Selamat Membaca
----------------------------------------------------
Bab 77. Happy Birthday, Ly.
Kadang, kita harus menciptakan sebuah jarak untuk mengerti seberapa besar perasaan cinta itu.
***
"HAPPY birthday, Lyly!! Happy birthdayy, happy birthday. Happy birthday Lily.. yay!!"
Ziva heboh menyanyikan lagu ulangtahun sembari mengarahkan kamera ponselnya pada Lyodra. Suara cemprengnya berhasil mengalahkan gemuruh hujan di luar. Sudah bisa ditebak seberapa keras dan nyaring suara Ziva kan?
Sedangkan Keisha, gadis itu dengan sabar memegangi kue tart, menunggu Lyodra meniup lilin di atasnya dengan raut wajah datar.
Keisha sudah kepalang kesal. Bagaimana tidak, Ziva membawanya kebut-kebutan menembus hujan di luar padahal gadis itu baru saja bisa menyetir mobil. Belum lagi drama mencari kue dan kado yang pas untuk Lyodra. Masuk dari toko satu ke toko lain tanpa malu tanya harga dengan keadaan basah kuyup.
"Buruan tiup lilinnya!" ucap Keisha. Ia menyodorkan lebih dekat. Maksudnya agar Lyodra lebih mudah melakukannya dan ia bisa cepat duduk setelahnya.
Lyodra tidak berhenti tersenyum. Meskipun masih speechless dengan kejutan kedua temannya itu, ia menyatukan tangannya untuk berdo'a. Detik berikutnya, nyala lilin padam.
"Yay!!!" sorak Ziva bersemangat. Tidak berhenti disitu, ia kembali bernyanyi, "potong kuenya! potong kuenya sekarang juga!! sekarang juga. Sekarang juga!!"
Ziva sudah akan menjawil pinggiran kue tart tapi Keisha lebih cepat menepis tangannya, membuat Ziva mendengus.
"Nggak ada potong kue, potong kue segala! dah duduk!!" semprot Keisha. Gadis itu beranjak ke sofa dan meletakkan kuenya di atas meja.
Setelahnya, mereka terlibat obrolan ngalur ngidul. Mulai dari hot issue di sekolah, Coldplay yang bakal adain tour concert, kucing Ziva yang kabur bareng kucing komplek, dan masih banyak pembicaraan random lainnya. Seperti...
"Lo inget Seth nggak, Ly? itu loh yang duduk di pojokan belakang! yang genit banget," kata Ziva panjang lebar.
Lyodra langsung mengingat-ingat teman sekelas yang dimaksud Ziva tadi. Begitu paham, ia mengangguk.
"Kenapa emang?"
"Masa dia nembak gue hih."
Keisha yang sudah tahu ceritanya sontak menahan diri agar tidak tidak tertawa. Hari ini saja Ziva sudah berulangkali mengeluh perihal Seth yang terus menerus menelponnya karena sampai sekarangpun gadis itu belum memberi jawaban.
"Lo terima nggak?" tanya Lyodra penasaran.
"Nggak gue jawab lah. Masa di nembak gue lewat chat WhatsApp! NAJEZZZ!!"
Lyodra tertawa dibuatnya. Sekarang sudah mau 2021, emang masih jaman ya nembak cewek lewat chat?
"Terus nyebelinnya, dia chat gue gini. Ziva, lo mau pahala nggak? ya gue jawab, emang lo Tuhan bisa kasih gue pahala. Eh dia malah bilang 'please terima gue jadi pacar lo, Ziv. Gue anak yatim, lo bakal dapat pahala kalau lo nerima gue karena udah bikin anak yatim ini bahagia," cerocos Ziva dengan suara yang dibuat-buat. "Dia chat gue gitu. Coba lo bayangin, sopan nggak dia nembak gitu?!!" lanjut Ziva berhasil membuat Lyodra kembali tertawa, bahkan Keisha sudah tidak dapat menahan tawanya lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Retrouvailles
Teen FictionSamuel menyimpan terlalu banyak luka. Papanya berselingkuh. Mamanya memilih mengakhiri hidup. Saat dewasa, ia dipaksa tunduk pada tuntutan dan perjodohan yang tak pernah ia inginkan. Lalu datang Lyodra. Siswi baru yang diam-diam menyimpan satu fakta...
