6

1.8K 131 7
                                    

Aakkh.

Surasa rintihan jisoo terdengar cukup keras. Mobil mereka tidak sengaja bertabrakan dengan mobil lain.

"apa kau baik baik saja jisoo?" tanya jin khawatir. Dia cukup khawatir karna jisoo banyak mengeluarkan darah di kepalanya karena terkena pecahan kaca mobil.

"aku tidak papa." belum selesai jisoo berbicara jisoo sudah pingsan dan tidak sadarkan diri. Jin menelepon ambulans dan polisi.

"mobil siapa itu,kenapa dia dengan sengaja menabrak mobilku"

Tak lama menunggku,ambulans datang dan langsung membawa jisoo menuju rumah sakit. Jin tidak menemaninya karna dia akan di ajak ke kantor polisi untuk menyelidiki kasus kecelakaan ini.

Sesampainya di kantor polisi,jin langsung mengecek rekaman cctv. Namun ia tak bisa melihat plat nomor mobil tersebut.

"apa kau mengenal mobilnya pak?" tanya salah satu polisi di sana.

"tidak,tapi aku yakin dia bukan sembarang orang. Lihat mobilnya saja sangat bagus." jelas jin yang langsung berpamitan kepada anggota polisi dan langsung menuju rumah sakit untuk menemani jisoo.

Rumah sakit

"dimana jisoo?" jin bertanya kepada anggita resepsionis rumah sakit.

"jisoo masih berada du ruang operasi,kepakanya terkena pecahan kaca,ia memerlukan operasi untuk mengeluarkan serpihan kaca yang berukulan kecil."

Tanpa berpikir panjang,jin langsung berlari menuju ruang operasi. Ia melihat jisoo dari jendela dengan keadaan lemah. Karena terfokus kepada jisoo jin sampai lupa memberitahu orang tua jisoo.

Tak lama kemudian lampu ruang operasi bewarna hijau. Dokter sudah keluar dan mencari di mana keluarga jisoo.

"dokter,bagaimana keadaan dia?" tanya seokjim dengan terburu buru.

"tenanglah,dia hanya perlu istirahat untuk beberapa hari." ucap dokter tersebut.

"bawa dia ke ruang vip." ucap jin.

Tanpa lama,para perawat tersebut membawa jisoo ke ruang vip yang jin minta. Jin mengikuti mereka dari belakang dengan membawa tas dan baju jisoo.

"biarkan dia tidur,jika dia terbangun tolong jangan ijinkan dia untuk duduk terlebih dahulu,kepalanya sangat lemah." ucap dokter dan di angguki oleh jin.

"kenapa aku harus di sini? Aku bukan siapa siapanya,kenapa aku harus menemaninya di sini?" pikir seokjin

Jin ingin sekali pergi dan pulang untuk beristirahat,tapi dia tidak tega meninggalkan jisok sendirian di rumah sakit. Meskipun jin terlihat cuek namun dia merasa khawatir dan kasian kepada jisoo.

Jin menidurkan dirinya di sofa rumah sakit,ia melepas jas dan dasinya lalu ia taruh di meja. Malam berlalu begitu cepat,suasana rumah sakit yang sepi dan sunyi tidak dapat membedakan antara pagi dan malam. Jin terbangun dari tidurnya dan melihat bahwa jisoo masih tertidur.

"hei bangunlah,apa kau tidak rindu kantor?" bisik jin tepat di telinga jisoo. Seokjin merindukan suara jisoo dan ocehannya. Ia merindukan semuanya.

Jin mandi di kamar mandi rumah sakit dan bersiap menuju ke kantor. Ia menulis surat dan meletakkanya di bawab gelas air putih.

"aku akan keluar sebentar" bisik jin dan ia memberikan kecupan hangat di dahi jisoo.

Setelah tidak sadar semalaman,jisoo dapat bergerak dan membuka matanya. Melihat ia terbaring lemah di rumah sakit dan bau rumah sakit yang ia tak sukai.

"selamat pagi nona,ini sarapan anda." ucap suster yang datang ke kamar jisoo membawakan sarapannya.

"siapa yang membawaku ke sini?" tanya jisoo.

"suami anda nona,pak kim seokjin." ucap suster tersebut dan pergi meninggalkan jisoo.

Jisoo ingin sekali memakan sarapannya namun ia tidak bisa,kepalanya berat sekali. Ia ingin mengambil segelah air namun,ia terfokuskan kepada secarik kertas yang ada di bawahnya.

Jangan lupa memakan sarapanmu dan minum obatmu. Aku akan kembali pukul 5 sore dan membawakan sesuatu untukmu.

Seokjin

Sungguh,jisoo sangat terkejut membaca surat tersebut. Ia tidak percaya bahwa jin bisa menjadi pria yang perhatian dan bersikap manis kepadanya.

Pintu rumah sakit terbuka dan nampaklah...
















Hai hai hai💜💜

Pengen segera update aja,soalnya gemes banget sama cerita ini hehe💜💜

Jangan lupa vote yaa,borahe💜💜

tonight; JinsooTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang