Samuel menyimpan terlalu banyak luka.
Papanya berselingkuh. Mamanya memilih mengakhiri hidup. Saat dewasa, ia dipaksa tunduk pada tuntutan dan perjodohan yang tak pernah ia inginkan.
Lalu datang Lyodra. Siswi baru yang diam-diam menyimpan satu fakta...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kalau ngomongin gue tuh di depan gue sini, jangan di belakang. Emang lo ngomong sama pantat gue?
-Keisha 2020-
***
"TELFON Lyodra, gue mau ngomong," kata Samuel setelah berhasil mencegat Keisha di koridor loker sekolah. Keisha yang barusaja meletakkan seragam olahraganya jelas kaget dengan kedatangan Samuel yang tiba-tiba.
"Lo kan pacarnya, telfon aja sendiri," jawabnya cuek. Lalu, tanpa memperdulikan Samuel lagi gadis itu berjalan melewati.
Samuel geram dibuatnya, ia menarik kasar tangan Keisha untuk menghadapnya dan mencekalnya kuat agar tidak kemana-mana. Jarak mereka terlampau dekat, untung koridor sepi jadi aman. Tapi, tetap saja jantung Keisha berdegup kencang. Takut ada yang melihat.
"Lo yang telfon atau gue yang ambil langsung hp di saku lo?" tanya Samuel mirip sebuah ancaman.
Keisha mendengus kasar. Ia mencoba melepaskan diri. Sebelah tangannya mengambil ponsel di sakunya dan menggenggamnya erat. "Lepasin tangan gue!"
Samuel hendak mengambil alih ponsel di tangan Keisha tapi gadis itu lebih cepat menjauhkannya. "Siniin hp lo!!"
Dengan cepat Keisha mengelak. "Nggak! lo apa-apaan sih?! telfon aja pakai hp lo sendiri!!"
Samuel membiarkan Keisha menjauh tapi tidak melepaskannya, jaga-jaga kalau gadis itu kabur. Ia tahu gadis itu pintar memanipulasi situasi dan ia tidak ingin lengah. "Kei, gue nggak banyak kasih lo pilihan. Jadi, siniin hp lo sebelum gue rampas paksa!"
"Gue nggak mau! Lo tuh keterlaluan, Sam. Harusnya lo sadar kenapa Lyodra kabur dari lo. Lo menyebalkan! Lo pikir gue nggak tahu kalau selama ini lo cuma jadiin Lyodra babu hah?!!"