri setelah mendapatkan pesan dari papanya beberapa waktu yang lalu. Kalimat singkat yang meruntuhkan pertahanannya. Padahal, sebelumnya ia sudah mempersiapkan diri. Tapi, tetap saja akhirnya.
Papa ke Jakarta senin. Baru dapat panggilan untuk sidang pertama. Kamu mau ikut?
Harusnya, papanya tidak perlu memberitahunya untuk memperjelas. Cepat atau lambat, semuanya memang akan terjadi. Orangtuanya benar-benar akan berpisah dan tidak ada yang bisa diselamatkan lagi. Membayangkan kehancuran di depan mata, jelas membuatnya tertekan dan sedih.