Bab 71. Perkara Anjing

87.8K 9K 1.9K
                                        

SELAMAT MEMBACA

----------------------------------------------------------

Bab 71. Perkara Anjing

Ego mencegah seseorang untuk mengucapkan 'aku butuh kamu'.

***

"GIMANA keadaan kamu sekarang?"

Lyodra mengepalkan tangannya. Menahan diri agar tidak dikuasai emosi dan menangis karena kembali bertemu Rheia. Setelah sekian lama, lagi-lagi mamanya itu datang seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Ia tidak habis pikir bagaimana bisa, mamanya yang dulu sangat penyayang, sabar dan baik berubah dalam waktu yang cukup singkat. Menjadi egois seperti sekarang.

"Aku baik-baik aja sebelum mama datang."

"Mama minta maaf, Ly," ucap Rheia

Dalam diamnya, Lyodra menahan diri untuk tidak meledak, untuk tidak mengatakan hal-hal lain yang membuat mamanya sakit hati. Ia berdiri, berjalan cepat untuk keluar dari kamarnya. Ia pikir bisa menahan tangisnya sampai rumah Varsha tapi, begitu melihat papanya tersenyum di ujung tangga, tangisnya tumpah.

Padahal ia sudah berencana kabur ke rumah Varsha untuk menghindari mamanya tapi usahanya gagal karena Adipati menghampirinya lalu memeluknya. Membisikan kata-kata menenangkan yang justru membuat Lyodra semakin terisak.

"Papa.."

"Kenapa hm?"

"Aku nggak mau ketemu mama, aku benci mama."

"Dia tetap mama kamu, Lyodra."

"Nggak ada mama yang ninggalin anaknya demi selingkuhan!!"

Adipati bungkam. Bagaimanapun kesalahan Rheia, ia tetap merasa bersalah dan gagal menjadi kepala keluarga. Harusnya, ia lebih perhatian dan menuruti perkataan Rheia untuk berhenti jadi pilot dulu agar semuanya tidak runyam seperti sekarang. Melihat Lyodra menanggung semuanya jelas telak memukulnya.

Ia membawa Lyodra duduk di sofa terdekat kemudian kembali mengusap punggungnya berkali-kali.

"Mau papa ceritakan suatu hal?" tawar Adipati ketika Lyodra sedikit tenang.

"Apa?" tanya Lyodra dengan suara serak. Ia mendongak membuatnya bersitatap dengan Adipati.

Adipati tersenyum, tangan kanannya ia gunakan untuk semakin merangkul Lyodra dalam dekapannya, "dulu, waktu hamil kamu. Mama kamu dalam keadaan nggak sehat. Sakit ginjal. Dokter bilang, untuk menunda kehadiran kamu terlebih dahulu. Dengan kata lain, mengugurkan kamu," kenang Adipati. Pandangannya menerawang jauh dan jatuh pada masa-masa sulitnya dulu.

"Tapi, mama kamu keras kepala. Dia lebih milih pertahanin kamu meskipun harus bolak-balik rumah sakit karena sering colaps tiba-tiba. Berbulan-bulan mama kamu ngelewatin hampir setiap hari sendirian karena papa juga nggak bisa kasih waktu yang banyak. Apalagi, waktu itu Abe masih belum cukup dewasa untuk ngerti keadaan."

"Waktu kamu lahir, mama kamu sempat nggak sadar beberapa hari. Papa nggak bisa memikirkan apapun lagi termasuk kamu yang masih di inkubator karena lahir prematur. Sampai akhirnya, mama kamu bangun di hari ke empat. Yang pertama kali dia tanyain adalah kamu."

Adipati mengepalkan tangannya. Seharusnya, ia tidak bercerita banyak tapi keadaan memaksanya agar Lyodra tidak lagi menyimpan benci untuk Rheia.

"Mama kamu sayang banget sama kamu juga Mirabeth. Dia rela lakuin apapun untuk kebahagiaan kalian, termasuk mengubur mimpi-mimpinya buat jadi musisi hebat. Demi kalian.."

RetrouvaillesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang