Samuel menyimpan terlalu banyak luka.
Papanya berselingkuh. Mamanya memilih mengakhiri hidup. Saat dewasa, ia dipaksa tunduk pada tuntutan dan perjodohan yang tak pernah ia inginkan.
Lalu datang Lyodra. Siswi baru yang diam-diam menyimpan satu fakta...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sekalipun dia jahat, kalau hati udah cinta kita bisa apa.
***
"TIADA ku sangka sejak detik itu kau membuka pintu jalan di hatiku."
"Cinta yang terhampar satu tika dulu. Bersinar kemba--ADOH ANJING!!"
Bennedith mengusap kepalanya yang barusaja dilempar buku paket oleh Samuel. Kegiatannya nyanyi sambil memukul-mukul meja sontak berhenti. Ia menatap Samuel kesal karena temannya itu melemparnya tanpa alasan yang jelas. Apalagi buku tadi setebal novel Harry Potter. Sial. Sakitnya menyerap sampai ubun-ubun.
"Lo kenapa sih? baru masuk udah ngajak ribut!" sentak Bennedith. Ia mengembalikan buku paket tadi ke meja Samuel dengan kasar. Sebenarnya, lelaki itu ingin balas melempar tapi melihat wajah Samuel yang kusut, Bennedith mengurungkan niatnya.
Samuel berdecak, "lo mending diem aja nggak usah nyanyi. Berisik. Ganggu banget!" sarkas Samuel.
"Nghh nghokey," jawab Bennedith asal. Tapi, kemudian ia malah melanjutkan kegiatannya. Awalnya hanya mengetuk pelan meja, makin lama makin keras. Ngajak baku hantam emang.
"KALA KU PANDANG KELIP BINTANG NUN JAUH DISANA. YAAA."
Bennedith berulah lagi. Sialnya seisi kelas terpancing dan mengikuti.
"SAAT KU DENGAR MELODI CINTA YANG MENGGEMA."
"TERASA KEMBALI GELORA JIWA MUDAKU."
"KARENA TERSETUH ALUNAN LAGU SEMERDU KOPI DANGDUT."
Satu kelas ambyar. Jam kosong seperti sekarang memang rawan ambyar. Guru tidak ada jadi mereka semua bebas. Xavier, teman sebangku Bennedith sudah naik ke atas meja. Ibarat konser, lelaki itu dengan tidak tahu dirinya mengajak yang lainnya ikut meramaikan.
"Maafkanlah bila ku selalu Membuatmu marah dan benci padaku Kulakukan itu semua Hanya untuk buatmu bahagia.."
Belum selesai lagu yang satu, nyambung lagi yang lain. Samuel makin geram. Ia ingin menghabisi mereka semua tapi sebisa mungkin ia tahan. Lelaki itu kembali fokus ke ponselnya. Sejak tadi ia mencoba menghubungi Lyodra tapi tidak bisa. Nomornya tidak aktif dan itu sudah berlaku sejak empat hari yang lalu.
"Mungkin ku cuma tak bisa pahami Bagaimana cara tunjukkan maksudku Aku cuma ingin jadi terbaik untukmu.."
Tidak ingin kepalanya pecah, Samuel menyerah dan memilih keluar kelas. Kepalanya penuh dengan hilangnya Lyodra sekarang teman satu kelasnya menyebalkan.