19. Penjelasan

173 10 0
                                        

Pagi ini Fani sudah siap untuk kerumah Aldo dan menjelaskan semua kesalahpahaman yang ada pada hubungan mereka.

Sebelum pergi Fani menyiapkan sarapan dulu untuk Aldo.

Setelah menyiapkan sarapan Fani bergegas kegarasi untuk mengambil mobilnya dan segera berangkat.

                               ~~•••••~~

Setelah beberapa menit perjalanan Fani akhirnya sampai juga depan rumah Aldo dan Fani merasa takut untuk bertemu Aldo.

Tapi ia segera menyingkirkan ketakutannya karena ia harus meluruskan semua kesalahpahaman yang ada.

Akhirnya Fani memutuskan untuk masuk kerumah Aldo.

Fani mengetuk pintu dan tak lupa mengucapkan salam, tak lama setelah itu akhirnya ada yang membukakan pintu dan juga menjawab salamnya yang ternyata adalah bibi.

"Eh non Fani, masuk non"ujar bibi.

Akhirnya Fani masuk dan duduk diruang tamu.

"Aldo mana bi?"tanya Aldo.

"Ehm den Aldo masih tidur non"ujar bibi.

"Ohiya kalau begitu biar Fani yang bangunkan Aldo, bi ini sarapan buat Aldo tolong disiapkan yah bi"ujar Fani.

                                ~~•••••~~

Disinilah Fani sekarang didepan kamar Aldo dan Fani masih bingung bagaimana cara menjelaskannya karena takut Aldo marah.

Akhirnya setelah cukup lama berpikir Fani mengetuk pintu kamar Aldo tapi tak ada jawaban, Fani pikir Aldo masih tidur akhirnya ia memutuskan untuk masuk saja dan untungnya pintu tidak dikunci.

"Aldo bangun udah pagi nih"ujar Fani seraya menggerakkan tubuh Aldo.

Dan Aldo yang merasa tidurnya terusik karena seseorang yang menggerakkan tubuhnya akhirnya mulai membuka mata. Dan yang Aldo lihat adalah Fani orang yang sudah membuatnya kecewa.

Setelah Aldo bangun akhirnya tak ada yang membuka suara baik Fani maupun Aldo. Aldo masih diposisi merebahkan tubuhnya diranjang dan Fani duduk dipinggir ranjang.

"Aldo aku mau jelasin masalah yang kemarin"ujar Fani.

Tapi Aldo sama sekali tidak bersuara dan lebih memilih untuk diam dan mengambil ponselnya yang ada dinakas.

Fani yang merasa dikacangin jadi kesal juga tapi Fani  harus tetap sabar.

"Aldo plis dengerin dulu penjelasan aku"ujar Fani namun Aldo tak kunjung menyahut.

"Aldo kamu nggak boleh diam begini dong dengan kamu diam begini masalah kita nggak akan selesai"ujar Fani.

"Lo dengan seenaknya bikin semua jadi masalah dan sekarang lo malah datang dan bilang bahwa menyelesaikan masalah kita, dari mana aja lo kemarin"ujar Aldo.

"Iya aku emang salah tapi aku mohon kamu mau maafin aku yah"ujar Fani dan hanya dibalas kekehan kecil dari Aldo.

"Udah berapa kali sih lo minta maaf habis itu ngelakuin lagu habis itu minta maaf lagi, jujur gue juga capek Fan"ujar Aldo. "Gue emang sayang sama lo tapi kalau lo selalu ngelakuin hal yang sama lama-lama gue juga capek"lanjutnya.

"Iya sekali lagi aku minta maaf, aku janji ini yang terakhir kalinya aku buat kesalahan Aldo"ujar Fani. "Kalau misal aku buat kesalahan lagi kamu boleh kok nggak maafin aku"lanjutnya.

Aldo hanya diam mendengar penuturan kata Fani, ia ingin memaafkan Fani tapi ia juga bingung takutnya Fani nanti kembali mengulangi kesalahan yang sama.

"Gue tanya sama lo laki-laki itu siapa?"tanya Aldo.

"Laki-laki yang mana?"tanya Fani dengan mode bingungnya.

"Laki-laki yang waktu pas anniv kita dan lo malah asyik bareng mereka"ujar Aldo.

"Oh itu sepepu-sepupu aku"ujar Fani.

"Nggak usah bohong deh lo"ujar Aldo.

"Aku nggak bohong Aldo aku serius, kalau kamu nggak percaya ayo kita kerumah aku sekarang mereka lagi ngumpul disana loh"ujar Fani.

Tampaknya Aldo berpikir apakah perkataan Fani emang benar, dan akhirnya Aldo menyetujui ajakan Fani.

                               ~~•••••~~

Akhirnya mereka sampai juga dirumah Fani, begitu turun dari motor, Fani langsung menggenggam tangan Aldo dan berjalan masuk kerumah.

"Assalamualaikum Fani pulang"ucap Fani.

"Waalaikumsalam"jawab sepupu-sepupu Fani dengan bersamaan.

"Eh bebqu lo dari mana aja"ujar salah satu dari sepupu Fani dan Aldo yang mendengar Fani dipanggil dengan sebutan bebqu langsung melepaskan genggaman tangannya.

Fani berpikir Aldo pasti salah paham lagi dengan panggilan yang sepupunya berikan.

"Gue habis dari rumah Aldo, nih gue datang sama Aldo"ujar Fani menarik lengan Aldo untuk digandengnya dan Aldo hanya memberikan tatapan yang datarnya.

Fyi, emang Aldo tidak mengetahui sepupu-sepupu Fani, tapi sebaliknya sepupu-sepupu Fani semua tau tentang Aldo.

"Oh ternyata ini Aldo yang selalu lo ceritain ke kita Fan"ujar salah satu sepupu Fani.

"Iya bebqu"ujar Fani dan membuat Aldo jadi kesel seketika karena Fani yang memanggil dengan ucapan bebqu.

"Aldo kenalin mereka semua sepupu aku yang waktu itu kamu liat yang aku post di snapgram aku"ujar Fani.

"Hai Aldo kenalin kita semua hanya sepupu Fani kok nggak lebih, iyakan gaess"ujar salah satu sepupu Fani.

"Yoi dong"ujar mereka semua serentak.

Aldo tak mampu berkutik karena ia telah menuduh Fani yang tidak-tidak, dan sekarang ia benar-benar malu.

"Sekarang kamu dengar sendiri kan mereka hanya sepupu aku"ujar Fani yang membuat Aldo menatapnya dengan tatapan malu-malunya.

Fani yang menyadari Aldo sedang salting, akhirnya memutuskan untuk mengajak Aldo ketaman belakang rumahnya.

"Bebqu gue ketaman belakang dulu yah"ujar Fani dan langsung menarik tangan Aldo.

Setelah cukup lama mereka hanya duduk dan tak ada yang membuka suara akhirnya Fani memutuskan untuk membuka suara.

"Gimana kamu dengar sendirikan sayang kalau mereka tuh hanya sepupu aku"ujar Fani.

"Ck kalau mereka sepupu lo kenapa salah satu dari mereka tadi manggil lo dengan sebutan bebqu"ujar Aldo.

"Iya emang mereka tuh manggil aku dengan sebutan bebqu begitu juga dengan aku yang manggil mereka dengan sebutan bebqu"ujar Fani

Aldo tampak berpikir omongan Fani ada benarnya juga sih dan kenapa juga Fani berani mengajak Aldo kerumahnya kalau memang salah satu dari mereka adalah selingkuhan Fani kan nggak mungkin juga. Akhirnya Aldo kembali membuka suara.

"Iya maafin aku karena telah berpikiran yang tidak-tidak ke kamu"ujar Aldo dan kembali menggunakan kata aku-kamu.

"Iya nggak papa kok aku juga minta maaf yah atas kecerobohan aku"ujar Fani dan menggengam kedua tangan Aldo.

"Tapi aku tetap marah sama kamu kenapa sih sampai kamu bisa lupa bahwa kemarin tuh anniv kita"ujar Aldo seraya melepaskan genggaman tangannya.

"Iya aku tau aku salah, aku emang orangya suka lupa sama hal yang penting sekalipun dan aku juga tau aku ceroboh kamu tau itu juga kan"ujar Fani. "Aku mohon maafin aku yah sayang"lanjutnya.

"Yaudah deh aku maafin kamu"ujar Aldo dan Fani sontak memeluknya.

"Makasih yah sayang"ujar Fani masih dalam posisi memeluk Aldo.

"Iya sama-sama sayang"ujar Aldo seraya mengelus lembut rambut Fani.

TBC
Jangan lupa vomen yahh guyssku ❤❤
Ailofyuu  guyss🥀🥀❤❤

posesifTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang